Jelang Pembangunan Unit Perdana Frigat Iver Huitfeldt, Kemhan, PT PAL dan Prinsipal Atur Soal Workshare

Meski tengah dirundung pandemi Covid-19, rupanya program akuisisi frigat Iver Huitfeldt terus berjalan. Sebagai wujud konkritnya, pada 30 April lalu, pihak perwakilan dari Kementerian Pertahanan RI, manufakur kapal PT PAL dan PT Sinar Kokoh Persada, agen dari Indonesia untuk perusahaan Denmark Odense Maritime Technology (OMT), telah menandatangani kontrak pembukaan (preamble contract) untuk pengadaan unit perdana frigat asal Denmark tersebut.
Demikian kabar tersebut diwartakan situs Janes.con (12/6/2020), poin dalam kontrak tersebut mencakup pengaturan workshare yang akan dilakukan setelah kontrak efektif (aktual) dapat direalisasikan. Sejauh ini, Indonesia disebut akan membangun dua unit frigat Iver Huitfeldt di fasilitas galangan PT PAL. Nilai proyek pembangunan kedua unit frigat dikatakan mencapai US$720 juta atau sekitar Rp11 trilun, dan akan digarap dalam periode lima tahun.
Iver Huitfeldt Class dibangun oleh Odense Steel Shipyard di Denmark pada tahun 2008. AL Denmark sendiri membangun tiga kapal di kelas ini, yakni Iver Huitfeldt (F361), Peter Willemoes (F362), dan Niels Juel (F363). Persenjataan Iver Huitfeldt Class milik AL Denmark tergolong mumpuni dan lengkap, yakni kanon reaksi cepat Oto Melara 76 mm Super Rapid, 32 sel peluncur rudal vertikal (VLS) Mk 41 untuk rudal permukaan ke udara SM-2 IIIA, 24 sel VLS Mk 56 untuk rudal permukan ke udara RIM-162 ESSM (Evolved SeaSparrow Missile), 2 peluncur berisi empat tabung untuk rudal anti kapal Harpoon, satu unit Oerlikon Millennium 35 mm sebagai CIWS, dan dua peluncur torpedo MU90.

Jika kelak masuk jajaran arsenal TNI AL, Iver Huitfeldt Class akan menjadi kapal perang terbesar di Asia Tenggara. frigat ini nantinya digadang-gadang bakal menjadi yang tercanggih dan terbesar di Asia Tenggara melebihi Formidable Class milik Singapura. Bayangkan, berat Iver Huitfeldt Class sendiri mencapai 6.645 ton berbanding dengan Formidable Class Singapura yang ‘hanya’ 3.200 ton.
Tentu saja soal bobot tak bisa jadi patokan keunggulan sebuah kapal perang, lantaran kelengkapan persenjataan dan kecanggihan sistem elektronik-lah, yang bakal lebih menentukan keunggulan atas suatu kapal perang di era milenial. Besar harapan, program akuisisi persenjataan untuk Iver Huitfeldt Class nantinya dapat berjalan lancar.
Apalah artinya frigat dengan bobot dan spesifikasi strong tanpa bekal sistem senjata yang memadai. Semoga Iver Huitfeldt TNI AL kelak dapat dilengkapi persenjataan seperti kapal ‘aslinya’ yang kini berlayar di Denmark. (Gilang Perdana)



Mendingan frigat korea yg baru dibeli filipina.. dapat 3 kapal klo 720jt dollar…. lengkap senjatanya..
