Jadi Operator Terbesar di Asia Pasifik, Taiwan Bangun Pusat Pemeliharaan F-16
|Dengan order 66 unit F-16V Viper dan upgrade sekitar 142 unit F-16 A/B menjadi berstandar Viper, menjadikan Taiwan sebagai sebagai pengguna terbesar keluarga jet tempur F-16 di Asia Pasifik. Besarnya populasi F-16, menjadi dasar Pemerintah Taiwan untuk mendorong pendirian pusat pemeliharaan F-16 di Taiwan. Kabarnya perusahaan pemerintah, Aerospace Industrial Development Corp (AIDC) dan Lockheed Martin segera akan melakukan penandatanganan kemitraan strategis dalam waktu dekat.
Baca juga: F-16 Viper Taiwan, Sukhoi Su-35 Cina dan Polemik Bisnis Antara Washington dan Beijing
Dikutip dari focustaiwan.tw (16/12/2019), disebutkan AIDC dan Lockheed Martin akan segera melakukan penandatanganan pada Selasa (17/12/2019) di Distrik Shalu Taichung, dengan disaksikan oleh Perdana Menteri Su Tseng-chang dan dihadiri oleh perwakilan Lockheed Martin, pejabat pertahanan dan ekonomi Taiwan.
Pihak AIDC mengatakan kesepakatan tersebut ditujukan untuk menanggapi keinginan pemerintah untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan secara lokal, di samping harapan untuk meningkatkan industri di dalam negeri.
Taiwan seperti diketahui, Taiwan sedang dalam proses pengadaan 66 jet tempur F-16 Viper dengan nilai US$8 miliar. Disamping program pengadaan, ada program NT$110 miliar (US$4,56 miliar) untuk upgrade 142 unit F-16 A/B yang ditingkatkan dengan spesifikasi yang sama dengan F-16V. Secara keseluruhan, Taiwan akan mengoperasikan 200 unit lebih F-16. Program upgrade ke-142 unit F-16 A/B dilaksanakan oleh AIDC, dan semua proses upgrade dijadwalkan tuntas pada tahun 2023.
Proses upgrade sendiri telah dirintis sejak 2015. Selama ini baru 6 unit F-16 yang telah di-upgrade dari 24 unit yang dijadwalkan pada batch pertama. Selain ada isu anggaran, program upgrade diwartakan sempat terkendala karena masalah kekurangan tenaga kerja. Atas itu tenaga kerja, kabarnya AIDC dan Lockheed Martin kini telah menambah sekitar 200 tenaga injiner. Program upgrade ke-142 unit F-16 A/B mencakup instalasi new mission computers, upgraded electronic warfare suite and avionics, new radar system and the integration of precision-guided weapons.
Dalam dokumen yang disampaikan Defense Security Cooperation Agency (DSCA), persetujuan atas kontrak Viper Taiwan mencakup 66 unit F-16 Viper, 75 mesin GE Aviation F110, data links, 75 radar Northrop Grumman APG-83 Active Electronically Scanned Array (AESA), 75 electronic warfare suite, peralatan, pelatihan, serta layanan lain yang terkait dengan pembelian dalam skala besar.
Baca juga: Kurang ‘Sreg’ Terima Sukhoi Su-30, Belarusia Mulai Lirik F-16 Fighting Falcon
Penjualan F-16 Viper terjadi di tengah pertikaian perdagangan yang semakin sengit antara Cina dan AS. Beijing mengatakan akan menghukum perusahaan yang terlibat dalam penjualan senjata ke Taiwan. Namun ancaman semacam itu agaknya tidak relevan dengan perusahaan seperti Lockheed Martin dan Northrop yang memang diuntungkan oleh munculnya kompetitor setara bagi AS. (Bayu Pamungkas)
Oh ini toh alasan kenapa pengadaan F16 Taiwan dihitung hitung mahal akibat dari adanya tambahan berupa fasilitas pusat pemeliharaan
Haaa? 3 tahun updgrade 143 pesawat??
Ruar biasaa
Apapun pesawatnya, yang penting gacor di medan perang. Jangan sampe kopongan senjatanya atau malah radarnya seperti T-50. Jangan lupa TOT nya dan bangun infrastruktur untuk maintenance. Jangan seperti sukhoi, service nya harus di Belarusia atau Rusia. Ongkir nya aja udah mahal…..
Awas nnti teknologi radar aesanya dicontek mata2 cina mainland
F-16 A/B TNI harusnya si upgrade setara F-16 viper. Biar lebih garang lg patroli di Natuna.
Lbh suka gripen yg irit. Punya 2 skuadron gripen NG, mantap sih.
Sama aje mas bro gripen gado2 tech nya amrik,Ingrid,kanada,perancis,dll malah tambah ruwet
Dia gatau kali gimana rasanya Logistic Nightmare…
Jangan menghina negara lain, kita sendiri juga produksinya gado-gado, bagaimana rasanya produk kita dihina negara lain ? sakit bukan ?
ini baru mantaaaabbbssss….