Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Jerman Salip Cina: Kini Jadi Eksportir Senjata Terbesar Keempat di Dunia

Industri pertahanan Jerman mencatatkan pencapaian signifikan dalam lima tahun terakhir. Menurut data terbaru dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) periode 2021–2025, Jerman resmi menggeser posisi Cina untuk menjadi eksportir senjata terbesar keempat di dunia.

Baca juga: Penjualan Meroket, Perancis Bakal Geser Rusia di Posisi Runner Up Eksportir Persenjataan Global

Peningkatan ini didorong oleh lonjakan permintaan alutsista di Eropa serta peran aktif Berlin dalam mengirimkan bantuan militer ke wilayah konflik.

Laporan SIPRI menunjukkan dominasi negara-negara Barat yang semakin menguat, sementara beberapa kekuatan tradisional lainnya mengalami penurunan drastis. Berikut adalah daftar lima besar eksportir senjata global periode 2021–2025:

Amerika Serikat (42%): Tetap kokoh di posisi pertama dengan kenaikan ekspor sebesar 27%. AS kini menguasai hampir separuh pasar senjata dunia.

Laporan SIPRI: “Kebanyakan Negara NATO di Eropa Masih Bergantung Pada Persenjataan dari AS”

Perancis (9,8%): Berada di posisi kedua dengan pertumbuhan ekspor mencapai 21%. India, Mesir, dan Yunani menjadi pelanggan utama jet tempur Rafale dan kapal perang Prancis.

Rusia (6,8%): Meski bertahan di posisi ketiga, ekspor Rusia merosot tajam sebesar 64%. Sanksi internasional dan kebutuhan domestik untuk perang membuat pangsa pasar Rusia jatuh dari 21% menjadi hanya 6,8%.

Jerman (5,7%): Naik ke peringkat keempat setelah mencatatkan pertumbuhan ekspor 15% dibandingkan periode sebelumnya (2016–2020).

Ciina (5,6%): Turun ke peringkat kelima, meski hanya selisih tipis di bawah Jerman.

Rusia Disebut Turun Peringkat Sebagai Eksportir Senjata Global, Data SIPRI Langsung Direspon CAWAT

Peningkatan posisi Jerman dipengaruhi oleh perubahan drastis pada tujuan ekspornya. Jika sebelumnya pasar Jerman tersebar merata, kini fokusnya terkonsentrasi pada wilayah-wilayah strategis seperti:

Ukraina (24%): Menjadi penerima terbesar alutsista Jerman dalam lima tahun terakhir. Berlin telah mengirimkan sistem pertahanan udara IRIS-T, tank Leopard 2, hingga berbagai kendaraan lapis baja dan artileri.

Eropa (41%): Selain Ukraina, negara-negara Eropa lainnya (terutama anggota NATO seperti Norwegia dan Swedia) meningkatkan pembelian senjata dari Jerman sebagai respons atas meningkatnya ancaman keamanan di kawasan tersebut.

SIPRI: “99 Persen Impor Senjata Israel Berasal dari Amerika Serikat dan Jerman”

Timur Tengah (33%): Wilayah ini tetap menjadi pasar tradisional yang kuat bagi industri pertahanan Jerman, dengan Mesir dan Israel tercatat sebagai pelanggan utama, terutama untuk produk kapal selam dan kapal perang dari galangan kapal Jerman.

Asia: Produk maritim Jerman (kapal selam kelas 214/218) masih sangat populer di pasar Asia dan Timur Tengah.

Hal yang tak kalah menarik dari laporan ini adalah status Jerman yang kini juga menjadi importir besar. Impor alutsista Jerman melonjak drastis hingga 914% (lebih dari sepuluh kali lipat). Hal ini disebabkan oleh keputusan Berlin untuk memperkuat militernya secara kilat melalui pembelian jet tempur F-35A dari AS serta sistem pertahanan udara Arrow-3 dari Israel.

Keberhasilan Jerman menyalip Cina menunjukkan kembalinya kekuatan industri pertahanan Eropa di panggung global. Dengan Rusia yang kehilangan pangsa pasar akibat perang dan sanksi, Jerman bersama Perancis kini menjadi alternatif utama bagi negara-negara yang mencari teknologi militer tingkat tinggi selain dari Amerika Serikat. (Gilang Perdana)

Cina Geser Rusia Sebagai Pemasok Senjata Terbesar di Afrika

3 Comments