Hilang Keseimbangan, Korvet Rudal Iran IRIS Sahand 74 ‘Terbalik’ di Pelabuhan Bandar Abbas

Pada hari Minggu, 7 Juli lalu, beredar foto yang memperlihatkan sebuah insiden di Pelabuhan Selatan Bandar Abbas, yang dikenal sebagai basis armada Angkatan Laut Iran, sebuah korvet yang diketahui adalah IRIS Sahand dengan nomer lambung 74, telah kehilangan keseimbangan akibat kegagalan selama proses perbaikan yang menyebabkan masuknya air dan membuat lambung kapal terbalik.

Baca juga: IRIS Alborz (72) – Frigat Iran Berumur Setengah Abad yang Berani Tantang Armada AS di Laut Merah

Bukan sekedar terbalik, hampir sebagian lambung IRIS Sahand bahkan telah terendam. Buntut dari kejadian tersebiut, sejumlah orang dikabarkan mengalami luka-luka, namun tidak ada yang mengalami luka serius. Kantor Berita Iran – IRNA, melaporkan bahwa kapal tersebut dapat dikembalikan ke posisi keseimbangan dengan cepat.

Tidak disebutkan secara spesifik kapan kecelakaan itu terjadi. Media pemerintah memuat gambar kapal yang terbalik dan mengatakan beberapa orang dibawa ke rumah sakit karena luka ringan.

IRIS Sahand 74 saat diluncurkan.

IRIS Sahand 74 adalah bagian dari korvet Moudge class, yang oleh Iran kapal perang jenis ini disebut sebagai ‘destroyer.’ Bagi Angkatan Laut Iran, Moudge class yang berbobot 1.500 ton disebut sebagai kapal perusak (destroyer). Sementara dalam klasifikasi global, termasuk di Indonesia, kapal perang dengan bobot 1.500 ton masuk sebagai kelas korvet atau light frigate.

Moudge class adalah lambang supremasi kemandirian industri pertahanan Iran, khususnya di segmen matra laut. Moudge class adalah kapal perang dengan tonase terbesar yang berhasil dibuat oleh Iran untuk saat ini. Bila merujuk ke rencana awal, Iran sejatinya akan memproyeksikan pembangunan tujuh unit Moudge class.

Dirunut dari spesifikasi, Moudge class punya panjang 95 meter dan lebar 11 meter. Destroyer rasa korvet ini ditenagai 2× mesin diesel dengan kekuatan 10,000 hp dan 4x generator diesel – dengan kekuatan tiap generator 740 hp. Kemampuan lesatnya pun lumayan yaitu dapat ngebut sampai kecepatan maksimum 30 knots.

Konfigurasi sistem senjata antar Moudge class tidak sama. Sahand 74 dibekali 2×4 peluncur rudal anti kapal Sayyad-3 dan untuk perlindungan anti serangan udara jarak menengah, tersedia empat peluncur rudal hanud Fajr. Yang disebut terakhir, kabarnya Fajr merupakan hasil reverse engineering dari RIM-66/SM-1 standard missile. Fajr dapat menjangkau sasaran sejauh 74 km pada ketinggian sampai 24,4 km.

Moudge Class – Destroyer Rasa Korvet Produksi Dalam Negeri Iran

Lain dari itu, setiap Moudge Class dilengkapi meriam reaksi cepat Fajr 27 pada haluan – yang tak lain adalah jiplakan meriam OTO Melara 76 mm. Masih dari lini senjata konvensional, Moudge Class dilengkapi satu pucuk meriam kaliber 40 mm, dua pucuk kanon Oerlikon 20 mm dan dua peluncur triple tube torpedo ringan kaliber 324 mm. Khusus di Sahand 74, terdapat satu pucuk kanon reaksi cepat (CIWS) jenis Kamand 30 mm – yang ini tak adalah jiplakan kanon AK-630.

Meski tak dilengkapi fasilitas hanggar, Moudge yang punya artinya ‘gelombang’, dilengkapi helipad yang cukup besar, bahkan dirancang mampu didarati helikopter angkut sedang sekelas Bell-212.

IRIS Sahand 74 diluncurkan dari galangan Nedaja Factories di Bandar Abbas pada 18 September 2012, dan resmi masuk kediansan Angkatan Laut Iran pada 1 Desember 2018. (Gilang Perdana)

Iran Tempatkan Rudal Hipersonik di ‘Destroyer Rasa Korvet’ IRINS Damavand (Moudge Class)

2 Comments