INS Androth, Anti-Submarine Warfare Shallow Water Crafts – “Submarine Killer” Plus Kapal Pemburu Ranjau

Menyandang status Blue Water Navy, Angkatan Laut India punya beberapa segmen kapal kombatan yang unik. Salah satunya adalah jenis kapal Anti-Submarine Warfare Shallow Water Crafts (ASW-SWC), yang mana pada 13 September 2025, telah diluncurkan unit kedua dari ASW-SWC – INS Androth (P69) oleh galangan GRSE (Garden Reach Shipbuilders & Engineers).
Sebelumnya pada 18 Juni 2025, telah komisioning unit perdana ASW-SWC, yakni INS Arnala (P68). Total ada 16 unit kapal ASW-SWC yang akan dibangun, dengan pembangunannya dibagi antara dua galangan kapal di India, Garden Reach Shipbuilders & Engineers (GRSE) – membangun 8 unit kapal. INS Arnala dan INS Androth adalah bagian dari pesanan ini, dan Cochin Shipyard Limited (CSL), membangun 8 unit sisanya.
Peran utama dari kapal Anti-Submarine Warfare Shallow Water Crafts (ASW-SWC) adalah sebagai “Submarine Killer”. Kapal ini dirancang khusus untuk peperangan anti-kapal selam (ASW), dengan kemampuan mendeteksi, melacak, dan menetralisir kapal selam di perairan dangkal pesisir. Sementara peran tambahannya sebagai penyapu-buru ranjau.
Meskipun bukan kapal penyapu ranjau utama, seperti INS Androth memiliki kemampuan penting untuk menjalankan misi-misi tersebut. Desain kapal ini memungkinkannya untuk mendeteksi dan menetralisir ranjau laut, menjadikannya aset yang serbaguna untuk operasi di dekat pantai.

INS Androth dirancang dengan sejumlah fitur dan persenjataan canggih untuk peran utamanya sebagai kapal perang anti-kapal selam di perairan dangkal. Keunggulan utamanya terletak pada kombinasi antara kemampuan mendeteksi, daya tembak yang mematikan, dan kemampuan manuver yang lincah. Berdasarkan spesifikasi yang diungkapkan, kapal INS Androth dilengkapi dengan sistem senjata dan sensor yang sebagian besar dikembangkan secara lokal di India.
Sistem senjata yang melengkapi kapal ini seperti Torpedo Advanced Light Torpedo (TAL) Shayena, sebuah torpedo anti-kapal selam ringan yang dikembangkan oleh DRDO (Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India). Kemudian untuk menyerang kapal selam di jarak dekat, kapal ini membawa roket anti-kapal selam RBU-6000, yang merupakan sistem roket buru ranjau dan kapal selam yang juga akrab digunakan oleh TNI AL pada korvet Parchim class.
Pada bagian haluan juga terdapa kanon 30mm CRN-91 naval gun, yang dikendalikan dari jarak jauh dan berfungsi untuk pertahanan diri terhadap target permukaan dan udara.
Bicara tentang sonar, ASW-SWC dilengkapi sistem sonar frekuensi variabel Hull Mounted Sonar (HMS) HUMSA-NG, yang canggih dan dirancang khusus untuk perairan dangkal. Kapal ini memiliki radar navigasi X-Band untuk membantu navigasi dan menghindari rintangan di perairan.

Sistem Manajemen Tempur (Combat Management System/CMS) INS Androth dan kapal-kapal sejenisnya menggunakan sistem Integrated ASW Complex (IAC) MOD ‘C’, yang dikembangkan di India oleh Bharat Electronics Limited (BEL) bekerja sama dengan DRDO (Defence Research and Development Organisation). AC MOD ‘C’ khusus dirancang untuk peperangan anti-kapal selam, dengan menghitung solusi tembakan untuk torpedo dan roket anti-kapal selam, memastikan senjata dapat diluncurkan pada posisi dan waktu yang paling efektif untuk mengenai target.
Material dan desain lambung kapal INS Androth memang dirancang secara khusus untuk memenuhi peran uniknya. Meskipun sebagian besar kapal perang menggunakan baja, lambung INS Androth dibuat dari baja khusus berkekuatan tinggi yang diproduksi di dalam negeri, yaitu baja DMR 249A. Lambung kapal dirancang agar memiliki bobot yang ringan namun kuat, sehingga kapal bisa berlayar di perairan yang sangat dangkal (shallow water). Hal ini sangat penting untuk misi anti-kapal selam di area pesisir.

Desain lambung dibuat agar dapat meminimalkan suara yang dihasilkan saat kapal bergerak. Bentuk lambung yang dioptimalkan dapat mengurangi kebisingan aliran air, sehingga kapal menjadi lebih sulit dideteksi oleh sonar pasif kapal selam musuh.
INS Androth memiliki panjang sekitar 77,6 meter, lebar 10,5 meter dan bobot 900 ton. Kapal ini dirancang untuk dioperasikan oleh awak berjumlah 57 personel.
INS Androth dapat menjelajah hingga 1.800 mil laut (sekitar 3.334 km) dengan kecepatan jelajah 12 knot (sekitar 22 km/jam) dan kecepatan maksimum 25 knoy. Waktu Ketahanan (Endurance) lapal ini dapat beroperasi di laut tanpa perlu kembali ke pangkalan selama 45 hari.
[the_ad id=”77299″]
Tingkat Kandungan Lokal
INS Androth dan kapal-kapal sejenisnya dalam seri ASW-SWC memiliki tingkat kandungan lokal (indigenous content) lebih dari 80 persen.
Hal ini sejalan dengan visi pemerintah India, “Aatmanirbhar Bharat” (India yang Mandiri), untuk mencapai swasembada di bidang produksi pertahanan. Kapal-kapal ini dirancang dan dibangun di India, dengan banyak komponen, sistem, dan peralatan utamanya dipasok oleh perusahaan pertahanan dalam negeri, seperti Bharat Electronics dan Larsen & Toubro. Tingginya kandungan lokal ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam kemampuan manufaktur dan rekayasa India, serta mengurangi ketergantungan pada impor untuk kebutuhan pertahanan maritimnya. (Gilang Perdana)
Unit Perdana Kapal Pemburu Ranjau City Class, BNS Oostende (M940) Memulai Sea Trial


