Paramount Mbombe Mark 3 6×6 – Infantry Combat Vehicle Terbaru dari Afrika Selatan

Afrika Selatan punya rekam jejak dalam merancang dan memproduksi ranpur dan rantis lapis baja, sebut saja salah satunya Casspir MK3 yang saat ini digunakan Sat-81/Gultor Kopassus TNI AD. Dan belum lama ini ada kabar baru dari negeri ujung selatan Afrika tersebut. Paramount, perusahaan teknologi pertahanan dan kedirgantaraan asal Afrika Selatan (Afsel), pada 27 Juni 2024 telah meluncurkan Mbombe Mark 3 (MK3) 6 Infantry Combat Vehicle (ICV) Next Generation 6×6.

Baca juga: Casspir MK3 – “Kuda Perang” Kopassus dari Afrika Selatan

Mbombe 6 Mark 3 adalah varian yang ditingkatkan dan akan diproduksi sebagai jawaban ketika pasar kendaraan lapis baja global sedang mengalami perubahan besar dan pemerintah di seluruh Eropa memperkuat kekuatan darat dan kemampuan produksi dalam negeri, sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan global yang diintensifkan dalam perang Rusia versus Ukraina.

Keluarga rantis Mbombe terdiri dari pilihan penggerak 4×4, 6×6 dan 8×8, mencerminkan tuntutan yang terus berkembang di medan perang global. Konstruksi canggihnya menawarkan kemampuan manuver tingkat tinggi, kemudahan integrasi sistem senjata dengan jangkauan luas dan tingkat perlindungan yang luar biasa, sehingga menjamin keselamatan personel militer.

Mbombe 6 (varian awal) telah dipasok ke empat negara yang berlokasi di Afrika, Timur Tengah, Amerika Latin dan Asia. Rantis ini juga telah berhasil diproduksi di Kazakhstan sebagai bagian dari model produks bersama antara Paramount dengan Kazakhstan Paramount Engineering.

Mbombe 6 Mark 3 menawarkan sistem kelistrikan yang didesain ulang dengan fokus pada peningkatan ergonomi pengemudi, kemampuan adopsi komponen yang lebih tersedia secara komersial, lengkap dengan tata letak interior baru yang menawarkan fungsionalitas dan pemanfaatan ruang yang lebih besar. Peningkatan tersebut juga mencakup perlindungan ekstra pada ruang mesin dan kemampuan pemulihan dengan penambahan bumper depan yang diperkuat, lengkap dengan titik pemulihan terintegrasi dan winch listrik yang diperbarui.

ICV Mbombe 6×6 adalah kendaraan tempur infanteri low-profile yang sangat lincah, mampu membawa muatan besar di semua jenis medan. Rantis ini dapat dikonfigurasikan sebagai pengangkut personel lapis baja atau kendaraan tempur lapis baja dan menawarkan perlindungan tak tertandingi kepada pengguna akhir di medan pertempuran.

Mbombe 6 menawarkan ketahanan yang ditingkatkan terhadap efek ledakan ranjau darat, IED, ledakan samping, dan serangan RPG, yang dicapai melalui teknologi ranjau berlantai datar yang memberikan perlindungan ranjau luar biasa tanpa menggunakan desain bentuk V tradisional.

Delima Jaya Rilis Prototipe Rantis MRAP dari Desain ‘Kawin Silang’ Bushmaster dan Casspir

Siluet platform yang rendah juga menawarkan pengurangan target serangan , sementara lambung lapis baja memberikan perlindungan terhadap serangan balistik (Perlindungan balistik yang dapat diskalakan hingga STANAG 4569) dan ledakan ranjau darat anti-tank (STANAG level 4a dan 4b).

Lebih dari 20 unit Mbombe 6 saat ini sedang dalam produksi, memenuhi beragam kebutuhan operasi militer, termasuk di Ukraina. Kendaraan ini dilengkapi untuk berbagai misi militer seperti kontra-terorisme, patroli perbatasan, dan pemeliharaan perdamaian, dengan menonjolkan kemampuan beradaptasi dan keserbagunaannya.

Mbombe 6 menonjol karena kemampuan operasionalnya yang fleksibel, dengan tempat duduk untuk dua awak di depan, seorang komandan atau penembak, dan delapan penumpang tambahan di belakang. Konfigurasi 6×6, mesin diesel turbo yang menghasilkan 336 kW, dan transmisi otomatis memungkinkannya menavigasi medan yang menantang secara efektif, dan mencapai kecepatan hingga 110 km per jam dan menempuh jarak hingga 1.000 km.

Fitur-fitur seperti Central Tyre Inflation System (CTIS) dan Battlefield Management Systems semakin meningkatkan kemampuannya, menjadikan Mbombe 6 solusi yang kuat dan serbaguna untuk tantangan keamanan kontemporer. (Gilang Perdana)

Milkor 4×4 – Rantis APC dari Afrika Selatan, Digadang Ideal untuk Pasar Benua Hitam