Eskalasi Timur Tengah Memanas: Lockheed Martin Genjot Produksi Rudal THAAD Hingga Tiga Kali Lipat

Lockheed Martin mengumumkan langkah ambisius untuk melipatgandakan produksi pencegat sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). Langkah ini diambil guna memenuhi lonjakan permintaan global dan mengatasi kekosongan inventaris pertahanan udara yang kian mengkhawatirkan di tengah ketidakpastian keamanan dunia.

Baca juga: Lindungi Israel dari Ancaman Rudal Balistik, AS Kerahkan Satu Baterai Sistem Hanud THAAD Berikut 100 Personel

Namun, laporan terbaru mengungkapkan bahwa target produksi “tiga kali lipat” tersebut nyatanya hanya mencapai delapan rudal per bulan. Angka ini memicu perdebatan sengit di kalangan analis militer, termasuk laporan dari Defence UA, yang menilai bahwa kapasitas tersebut menunjukkan betapa tidak siapnya basis industri pertahanan AS jika harus menghadapi konflik berkepanjangan melawan kekuatan besar seperti Iran atau poros Rusia-Cina.

Eskalasi ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel telah menempatkan sistem THAAD sebagai aset paling vital di kawasan Teluk. Negara-negara sekutu AS kini berada dalam status siaga tertinggi guna menghadapi potensi hujan rudal balistik.

Uni Emirat Arab (UEA) sebagai pelanggan internasional pertama, baru-baru ini memperkuat pertahanannya melalui pengadaan tambahan unit THAAD. Langkah strategis ini diambil sebagai respons langsung atas serangkaian serangan drone dan rudal terhadap infrastruktur vital mereka beberapa waktu lalu.

Arab Saudi saat ini tengah mempercepat kesiapan tempur baterai THAAD mereka sebagai bagian dari kesepakatan bernilai miliaran dolar. Di tengah ancaman perang terbuka antara Iran vs Israel-AS, Arab Saudi memposisikan THAAD sebagai lapisan pertahanan teratas untuk melindungi situs suci dan ladang minyak mereka dari rudal balistik jarak menengah Iran seperti Khyber atau Fattah.

Dari sejarahnya, THAAD dikembangkan pada era 1990-an setelah pengalaman pahit AS menghadapi rudal Scud Irak dalam Perang Teluk. Sistem ini dirancang khusus oleh Lockheed Martin untuk mencegat rudal balistik jarak pendek, menengah, dan menengah-jauh tepat di fase akhir (terminal) penerbangannya.

Tandingi THAAD, Rusia Lindungi Moskow dengan Sistem Hanud S-500 Prometheus

Berbeda dengan sistem konvensional, THAAD tidak membawa hulu ledak peledak. Ia menghancurkan target murni melalui energi kinetik (tabrakan fisik) Hit-to-Kill pada kecepatan hipersonik, yang meminimalkan risiko ledakan nuklir atau kimia di udara.

THAAD mampu mencegat target baik di dalam maupun di luar atmosfer dengan jangkauan hingga 200 km dan ketinggian mencapai 150 km.

Sistem hanud THAAD di Guam,

Baterai THAAD dilengkapi dengan radar X-band paling kuat di dunia yang mampu mendeteksi ancaman dari jarak yang sangat jauh, memberikan waktu reaksi krusial bagi komando pertahanan.

Kehebatan THAAD harus ditebus dengan biaya yang sangat mahal, menjadikannya salah satu alutsista paling eksklusif di dunia. Harga per baterai satu paket baterai lengkap (radar, sistem kendali, dan peluncur) dibanderol antara US$2,3 miliar hingga US$3 miliar. Sementara harga rudal pencegat (interceptor) dihargai sekitar US$12,6 juta hingga US$15 juta.

Hingga saat ini, populasi sistem THAAD masih sangat terbatas karena biaya dan kompleksitasnya. Amerika Serikat menempatkan unit utama THAAD di Guam, Korea Selatan, dan penempatan darurat di Israel. Di luar AS, hanya UEA dan Arab Saudi yang mengoperasikan THAAD.

Respon Uji Peluncuran Rudal Balistik Antarbenua oleh Cina, AS Gelar Sistem Hanud Aegis Ashore di Guam

Meskipun produksi dinaikkan menjadi 8 unit per bulan (sekitar 96 rudal per tahun), para analis memperingatkan bahwa jumlah ini sangat kecil dalam skenario perang nyata. Dalam satu serangan besar-besaran, sebuah negara seperti Iran bisa meluncurkan ratusan rudal dalam semalam.

Dengan harga satu rudal pencegat mencapai US$12,6 juta, tantangan bagi sekutu AS bukan hanya soal ketersediaan unit, tetapi juga keberlanjutan ekonomi dalam menghadapi serangan rudal musuh yang harganya jauh lebih murah. (Gilang Perdana)

Tandingi THAAD, Cina Tampilkan Sistem Pertahanan Udara Anti Rudal Balistik HQ-19 untuk Pasar Ekspor

One Comment