Ikon Baru Kekuatan Maritim Asia, Kapal Induk Fujian Resmi Beroperasi

Berlokasi di sebuah pelabuhan angkatan laut di Provinsi Hainan, Presiden Cina, Xi Jinping, pada hari Rabu, 5 November 2025, telah memimpin upacara peresmian yang menandai beroperasinya kapal induk ketiga negara itu, Fujian (Type 003). Kapal yang dinamai sesuai nama Provinsi Fujian ini dianggap sebagai simbol modernisasi militer Cina yang berambisi menyaingi dominasi Angkatan Laut Amerika Serikat di Pasifik.
Secara khusus, Presiden Xi Jinping menaiki kapal induk untuk memeriksa stasiun komando, tempat tinggal awak kapal, dan secara langsung menandatangani buku catatan kapal. Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa Xi menekankan pentingnya modernisasi militer Cina dalam menghadapi klaim teritorial di Laut Cina Selatan dan ketegangan dengan Taiwan.
Operasionalisasi Fujian pada November 2025 ini datang setelah kapal induk tersebut menjalani berbagai uji coba laut, termasuk uji coba melewati Selat Taiwan pada September 2025.
Fujian adalah kapal induk Cina pertama dan satu-satunya selain kapal induk Amerika Serikat USS Gerald R. Ford yang dilengkapi dengan sistem Ketapel Elektromagnetik (Electromagnetic Aircraft Launch System – EMALS), yang menggantikan sistem ski-jump (trampolin) yang digunakan pada kapal induk Liaoning dan Shandong.
BREAKING: China’s Fujian (Type 003) aircraft carrier is officially commissioned today with President Xi Jinping attending the ceremony. pic.twitter.com/yoP7ron0pZ
— Li Zexin 李泽欣 (@XH_Lee23) November 7, 2025
Berkat EMALS memungkinkan pesawat meluncur dengan lebih cepat, lebih sering (sortie rate tinggi), dan membawa muatan serta bahan bakar yang lebih banyak, termasuk memungkinkan peluncuran pesawat yang lebih berat, seperti pesawat tanker dan pesawat peringatan dini (seperti varian KJ-600) yang vital bagi operasi angkatan laut modern.
Berbeda dengan kapal induk Cina sebelumnya yang dibangun berdasarkan desain Soviet dengan ski-jump, Fujian memiliki dek rata penuh. Desain ini adalah standar kapal induk modern AS dan memaksimalkan ruang operasional di dek penerbangan, sangat penting untuk efisiensi sistem EMALS.
The commissioning ceremony of the first Chinese aircraft carrier “Fujian” (hull number 18), equipped with an electromagnetic catapult, took place on November 5 at the Yulin naval base on Hainan Island. Xi Jinping personally attended it.
It took Beijing just over three years to… pic.twitter.com/f1OCCZ7Vvs
— East_Calling (@East_Calling) November 7, 2025
Sebagai supercarrier, Type 003 Fujian diperkirakan memiliki bobot penuh lebih dari 80.000 ton, menjadikannya kapal induk terbesar yang pernah dibangun di luar Amerika Serikat, serta kapal induk yang mampu membawa lebih dari 50 pesawat tempur dan pendukung.
Dengan beroperasinya Fujian, Cina kini memiliki tiga kapal induk yang aktif (Liaoning, Shandong, dan Fujian). Hal ini memiliki implikasi besar, seperti kemampuan proyeksi kekuatan, Fujian memberikan Angkatan Laut Cina (PLAN) kemampuan untuk memproyeksikan kekuatan maritim lebih jauh ke Pasifik dan memelihara kehadiran militer yang berkelanjutan di perairan yang disengketakan (Laut Cina Selatan) tanpa harus kembali ke pelabuhan darat secepat kapal pendahulunya.
Peresmian dan penempatan Fujian secara signifikan meningkatkan tekanan militer dan politik terhadap Taiwan, yang berada di dekat Provinsi Fujian yang namanya disandang oleh kapal ini. Fujian diperkirakan akan berpangkalan di Pangkalan Angkatan Laut Yulin (sering disebut sebagai Pangkalan Angkatan Laut Sanya) di Pulau Hainan, Cina Selatan.
Karena Fujian dilengkapi dengan sistem ketapel elektromagnetik (EMALS), maka kapal induk ini mampu meluncurkan pesawat yang lebih besar dan lebih berat dibandingkan dengan dua kapal induk Cina sebelumnya. Daftar pesawat tempur dan pendukung utama yang akan dioperasikan dari Kapal Induk Fujian adalah:
1. Shenyang J-15T
Pesawat tempur superioritas udara utama, merupakan turunan dari keluarga Su-27/J-11. Varian T (Ketapel) adalah versi yang dimodifikasi khusus untuk menggunakan ketapel (seperti EMALS) daripada ski-jump. Modifikasi ini mencakup penguatan nose gear (roda hidung) agar tahan terhadap tekanan peluncuran ketapel dan catapult launch bar.
Shenyang J-15T Tampil Perdana, Jet Tempur Pertama Angkatan Laut Cina Spesialis “CATOBAR”
2. Shenyang J-35
Jet tempur siluman generasi kelima yang berbasis kapal induk. J-35 adalah masa depan penerbangan maritim Cina. Kehadirannya akan menjadikan Fujian setara dengan kapal induk Amerika Serikat yang mengoperasikan F-35C (stealth).
3. Xian KJ-600
Merupakan pesawat peringatan dini dan kontrol Udara (AEW&C), menjadi mata dan telinga armada. KJ-600 adalah pesawat yang sangat mirip dengan E-2 Hawkeye milik AS. Karena desainnya yang berat dan ukurannya yang besar (termasuk radome besar di punggungnya), KJ-600 tidak bisa diluncurkan dari kapal induk dengan ski-jump.
EMALS pada Fujian adalah satu-satunya cara Cina dapat meluncurkan pesawat AEW&C yang berkapasitas penuh, yang sangat penting untuk memperluas jangkauan deteksi dan komando armada. (Bayu Pamungkas)
Xian KJ-600 Tampil dalam Foto Beresolusi Tinggi, Bukti Kemiripan dengan E-2 Hawkeye



Kehebatan Kapal Induk Fujian terletak pada kemampuan mesin kapal untuk berlayar dan memenuhi kebutuhan listrik seluruh kapal. Sekelas AS dan Prancis lebih memilih menggunakan propulsi nuklir, Rusia pun kalau mau pakai mesin diesel atau kombinasi turbin gas masih mikir2
Koreksi dikit min. J15T bukan turunan dari Su27, melainkan Su-33. Flanker yang dibuat khusus ditempatkan di kapal Induk Soviet.
“Fujian memberikan Angkatan Laut Cina (PLAN) kemampuan untuk memproyeksikan kekuatan maritim lebih jauh ke Pasifik dan memelihara kehadiran militer yang berkelanjutan di perairan yang disengketakan (Laut Cina Selatan) tanpa harus kembali ke pelabuhan darat secepat kapal pendahulunya.”
LCS sudah dalam genggaman Fujian? 🤔