Jangan terlalu berharap. Nanti kecewa kyak Su 35. Dah lahhh
Innalilahi wa innailaihi Raji’un
Untuk sang inisiator modernisasi TNI AD melalui MBT Leopard 2, MLRS Astros, SPH Caesar, IFV Marder, heli Apache, Shorad Mistral 2, radar Saab Giraffe AMB dan tentunya Tactical Datalink Kartika yang jadi awal network centric warfare TNI
Mantan Kasad Alm Pramono Edhie Wibowo
Masih ingat dengan beliau saat kopi darat rame-rame bersama agen & representatif partner TNI AD di Indo Defense 2012
Semoga amal beliau diterima di sisi Allah SWT Amin YRA
innalillahi wa innailaihiroji’un….turut brduka cita yg sedalam2nya atas mninggalnya mantan KSAD purn Jendral Pramono Edhi Wibowo….
sayang beliau tdk sampe panglima TNI…
Jangan GeEr dulu, yg udah2 juga ya.. begitulah
Contoh aja dg proyek TOT yg sudah berjalan:
1. Senapan serbu : FN dg Pindad
2. Heli puma/suma/caracal: Airbus dg PT. DI
3. FAC FPB-57 : Lurssen dg PT. PAL
4. Kapal selam : DSME dg PT PAL
5. Light fregat : DSNS dg PT. PAL
6. MLU F-16: Lockmar dg depohar
7. Real fregat : Oddense dg PT. Sina ……..🤔
Saya kok gagal paham 🙆🙆🙆
Biar paham, sesuai undang2 setiap brand luar (asing) yang mau masuk berdagang di Indonesia itu harus ada yang mewakili dalam badan hukum. Yang anda sebut dari poin2 di atas ya tetap ada agennya (PT) di Indonesia, tentu bukan PT PAL, PT DI atau Pindad, karena mereka itu penerima ToT dan mitra produksi. Anda ga tau saja, lah menang Lockheed Martin ga ada agen (PT) nya disini? ya ada lah mas 🙂
Saya tau mas tom….tapi dalam pembelian alutsista pernah dengar ada yg mewajibkan dg skema G2G 🤷
Lalu apa bisa negara diwakili oleh perusahaan swasta 🤔
“Ini cuplikannya dari majalah kontan 👇…..atau saya yg gagal paham 🙆🙆🙆”
Presiden Joko Widodo sementara itu dalam arahannya saat Rapat Terbatas tentang Kebijakan Pengadaan Alutsista meminta jajarannya untuk tidak serampangan. Dia memerintahkan agar setiap pengadaan Alutsista dilakukan secara benar. Alutsista ke depan harus dibeli melalui interaksi pemerintah dengan pemerintah penjual atau G2G. Selain itu, pengadaan harus dilakukan secara transparan,akuntabel. Jokowi mengatakan, tidak akan memberi toleransi terhadap penggelembungan Alutsista.
Smiliii….Laaa…kalau negara bersangkutan….sistemnya tidak ada atau tidak mengenal G to G apa kita harus paksa tuh negara mengubah UU nya..seperti Rusia dan Inggris…edn tenan
Koplax…coba kamu gali…ada agennya…kecuali AS yang ada opsi G to G nya
coba dibaca dulu profil PT. SKP itu di webnya, biar jgn jadi fitnah pak. itu dia kalo dari deskripsinya, dia yg handle manajemen projectnya, seperti keseuaian project dengan schedule, spesifikasi, dll.
@calpx
Coba adakah referensi pengalaman project nya dibidang konstruksi perkapalan 🤷
Agen kok ngurusi kontruksi…koplax sekaleee…Agen itu ngurusi hal diluar produksi…belajar dulu nak…ben nggak dianggap lucu komentarmu
Nih definisi dari AGENT :
Agen ialah Perusahaan yang ditunjuk oleh Perusahaan manufaktur pemilik merek, untuk secara ekslusif mengimpor, memasarkan, mendistribusikan, serta melayani layanan purna jual dan lainnya pada wilayah tertentu.
Konstruksi perkapalan itu cakupannya luas…..dari mulai manajemen proyek sampai berhubungan dg supply chain nya ☝️
Itu yg saya tanyakan dimana kompetensi perusahaan ini 🤷
sudah dibilangi Agen itu nggak ngurusi kontruksi seluas luanya…seluas lautan sekalipun…nggak ngurus…ngeyel aja nih orang….lihat definisi agent diatas… dan juga telah dijawab @Calx dibawah
Ya sudah kalo ga tau gak usah dipaksa…..sekarang kontrol dokter agak susah 😖
Ternyata masih bayi, yang kamu sebutkan itu yang diekspose wartawan, perusahan asing pasti menunjuk perwakilannya di negara pembeli (agen), prosesnya sama seperti dagangan lainnya (handphone, mobil, sepeda motor dll).
