
Terjun darurat di behind enemy lines adalah momok yang menakutkan bagi setiap penerbang militer dalam operasi pertempuran, namun toh risiko itu harus dipersiapkan secara matang, termasuk kemampuan bertahan hidup dan melarikan diri dari kejaran pasukan lawan yang bakal melakukan penangkapan. Untuk poin yang terakhir, umumnya penerbang dalam misi tempur dibekali senjata terbatas untuk membela diri. Ditempatkan dalam survival kit, seperti pilot tempur NATO yang berlaga di Timur Tengah tak sebatas membawa pistol semata. (more…)

Dalam jagad pesawat militer, semakin kecil level radar cross section (RCS) maka semakin baik dalam menunjang setiap misi, lantaran kian kecilnya RCS menjadikan dimensi tangkapan radar pada pesawat yang bersangkutan kian minim di layar monitor ground control radar. Sebut saja F-22 Raptor yang punya RCS 0,0001 m2 dan F-35 dengan RCS 0,005. Dengan level RCS tersebut, keduanya masuk dalam kategori jet tempur stealth. Lantas bagaimana dengan F-16C, ternyata level RCS-nya 4 m2. (more…)

Untuk pertama kalinnya sejak terbang perdana pada 29 Januari 2010, pesawat tempur generasi kelima Sukhoi Su-57 Felon dilaporkan jatuh dengan kondisi total lost pada 24 Desember 2019. Jet tempur stealth dengan nomer “01 blue” dilaporkan jatuh sekitar 110-120 kilometer dari Bandara Dzyomgi, Khabarovsk Krai. Dalam insiden ini, pilot diwartakan berhasil melontarkan diri dan mendarat dengan selamat. (more…)

Meski masih menanti penandatanganan kontrak pembelian, namun KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna telah menyebutkan bahwa Indonesia akan mengakuisisi 32 unit F-16 Viper Block 72 untuk melengkapi dua skadron pada periode 2020 – 2024. Sementara Indonesia masih dalam proses finalisasi kontrak Viper, maka ada kabar dari basis produksi Lockheed Martin di Greenville, South Carolina, bahwa pada 17 Desember lalu telah diumumkan dimulainya produksi F-16 Viper perdana yang merupakan pesanan AU Bahrain. (more…)

Dengan order 66 unit F-16V Viper dan upgrade sekitar 142 unit F-16 A/B menjadi berstandar Viper, menjadikan Taiwan sebagai sebagai pengguna terbesar keluarga jet tempur F-16 di Asia Pasifik. Besarnya populasi F-16, menjadi dasar Pemerintah Taiwan untuk mendorong pendirian pusat pemeliharaan F-16 di Taiwan. Kabarnya perusahaan pemerintah, Aerospace Industrial Development Corp (AIDC) dan Lockheed Martin segera akan melakukan penandatanganan kemitraan strategis dalam waktu dekat. (more…)

Sebagai sekutu Rusia, sudah barang tentu arsenal alutsista Belarusia adalah lansiran Rusia, atau minimal kental dengan turunan Rusia. Belarusia pun dipilih Indonesia sebagai lokasi upgrade jet tempur Sukhoi Su-27 Skadron Udara 11 yang telah tuntas beberapa waktu lalu. Namun ada kabar yang mengejutkan, bahwa AU Belarusia terkesan ogah-ogahan untuk menerima jet tempur multirole Sukhoi Su-30 dari Rusia. (more…)

Bila F-16 A di Indonesia kini tengah menjalani program eMLU (enhanced Mid Life Upgrade), maka lain halnya di Amerika Serikat, stok F-16 yang berada di “The Boneyard” Arizona, beberapa telah dibangkitkan dari kubur, dan diaktifkan kembali. Namun pengaktifan F-16 Fighting Falcon ini bukan untuk dijual kembali ke suatu negara, melainkan F-16 yang telah menghuni gurun ini telah disulap menjadi drone. Ya, AU Amerika Serikat memang menggadang F-16 tua sebagai drone alias pesawat tempur tanpa awak. (more…)

Sesuai dengan dinamika zaman, peperangan udara di masa depan akan didominasi oleh keterlibatan unsur electronic warfare (EW), maka tak heran bila seperti AU Australia sejak dini telah mengoperasikan satu skadron EA-18G Growler untuk mengantisipasi skema ancaman tersebut. Bagaimana dengan Indonesia? Meski terkesan tertinggal, upaya untuk menjawab potensi combat air EW sudah dimulai dengan paket upgrade pemasangan jammer pod pada dua jet tempur Sukhoi Su-27SK TS-2701 dan TS-2702 yang telah selesai menjalani proses upgrade pada 2017 di Belarusia. (more…)

Setidaknya butuh waktu 20 tahun lagi sampai unit perdana jet tempur generasi keenam dalam proyek Future Combat Air System (FCAS) diterima oleh Jerman, Perancis dan Spanyol. Dalam periode ‘waktu tunggu’ yang lumayan panjang, segala kemungkinan dapat terjadi, eskalasi peperangan dapat meletus seketika dengan intensitas yang tak lazim. (more…)

Sebagai jet tempur yang terlahir di dekade 70-an, antara F-16 Fighting Falcon dan F/A-18 Hornet punya kisah dan reputasi tersendiri, meski sama-sama digunakan militer Amerika Serikat, F-16 melesat sebagai representatif dari angkatan udara, sedangkan F-18 sebagai representatif dari kekuatan udara AL AS. Namun dalam menyikapi dinamika peperangan elektronika, rupanya strategi F-16 dan F/A-18 sedikit beda. (more…)