Shahed Drone SeriesKlik di Atas

B-52J Stratofortress: Rolls-Royce Tuntaskan Uji Ketinggian dan Operabilitas Mesin F130

Rolls-Royce secara resmi mengumumkan keberhasilan penyelesaian fase penting dalam pengujian mesin F130 yang akan menjadi jantung baru bagi pesawat pembom strategis Amerika Serikat, B-52J Stratofortress. Pencapaian ini menandai kemajuan signifikan dalam program modernisasi alutsista ikonik tersebut.

Baca juga: Soal Ancaman Nuklir, Ternyata Cina Lebih Khawatir Pada Kemampuan Pembom Lawas B-52 Stratofortress

Berdasarkan rilis resmi pada 24 Februari 2026, Rolls-Royce telah merampungkan pengujian altitude (ketinggian) dan operabilitas di fasilitas pengujian darat canggih milik NASA di Cleveland, Ohio. Uji coba ini sangat krusial karena memastikan bahwa mesin baru tersebut mampu bekerja dengan performa optimal di berbagai profil ketinggian ekstrem yang akan dihadapi oleh B-52 dalam misi operasionalnya.

Pengujian di fasilitas NASA memungkinkan para insinyur untuk menyimulasikan kondisi atmosfer pada ketinggian tinggi yang mustahil dilakukan di darat biasa. Fokus utama dari pengujian ini adalah memvalidasi bagaimana mesin F130 merespons perubahan tekanan udara, suhu ekstrem, dan berbagai skenario operasional yang menuntut responsivitas cepat dari mesin.

Pembom B-52H Mendarat di Kualanamu, Jadi Jenis Pembom Kedua AS yang Mendarat di Indonesia

Hasil pengujian menunjukkan bahwa F130 melampaui ekspektasi dalam hal efisiensi bahan bakar dan stabilitas pembakaran. Keunggulan ini sangat vital bagi pembom jarak jauh seperti B-52, yang seringkali harus terbang belasan jam melintasi samudera tanpa henti.

Transformasi Menjadi B-52J
Program penggantian mesin ini merupakan bagian dari upaya Angkatan Udara AS (USAF) untuk memperpanjang usia pakai armada B-52 hingga tahun 2050-an. Dengan mengganti mesin Pratt & Whitney TF33 yang sudah tua dengan Rolls-Royce F130, pesawat yang nantinya akan berganti nama menjadi B-52J ini akan mendapatkan beberapa keuntungan utama, seperti peningkatan jangkauan dengan efisiensi bahan bakar yang jauh lebih baik, biaya perawatan lebih rendah berkat mesin F130 dirancang untuk tetap berada di sayap pesawat selama sisa masa pakainya tanpa perlu overhaul besar. Adopsi mesin baru juga lebih ramah lingkungan dengan penurunan emisi karbon yang signifikan.

Setelah Upgrade dengan Mesin dan Radar Baru, Pembom B-52H Berubah Kode Varian Jadi B-52J Stratofortress

Adam Riddle, Presiden Rolls-Royce North America, menyatakan bahwa keberhasilan pengujian ini membuktikan kesiapan teknologi F130 untuk mendukung misi pencegahan strategis global AS. Mesin ini diproduksi di fasilitas modern Rolls-Royce di Indianapolis, yang telah menginvestasikan jutaan dolar dalam teknologi manufaktur canggih untuk mendukung program USAF.

Langkah selanjutnya bagi tim pengembang adalah mengintegrasikan hasil data pengujian ini ke dalam model digital sebelum akhirnya melakukan uji terbang perdana pada prototipe B-52J yang dijadwalkan dalam waktu dekat. (Gilang Perdana)

Rolls-Royce F130, Mesin Baru Untuk Pembom Strategis B-52 Mulai Diuji Coba