Cina Geser Rusia Sebagai Pemasok Senjata Terbesar di Afrika

Perang berkepanjangan di Ukraina telah membawa dampak signifikan pada industri pertahanan Rusia, selain fokus pada pemenuhan kebutuhan persenjataan domestik, industrii pertahanan Rusia juga dihadapkan pada tantangan di sektor ekspor, yakni dengan penerapan sanksi ekonomis dan bisnis yang menyulitkan bagi negara calon pembeli senjata dari Rusia.

Baca juga: Ekspor Senjata Perancis Memecahkan Rekor Dalam Sejarah, Penjualan Rafale Jadi ‘Kunci’

Berdasarkan rilis Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) pada 11 Maret 2024, secara global posisi Rusia sebagai runner up terbesar eksportir senjata dunia digeser oleh Perancis. Dan kini ada kabar yang terkait Benua Hitam, yakni predikat Rusia sebagai negara pemasok persenjataan terbesar ke Afrika, posisinya berhasil digeser oleh Cina. Energi Rusia yang tercurah pada perang di Ukraina, rupanya dimanfaatkan oleh Cina untuk memasarkan penjualan senjata secara agresif ke negara-negara di Afrika.

Laporan dari The Economist mengungkapkan bahwa ekspor senjata Cina ke Afrika Sub-Sahara telah melonjak, melampaui ekspor senjata Rusia, yang turun sebesar 44 persen dari tahun 2019 hingga 2023.

Taktik pemasaran Beijing yang strategis dan agresif, termasuk menawarkan diskon dan bonus, telah menjadikan Cina sebagai pemasok senjata terkemuka bagi setidaknya 21 negara Afrika. Pergeseran ini menggarisbawahi semakin besarnya pengaruh Cina di kawasan ini dan menurunnya kekuatan industri pertahanan Rusia di tengah sanksi dan konflik yang sedang berlangsung di Ukraina.

Perang yang sedang berlangsung tidak hanya membebani perekonomian Rusia tetapi juga memperlihatkan kerentanan dalam kompleks industri militernya. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran mengenai daya saing Rusia di masa depan di pasar senjata global.

WMZ-551 berperan sebagai fire support vehicle dengan meriam kaliber 100 mm.

Kemampuan Tiongkok untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Rusia menunjukkan ambisi strategis dan taktik pasar yang efektif. Bagi banyak negara Afrika, senjata produksi Cina menawarkan alternatif yang hemat biaya dan dapat diandalkan, sehingga meningkatkan posisi Beijing di pasar pertahanan global.

Ketidakpastian berakhirnya konflik Ukraina semakin memperumit posisi Rusia, sehingga semakin sulit untuk merebut kembali pangsa pasarnya. (Bayu Pamungkas)

Rusia Disebut Turun Peringkat Sebagai Eksportir Senjata Global, Data SIPRI Langsung Direspon CAWAT

One Comment