Harga Resmi KF-21 Boramae Terungkap: Lebih Murah dari Jet Tempur Barat, Bagaimana Nasib Indonesia?

Setelah sekian lama menjadi bahan spekulasi dan perdebatan, pemerintah Korea Selatan akhirnya mengungkap label harga resmi untuk jet tempur generasi 4.5 buatan dalam negeri mereka, KF-21 Boramae. Pengumuman ini muncul di tengah dinamika kerja sama dengan Indonesia yang masih menjadi sorotan, terutama terkait komitmen pembiayaan dan kepastian jumlah pesanan.
Baca juga: Saat Menhan ‘Lirak-Lirik’ Jet Tempur dari Eropa, Bagaimana Nasib Program KFX/IFX?
Penetapan harga ini dipandang sebagai langkah strategis Seoul untuk memposisikan Boramae sebagai alutsista dengan nilai ekonomi tinggi namun memiliki performa yang mampu bersaing dengan jet tempur canggih buatan Barat.
Pemerintah Korea Selatan membagi harga Boramae berdasarkan tahapan produksinya. Untuk varian Block 1, yang difokuskan pada misi supremasi udara dan pertahanan udara, harga per unitnya dipatok sekitar US$83 juta (sekitar Rp1,29 triliun). Varian ini dijadwalkan mulai diproduksi massal pada tahun 2026 sebanyak 40 unit untuk kebutuhan Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF).
Sementara itu, untuk varian yang lebih canggih yaitu Block 2, harganya meningkat menjadi sekitar US$112 juta (sekitar Rp1,74 triliun). Kenaikan harga pada Block 2 mencerminkan peningkatan kemampuan pesawat yang akan menjadi jet tempur multiperan (multirole), lengkap dengan integrasi berbagai sistem persenjataan udara-ke-darat yang lebih kompleks.
KAI Raih Kontrak 20 Unit (Tambahan) Jet Tempur KF-21 Boramae, Total 40 Unit Dalam Jalur Produksi
Dengan harga tersebut, analis militer menilai KF-21 Boramae memiliki keunggulan kompetitif yang sangat kuat. Sebagai gambaran, harga Block 1 yang berada di kisaran US$83 juta, jauh lebih rendah dibandingkan harga jet tempur lini depan Eropa atau Amerika Serikat di kelas yang sama.
Meski secara resmi diklasifikasikan sebagai jet tempur generasi 4.5, desain bodi yang low-observable (memiliki fitur siluman) dan penggunaan radar AESA buatan dalam negeri membuat Boramae menjadi opsi yang sangat menggiurkan bagi negara-negara yang membutuhkan jet tempur modern namun memiliki keterbatasan anggaran untuk mengakuisisi jet generasi kelima seperti F-35.
Untuk KF-21 Boramae, Hanwha Systems Memulai Produksi Massal Tahap Pertama Radar AESA “Yangsan”
Pengumuman harga ini juga secara tidak langsung memberikan tekanan sekaligus kejelasan bagi posisi Indonesia sebagai mitra kerja sama. Hingga saat ini, kontrak pesanan dari Indonesia masih menjadi polemik karena adanya permintaan pengurangan kontribusi pembayaran yang diajukan oleh Jakarta.
Ketidakpastian jumlah unit yang akan diambil oleh Indonesia sebelumnya dikhawatirkan akan mengerek harga per unit menjadi lebih mahal. Namun, dengan pengumuman harga resmi ini, Korea Selatan seolah ingin menunjukkan bahwa proses produksi massal akan tetap berjalan sesuai jadwal pada 2026, terlepas dari dinamika negosiasi dengan pihak mitra.
Indonesia sebelumnya telah menegaskan hanya sanggup membayar sekitar Rp13,2 triliun (600 miliar Won), turun drastis dari kesepakatan awal yang mencapai Rp17,6 triliun (1,6 triliun Won). Dengan harga per unit yang sudah dipatok resmi oleh Seoul, pengurangan kontribusi ini kemungkinan besar akan berakibat pada pemangkasan jumlah unit, Indonesia mungkin hanya akan mendapatkan sedikit pesawat dari rencana awal 48 unit
Keberhasilan menekan biaya produksi ini tidak lepas dari keberhasilan Korea Selatan dalam membangun rantai pasokan domestik. Dengan menyelesaikan uji terbang enam prototipe pada pertengahan 2026, transisi ke produksi serial diharapkan berjalan mulus sehingga volatilitas harga dapat ditekan seminimal mungkin.
Seoul kini menatap masa depan di mana KF-21 bukan hanya sekadar pengganti pesawat tua mereka sendiri, tetapi juga menjadi tulang punggung kekuatan udara bagi banyak negara di dunia yang mencari keseimbangan antara kecanggihan teknologi dan efisiensi biaya. (Gilang Perdana)
“Maju Sulit Mundur Pun Rugi,” Dilema Indonesia dalam Program Jet Tempur KFX/IFX



Sebelumnya 80 unit turun jadi 48 unit dan turun lagi jadi berapa, 24 unit? 🤔😩
Jet tempur Drakor bikin mumet…