Produsen hanya ngurusi produksi saja, sedang pemasaran dan lainnya agen yang ngurusi.
kalau semua diurusin produsen, bisa pusing 1000 keliling bosnya
@pos pantau
setelah gw riset, mereka itu sepertinya agen perwakilan dari perusahaan eropa yg bidding buat project di kita,
https://www.intelligenceonline.com/corporate-intelligence/2020/03/25/spk-represents-european-shipyards-in-jakarta,108399127-art nih salah satu artikelnya.
terus mereka juga agen dari perusahaan yg bikin KRI Bima Suci, terus agen dari Perusahaan BUMN Ukraina yg jual BTR ke kita, terus juga agen dari perusahaan yg jual truk KRAZ ke kita.
jadi lu aja yg kurang riset. mereka itu ngewakilin perusahaan eropa yg berbisnis dgn kita, bukan mewakili kita.
Pantas tempo hari gencar beredar rumor yg menyudutkan Damen dg topik ttg “ingkar janji dlm pemberian TOT” dsb-dsb…..modusnya mirip ketika bu Susi berhasil dilengserkan yg dibilang gagallah, tak berpihak pada nelayan kecil, dsb-dsb 🤔
Dan ujung2nya muncullah wajah yg sebenarnya dg penuh percaya diri 🤧
Kalo yang ***** itu kayaknya lebih gede dari yg ini itunya. sekitar 1* – 2*%. Sekarang yang itunya dipangkas hanya maksimal 10% yang ditoleransi. Lebih dari jumlah itu bisa ada pita kuning di sekeliling benda seperti kasus benda tidur di hangar itu.
Kok masih pakai “agent” sih ?? Bukannya harus G 2 G ??? Kenapa gak PT.PAL yg langsung ke ODENSE lewat dephan ???
Tiap negara menawarkan produknya memiliki mekanisme masing-masing sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di negaranya,
Di amerika ada Foreign Military Sales (FMS) dan Agent
Di Inggris dan negara eropa lainnya tak mengenal G to G, harus melalui Agent yang ditunjuk demikian juga Rusia
bismillah kelas GOWIND apa mau diakuisisi secara rapid,kalo mau diakuisisi dibangun di PAL sahaja,jangan lupa rudalnya aster 15 dan 30 rudal tzircon kalo cocok diusung juga,lus torpedo
seharusnya model pengadaan alutsista tuh G2G (Odense x PAL) kagak usah pake calo aka. makelar yang sudah” si babik emang paling jago untuk ngeMarkUp harga.
apakah memungkinkan iver yg dimiliki IDN versi hybrid dengan tsirkon-kalibr-poseidon sebagai armament utama penggebuk lawan.
apakabar nya hey FFI OMEGA nya DAMEN?!?!
Beli saja senjata ke AS…setahuku hanya AS yang memiliki G to G….disamping pilihan dagang melalui Agent
agen pemasaran itu bukan dari pemerintahan suatu negara dek.,.dia lebih condong pada utusan perusahaan bersangkutan dek..,jadi salah kalou bilang hanya usa…karna malah setau saya banyak perusahaan berkelas dunia punya tim sendiri untuk melobi sampai akhir penandatangan kontrak…jadi engak didominisasi usa semata…yang menonjol dari penjualan usa itu malah terkesan keketatan dan proses berbelit….karna memang harus menunggu ijin pihak usa untuk pengajuan pembelian tersebut…jadi pihak pembeli harus dapat ijin terlebih dahulu baik apa yang boleh dibeli atau penolakan apa yang tak boleh dibeli…!!!
moga moga adek adek paham d3ngan penjelasan sedikit d@ri simbah…wkwkwkwk…karna nanti ada yang nanya ngomong apaan nih olang dah panjang ngawur lagi…Hhhhhhhhh.
