Hanwha Resmi Luncurkan K9 Thunder Varian Roda Ban 8×8, Incar Kontrak NATO dan US Army

Nama besar K9 Thunder sebagai sistem artileri swagerak (Self-Propelled Howitzer/SPH) paling laris di dunia kembali membuat kejutan. Setelah sekian lama menjadi spekulasi dan desain di atas kertas, Hanwha Aerospace dari Korea Selatan akhirnya resmi meluncurkan varian terbaru K9 yang menggunakan platform roda ban (wheeled) 8×8.
Langkah ini bukan sekadar diversifikasi produk, melainkan strategi jitu Hanwha untuk merangsek masuk ke pasar ekspor NATO yang kini semakin menggandrungi sistem artileri berbasis truk, serta menjawab tantangan dalam kompetisi pengadaan artileri masa depan US Army.
Varian terbaru ini tetap mengusung “jeroan” utama yang identik dengan K9 Thunder standar, yakni meriam kaliber 155mm/52-caliber. Artinya, daya pukul, jangkauan tembak, hingga tingkat akurasi yang sudah teruji di medan tempur tetap dipertahankan.
Namun, perbedaan mendasarnya terletak pada mobilitas. Jika K9 konvensional menggunakan rantai (tracked) untuk medan berat, varian baru ini mengadopsi platform roda ban 8×8. Keputusan ini diambil untuk memberikan keunggulan dalam hal kecepatan di Jalan Raya, agar mampu berpindah posisi antar kota dengan jauh lebih cepat tanpa memerlukan truk pengangkut alat berat (tank transporter).

Varian baru juga mengedepankan efisiensi logistik, dengan biaya perawatan roda ban jauh lebih murah dibandingkan sistem roda rantai, serta memiliki konsumsi bahan bakar yang lebih efisien untuk operasi jarak jauh. Dengan platform roda, sistem ini dapat segera meninggalkan posisi setelah melepaskan tembakan untuk menghindari serangan balasan artileri lawan (counter-battery fire).
Satu hal yang paling mencuri perhatian adalah pilihan wahana angkutnya.Dalam beberapa pengembangan untuk pasar ekspor, Hanwha diketahui menjalin kerja sama strategis untuk menggunakan sasis truk Rheinmetall MAN Military Vehicles (RMMV) HX3 8×8.

Truk HX3 dipilih karena memiliki struktur yang sangat kokoh untuk menahan hentakan (recoil) dari meriam 155mm saat ditembakkan. Selain itu, kabin truk ini sudah dilengkapi proteksi lapis baja tingkat tinggi untuk melindungi kru dari serpihan artileri maupun tembakan senjata ringan. Sistem ini juga dirancang untuk dapat dioperasikan secara otomatis sepenuhnya, di mana pengisian amunisi dilakukan oleh robot (fully automated ammunition handling system), sehingga mengurangi jumlah kru yang dibutuhkan di lapangan.
Kehadiran varian roda ban ini sangat erat kaitannya dengan ambisi Hanwha untuk memenangkan kontrak di Amerika Serikat. Melansir laporan terdahulu, US Army memang tengah mencari pengganti atau pendamping bagi sistem M109 Paladin melalui program Next Generation Howitzer.

AS menginginkan sistem artileri yang lebih ringan dan mudah dikerahkan secara global melalui pesawat angkut seperti C-17 Globemaster atau C-130 Hercules. Dengan bobot yang lebih ringan dari varian rantai, K9 varian roda ban 8×8 menjadi kontender yang sangat kuat untuk bersaing dengan sistem artileri dari Eropa seperti Archer (Swedia) atau Caesar (Perancis).
Dengan diluncurkannya K9 Thunder varian 8×8, Hanwha Aerospace membuktikan bahwa mereka sangat adaptif terhadap kebutuhan pasar dunia. Menggabungkan sistem penembakan otomatis yang sudah teruji pada K9A2 dengan mobilitas tinggi platform roda ban 8×8, Korea Selatan kini siap mendominasi pasar artileri NATO dan global dengan pilihan yang lebih lengkap. (Gilang Perdana)
Related Posts
-
Hilang Keseimbangan, Korvet Rudal Iran IRIS Sahand 74 ‘Terbalik’ di Pelabuhan Bandar Abbas
2 Comments | Jul 8, 2024 -
Paramount Mbombe Mark 3 6×6 – Infantry Combat Vehicle Terbaru dari Afrika Selatan
No Comments | Jun 30, 2024 -
Bisa Jadi ‘Senjata Makan Tuan’, Inilah Jenis-jenis Gas Air Mata untuk Mengurai Konsentrasi Massa
No Comments | Aug 31, 2025 -
Prototipe Jet Tempur KF-21 Boramae Lulus PCSE, Siap Diproduksi Massal Tahun Depan
11 Comments | May 17, 2023


