Update Krisis IranKlik di Atas

Arab Saudi Jadi Launch Customer C-27J Spartan MPA: Predator Maritim Baru Leonardo

Langkah strategis Arab Saudi dalam memperkuat satuan udara maritim ditandai pada ajang World Defense Show (WDS) 2026 di Riyadh. Melalui pengumuman yang mengejutkan, Arab Saudi resmi menjadi launch customer bagi varian terbaru pesawat besutan Leonardo, yakni C-27J Spartan dalam konfigurasi Maritime Patrol Aircraft (MPA) yang dipersenjatai.

Baca juga: C-27J Spartan – Pesawat Angkut Taktis Lapis Kedua RAAF, Pernah Jadi Incaran TNI AU

Meski platform Spartan sudah lama dikenal sebagai pesawat angkut taktis yang andal, varian MPA ini merupakan sebuah evolusi besar yang mengubah pesawat logistik menjadi pemburu kapal permukaan dan kapal selam yang sangat mematikan.

Kekuatan utama dari C-27J MPA ini terletak pada integrasi sistem misi Airborne Tactical Observation and Surveillance (ATOS). Sistem ini bertindak sebagai otak yang menyatukan radar intai maritim canggih, sensor elektro-optik inframerah, dan perangkat elektronik lainnya ke dalam satu layar operasional.

Melalui ATOS, kru pesawat dapat mendeteksi dan mengunci target di tengah laut dengan akurasi tinggi, bahkan dalam kondisi cuaca buruk. Hal yang paling membedakan pesanan Saudi ini adalah paket senjatanya; pesawat ini dipersenjatai dengan rudal anti-kapal jarak jauh Marte-ER serta torpedo ringan MU90, menjadikannya platform MPA kelas menengah pertama yang memiliki daya gempur sekelas kapal fregat.

Jika dikomparasikan dengan pemain lama seperti CN-235 MPA atau C-295 MPA, C-27J Spartan menawarkan performa mesin yang jauh lebih bertenaga. Mengandalkan mesin Rolls-Royce AE2100-D2A yang identik dengan mesin C-130J Super Hercules, Spartan memiliki kecepatan jelajah dan kemampuan daki yang lebih unggul.

Kapasitas ruang kargonya yang lebih tinggi juga memberikan fleksibilitas lebih bagi kru dalam mengoperasikan konsol sensor dibandingkan CN-235 yang lebih sempit. Dengan berat standar dan struktur militer yang kokoh, C-27J mampu lepas landas dari landasan pendek dengan beban senjata maksimal, memberikan keunggulan taktis di wilayah pesisir Arab Saudi yang luas.

Momentum akuisisi ini terasa semakin kuat karena diumumkan di tengah rekor transaksi WDS 2026 yang mencapai 33 miliar Riyal. Meski nilai kontrak tunggal untuk empat pesawat ini tidak dirinci secara publik, para analis memperkirakan nilai kesepakatannya berada di kisaran US$250 juta hingga US$350 juta. Angka ini dianggap sangat kompetitif mengingat paket tersebut mencakup sistem sensor ATOS yang mahal serta dukungan logistik jangka panjang.

Lebih jauh lagi, kontrak ini bukan sekadar jual-beli, melainkan bagian dari visi Saudi Vision 2030 yang menekankan lokalisasi industri. Leonardo telah berkomitmen untuk melakukan transfer teknologi, sehingga perawatan dan dukungan teknis pesawat ini nantinya akan melibatkan industri pertahanan lokal Arab Saudi.

Kehadiran C-27J MPA di jajaran kekuatan udara Riyadh menandai pergeseran paradigma dalam patroli maritim kawasan Teluk. Arab Saudi kini tidak lagi hanya mengandalkan pesawat pengintai yang hanya berfungsi sebagai “mata di langit”, tetapi telah memiliki predator udara yang mampu melakukan deteksi sekaligus eksekusi serangan secara mandiri.

Dengan rekam jejak Spartan yang sudah teruji di berbagai belahan dunia, varian MPA bersenjata ini diprediksi akan menjadi standar baru bagi negara-negara lain yang menginginkan pesawat patroli maritim yang lincah, tangguh, dan mematikan. (Gilang Perdana)

Embraer dan Angkatan Udara Brasil Kembangkan C-390 Millennium Jadi Pesawat Intai Maritim, Dibekali Rudal Anti Kapal