ah promosi senjata as lagi nih orang.
kata sapa as engak pake agen tuh siagato entung phd apa.
kayak kamu juga agen gelap.wkwkwkwk.
mau komen apa gue sampai lupa gitu….seolah terpukau entah dengan beritanya apa dengan komentar nya….tapi satu harapan simbah kontrak harus jelas jangan nanti ganti presiden akan ada permasalahan serupa kfx….selain jelas juga harus benar benar memberi manfaat bagi kemandirian bangsa….walau saya sedikit ragu dengan yang satu ini…karna memang menyerap ilmu dari tot akan terkendala pada kelengkapan inhan kita…jadi ujung ujungnya ya body kapal lagi dapetnya… tapi engak masalah asal cetak biru langsung agar kedepan mudah bagi kita baik memodifikasi maupun untuk merubah struktur ukuran kapal..jadi kedepan ada iver destroyer bukan hanya iver frigate saja….!! !
Bagaimana kalau seandainya Brahmos yg dimiliki Indonesia segera diaplikasikan ke Iver class…….pasti gahar
Brahmos yg dimiliki Indonesia ???…..hahaha
Yakhont bro bukan brahmos
Yg pnting jadi dulu bisa berenang di laut senjata belakangan👍👍
Serius nih diakuisisi? Ntar hanya angin surga lagi macam su35😕
Seriusan koq om,
Karena ini produk negara barat.
Kalo kasus SU-35 itu mendapat tekanan dr pihak barat gara-gara kita membeli produk Russia.
SU-35 kasusnya banyak…ruwet…tidak sepakat nilai mata uang pembelian….tidak sepakat nilai imbal beli…tidak sepakat ToT /Offset….CAATSA….mungkin juga ada hal lain lagi
Om Gauren lupa IFX yah? Banyak teknologi barat, ga ada tekanan dari si ‘paman’ tapi tetep belum jelas2 kedepannya hehe
Jadi inget kisah si kilo dengan club s nya yg bisa nembak jauh ke darat, berlanjut ke su35 strong bingiits, kemudian ini…..😛
Ayo taruhan pasti armamenty ala kadary jauh dari asliy yg di operasikan Denmark , duit boss,duit ,duity cekakakan 🤧
Untuk meriam utamanya memakai 2x76mm atau pakai 1x127mm???
tar di embargo lagi
Emang sdh ada rudal buatan dalam negeri…?
PAL cuma buat hull doank. Aster-30 lbh pas gandeng ama ASM exo MM-40 block 3
Betull om moga ajah ya kalo harpoon mah kaya nya ga mngkin
Mungkin nanti Harpoon nya diganti dengan rudal Exocet
PT Sinar Kokoh Persada, perannya sebagai apa ya ? makelar, reseller, agen atau dropshiper ??
Sudah dijelaskan diatas, “agen dari Indonesia untuk perusahaan Denmark Odense Maritime Technology (OMT)” jadi RESMI bukan abal-abal
sama aja makelar bro atau calo masa kini … liat aja di web nya skp.co.id ……
ngawur pol…..berarti semua distributor, agen resmi HP, Mobil, makanan dll adalah makelar ??? kalau komen itu dipikir dulu…jangan asal jeplak Asjeb
Lalu PT Sinar ini apa kompentensinya dalam bidang konstruksi kapal wahai @amd aka joko aka tukang pikul yg tak pernah asal jeplak 🤷
Sesuai resumenya pt sinar ini mengklaim berpengalaman dlm menyuplai peralatan telekomunikasi bg pihak keamanan Indonesia….cukup meragukan sebenarnya 🤔
Mungkin ada yg ingat….dalam kontrak PKR apakah bersifat G2G atau juga masih pake perantara seperti ini 🙆
Sarana distribusi yang 10 persen mas smili, itu batas tertinggi yang bisa ditoleransi. Soalnya susah ngilangi kebiasaan yang itu tuh, you know lah.
