Mengenal Michelangelo: ‘Kubah’ Pertahanan Udara Generasi Baru Italia yang Akan Diuji di Ukraina

Setelah popularitas Iron Dome milik Israel dan Steel Dome dari Turki, raksasa pertahanan Italia, Leonardo, secara resmi memperkenalkan solusi pertahanan udara terintegrasi terbaru mereka yang dinamakan Michelangelo. Menariknya, sistem yang digadang-gadang sebagai pelindung masa depan Eropa ini tidak hanya akan diuji di laboratorium, melainkan akan menjalani baptisan api (combat proven) langsung di medan perang Ukraina.
Sistem Michelangelo dirancang sebagai “Dome (Kubah)” pelindung modular yang bertujuan untuk menangkal berbagai ancaman udara modern, mulai dari drone kamikaze hingga rudal balistik. CEO Leonardo, Roberto Cingolani, menyatakan bahwa sistem ini merupakan jawaban atas kebutuhan perlindungan wilayah yang dinamis dan sangat adaptif.
Berbeda dengan sistem konvensional yang kaku, Michelangelo menawarkan konsep Arsitektur Terbuka (Open Architecture). Hal ini memungkinkan sistem untuk diintegrasikan dengan berbagai perangkat sensor dan unit penyerang yang sudah ada, menciptakan jaring pelindung yang solid namun fleksibel.
Berdasarkan data teknis dan rencana pengembangannya, Michelangelo memiliki beberapa fitur kunci:
Radius Perlindungan Luas & Terukur: Satu unit Michelangelo mampu menciptakan zona aman dengan radius 10 hingga 15 kilometer. Namun, karena sifatnya yang modular, jaringan ini dapat diperluas tanpa batas sesuai kebutuhan strategis di lapangan.
Algoritma Prediktif AI: Keunggulan utama Michelangelo terletak pada kecerdasannya. Sistem ini menggunakan sensor canggih yang dipadukan dengan algoritma prediktif untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan lebih dini. AI pada Michelangelo mampu menganalisis pola serangan dan memberikan saran respons optimal secara real-time.
#Leonardo presents the #MichelangeloDome, an advanced integrated defence system designed to respond to emerging threats in an increasingly complex global landscape.
The project is born from the need to defend and protect critical infrastructure, sensitive urban areas,… pic.twitter.com/APyz73M94S
— Leonardo (@Leonardo_live) November 27, 2025
Hystrix 76 ADS (Elemen Penangkis): Salah satu elemen tempur yang diintegrasikan adalah sistem Hystrix (Land-based 76mm). Mengadaptasi menara meriam kapal laut 76/62 Super Rapid yang legendaris, Hystrix memberikan perlindungan melingkar 360 derajat dengan kemampuan tembak cepat untuk merontokkan target udara dengan biaya per tembakan yang jauh lebih murah dibanding rudal.
Interoperabilitas NATO: Michelangelo dirancang untuk sepenuhnya kompatibel dengan struktur komando dan pengendalian (Command and Control) udara Eropa dan NATO.
Gunakan Teknologi Meriam Laut, Leonardo Hystrix Hadir Sebagai Kuda Hitam Sistem Hanud Darat Mobile
Sebagai sebuah sistem terintegrasi, Michelangelo melibatkan beberapa komponen vital:
Pusat Komando Digital: Unit yang memproses data dari berbagai sensor menggunakan kecerdasan buatan.
Sensor Multispektral: Radar dan sensor optik yang mampu melacak target berukuran kecil (seperti drone) hingga target berkecepatan tinggi.
Unit Efektor (Senjata): Mencakup sistem artileri pertahanan udara seperti Hystrix 76mm dan potensi integrasi dengan peluncur rudal permukaan-ke-udara.
Ukraina akan menjadi tempat pembuktian pertama bagi Michelangelo. Leonardo mengonfirmasi bahwa komponen pertama dari sistem ini sedang dibangun khusus untuk mitra Ukraina dan diharapkan mulai diuji dalam kondisi pertempuran nyata pada akhir tahun 2026.
Langkah berani ini diambil untuk memvalidasi kemampuan sistem sebelum menjalani uji coba resmi di bawah standar NATO pada tahun 2027. Jika berhasil, Michelangelo diprediksi akan menjadi standar baru pertahanan udara Eropa. Leonardo sendiri memproyeksikan pendapatan sebesar €21 miliar hingga tahun 2035 dari sistem ini, dengan setidaknya 20 negara sudah menyatakan minat untuk mengakuisisinya. (Gilang Perdana)


