
Upaya Arab Saudi untuk memodernisasi armada udaranya kini memasuki babak baru yang sangat strategis. Di tengah penantian panjang atas permohonan pembelian jet tempur siluman F-35 Lightning II yang belum mendapatkan respon dari Amerika Serikat, Riyadh mulai secara terbuka menjajaki alternatif lain yang tak kalah potensial. (more…)

Dinamika pengadaan jet tempur di Asia Tenggara kembali memanas. Indonesia dikabarkan telah memulai negosiasi baru dengan Korea Selatan mengenai rencana akuisisi unit jet tempur generasi 4.5, KF-21 Boramae. Berdasarkan laporan dari Janes.com (8/1/2026), Jakarta berencana untuk memboyong sedikitnya 16 unit KF-21 varian Block 2 guna memperkuat armada TNI AU. (more…)

Setelah sekian lama menjadi bahan spekulasi dan perdebatan, pemerintah Korea Selatan akhirnya mengungkap label harga resmi untuk jet tempur generasi 4.5 buatan dalam negeri mereka, KF-21 Boramae. Pengumuman ini muncul di tengah dinamika kerja sama dengan Indonesia yang masih menjadi sorotan, terutama terkait komitmen pembiayaan dan kepastian jumlah pesanan. (more…)

Memasuki penghujung tahun 2025, proyek jet tempur generasi 4.5 Korea Selatan, KF-21 Boramae, kembali mencatatkan tonggak sejarah penting. BAE Systems, raksasa pertahanan asal Inggris, baru saja merilis pengumuman terkait keberhasilan integrasi dan sertifikasi final sistem Identification Friend or Foe (IFF) untuk unit produksi massal KF-21. (more…)

Selain integrasi dengan rudal udara ke udara jarak pendek IRIS-T, Korea Selatan rupanya punya rencana besar untuk melengkapi KF-21 Boramae dengan rudal udara ke udara jarak pendek (Short-Range Air-to-Air Missile/SRAAM).) produksi dalam negeri yang dirancang sesuai standar rudal udara ke udara generasi kelima. (more…)

Setelah Korea Aerospace Industries (KAI) mengungkapkan desain KF-21EX dalam konferensi Angkatan Udara yang diadakan pada 28 Juli 2025 di Daejeon, Korea Selatan, maka niatan untuk menjadikan KF-21 Boramae sebagai jet tempur generasi kelima dengan kemampuan stealth, kini kian serius dirumuskan. (more…)

Debut rudal rudal balistik yang diluncurkan dari udara (Air-Launched Ballistic Missile/ALBM) belakangan naik daun, khususnya setelah Rusia dan Israel menggunakan ALBM Kh-47M2 Kinzhal dan Rampage dalam melancarkan serangan udara jarak jauh. Berangkat dari serangan yang dianggap efektif, Korea Selatan diwartakan kepincut untuk mengembangkan ALBM, khususnya sebagai senjata pemukul bagi jet tempur KF-21 Block II Boramae. (more…)

Pada tanggal 5 Agustus 2025, dari fasilitas riset Hanwha Systems di Yongin, Korea Selatan, digelar upacara dimulainya produksi massal tahap pertama radar AESA (Active Electronically Scanned Array) “Yangsan”. Peluncuran ini menandai tonggak penting bagi kemandirian teknologi pertahanan Korea Selatan, memperkuat kapabilitas KF-21 dalam misi multi-domain dan siap bersaing secara global. (more…)

Terkenal serius dalam komitmen kerja sama industri pertahanan, ada kabar India kini tengah mengevaluasi jet tempur rancangan Korea Selatan-Indonesia, KF-21 Boramae, yakni untuk mengisi program Multi-Role Fighter Aircraft (MRFA). KF-21 dipandang sebagai platform yang kompetitif dari segi biaya dengan potensi pertumbuhan di masa depan dan kompatibilitas dengan kebijakan industri domestik India. (more…)

Kolonel Pnb Ferrel “Venom” Rigonald dinobatkan sebagai pilot TNI AU pertama yang kali menerbangkan jet tempur KF-21 Boramae, yakni dalam penerbangan uji pada 27 Juni 2025 di Pangkalan Udara Sacheon di Korea Selatan. Ferrel Rigonald dalam penerbangan ini berada di kursi depan (front seat). (more…)