Meski menyandang status sebagai angkatan laut terkuat di dunia, namun, ada yang sisi yang unik dari US Navy (Angkatan Laut AS), yaitu akan menghapus keberadaan armada kapal buru sapu ranjau dedicated. Ini merupakan konsep yang tak lazim, mengingat hampir semua angkatan laut di dunia masih mengoperasikan kapal buru sapu ranjau secara dedicated. (more…)
Menyandang status Blue Water Navy, Angkatan Laut India punya beberapa segmen kapal kombatan yang unik. Salah satunya adalah jenis kapal Anti-Submarine Warfare Shallow Water Crafts (ASW-SWC), yang mana pada 13 September 2025, telah diluncurkan unit kedua dari ASW-SWC – INS Androth (P69) oleh galangan GRSE (Garden Reach Shipbuilders & Engineers). (more…)
Pada tanggal 12 Maret 2025, Angkatan Laut Jepang atau Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF), melakukan komisioning atas unit keempat kapal pemburu ranjau – mine countermeasures vessel (MCMV) Awaji class (JS Nomi -307) di Kota Yokohama, Prefektur Kanagawa, sebelah selatan Tokyo. (more…)
Setelah diluncurkan pada Maret 2023, kini unit perdana kapal buru sapu ranjau – mine countermeasure (MCM) City class, disebut telah memulai tahap sea trial. City class adalah kapal pemburu ranjau garapan antara Belgia dan Belanda, yakni sebagai pengganti Alkmaar class (dikenal juga sebagai Tripartite class). Unit perdana City class yang dimaksud adalah BNS Oostende (M940), yang merupakan pesanan Angkatan Laut Belgia. (more…)
Ada kebanggaan tersendiri bagi TNI AL dalam menjalani latihan bersama dengan Angkatan Laut Singapura (RSN) kali ini. Dalam tajuk Joint Minex Pandu 2024 di Batam, Kepulauan Riau (13 – 19 Mei 2024), TNI AL mengerahkan kapal perang dari jenis pemburu/sapu ranjau yang secara teknologi lebih baru daripada kapal sejenis yang dioperasikan oleh RSN. (more…)
Pada masanya di dekade 80-an, kapal pemburu ranjau TNI AL yang dibeli dari Belanda, KRI Pulau Rengat 711 dan KRI Pulau Rupat 712 – Tripartite class, adalah salah satu yang tercanggih di kelas kapal pemburu ranjau dunia. Namun, seiring perjalanan waktu, fitur dan teknologi pada Tripartite class telah usang dan ketinggilan zaman. (more…)
Tak berselang lama setelah kunjungan Tim Operational Requirement (Opsreq) TNI AL yang dipimpin Wakil Asisten Operasi (Waasops) KSAL Laksma TNI Retiono Kunto ke Galangan Abeking & Rasmussen di Bremen, Jerman, pada 3 Oktober 2022. Kini dua kapal buru/penyapu ranjau pesanan Kementerian Pertahanan RI untuk TNI AL telah dilakukan ship naming (pemberian nama) oleh KSAL Laksamana TNI Yudo Margono di Galangan Abeking & Rasmussen, pada Selasa, 11 Oktober lalu. (more…)
Kabar bahwa militer Iran telah meluncurkan beragam jenis kapal perang produksi dalam negeri, baik kapal perang permukaan dan kapal selam, sudah lazim kita dengar. Namun, sejauh ini belum pernah terdengar Iran meluncurkan kapal pemburu dan penyapu ranjau. Hal ini terasa kontras, mengingat Iran selama ini dikenal sebagai pihak yang kerap dituduh menabur ranjau laut di sekitaran Selat Hormuz. (more…)
Setelah lama dinanti, akhirnya ada kejelasan tentang rencana akuisisi kapal pemburu/sapu ranjau – Mine Countermeasures Vessels (MCMV) Frankenthal Class dari Jerman. Maklum, sejak Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI melakukan penandatanganan kontrak untuk desain dan pembangunan kapal penyapu ranjau pada Januari 2019, lantas berita akuisisi kapal pemburu ranjau penerus Tripartite Class ini tak terdengar lagi. (more…)
Nama kapal penyapu ranjau Tripartite Class kini sedang naik daun, setelah dua unit dibeli oleh Bulgaria dari Belanda. Kini tiga unit Tripartite Class asal Belanda yang telah digunakan oleh AL Latvia, diwartakan bakal mendapatkan paket upgrade. Menggandeng Eca Group dari Perancis, tiga unit Tripartite Class akan mendapatkan serangkaian modernisasi pada perangkat buru dan sapu ranjaunya. (more…)