@pos pantaii Covid
sejak kapan PKR itu G2G, ? itu damen kan bukan state owned shipyardnya belanda.
makelar penghubung.. JPR
Agen atau Dealer product dari luar negeri itu hal yang umum bos, kalau contoh aja Toyota yang sudah puluhan tahun jualan di sini juga penjualan dipegang Astra International. Produknya padahal sudah jutaan unit beredar.
Rata2 produsen senjata punya agen di tiap negara untuk membantu pemasaran.
Apalagi yang tidak ada pabrik disini, dan jumlah unitnya cuman 2 biji. Kan sudah ada BPK, BPKP, KPK dll jika ada penyelewengan tinggal ambil saja.
Saya tau mas @ tango…….tapi pertanyaan bukan itu.
Ini proses pembelian alutsista melalui skema TOT….apa peran perusahaan swasta ini, apa kompetensi dibidang konstruksi perkapalan dan apa proyek serupa yg pernah dikerjakan….serta berapa besar nilai proyek yg pernah dikerjakan.
Bukan berarti tidak percaya pada kemampuan bangsa sendiri…..tapi utk mengerjakan proyek sebesar ini perlu referensi portfolio yg relevan
Saya kira ini pertanyaan yg wajar dan kalo orang sudah melihat kompetensi perusahaan tsb tentu tidak akan ragu …itu saja
mas@ ayam jago Indonesia ada rencanakah beli Thaad ?
Tak bakalan. Mainan orang kaya. Harga paket standar minimum saja USD 1,2 miliar
🤦🏻♂️ kapal malah yh diurus, utang sama korea KFX, diabaikan ….
Misal :
#tetangga lu punya utang sama kamu 10jt dan udah berjalan 2 bulan, dan baru kebayar 2jt.
Dibulan ke -3, tetangga lu tersebut beli mobil 2nd, 28jt cash… kra2 lu bagai mana?
Logikamu salah kaprah, Proyek KFX/IFX itu kerjasama bukan hutang, kalau tak sanggup bayar, keluar saja dari proyek tidak masalah.
Nggak semudah itu Indonesia keluar dari proyek. Dalam semua kontrak kerjasama pasti ada pasal mengenai sangsi bagi pihak yang mangkir dari poin2 kontrak (pasti ada dan Korsel bukan negara bodoh). Beberapa pihak di Indonesia mulai khawatir jika Korsel menyeret masalah ini ke Arbitration Court. Indonesia bisa kena penalti lebih besar dari 20% kewajiban bayar dalam proyek karena harus menanggung kerugian pihak penggugat (Indonesia secara tidak langsung sudah mengacaukan rencana pembangunan pertahanan Korsel, dan Indonesia harus bayar kerugian mereka).
Lah, anggaran belanja alutsista sudah ada pos-nya masing2. Mana mau TNI-AL anggaran mereka digeser buat bayar IFX yang produk jadinya bakal dipake TNI-AU. Kalau mau geser tuh dana ibu kota baru pake aja dulu, nggak begitu mendesak.
perlu diperkuatkan tambahan berlapisan sistem pertahanan anti serangan udara, kapal aset perlu dijaga dalam pertempuran..
KITA harus berani masang YANKHONT ato BRAHMOS !!! CAPE KALO KAPAL GEDE TONNASE KALO SSM nya MASI SUBSONIC. SYUKUR2 KILBIR.
TOLONG SAMnya MICA.
ADA yg tau PKRnya mau DITAMBAH nggak yah???
Kamu saja yang beli terus sumbangkan ke negara, jauh lebih baik daripada koar-koar tidak ada gunanya.
Rumornya PKR nambah 2 lagi. Tahun 2024 ke atas mulai ngejar destroyer (kemungkinan Omega) dan nambah Iver 2 lagi.
Omega aja bobotnya di baeah Iver, armamen hampir sama. Mending Iver aja di kembangin jadi Destroyer.
Omega aja dari desain trus di kembangin dan ditambahin panjangnya dan lebarnya juga persenjataan plus sensornya ditambah lebih banyak….OMEGA strooonggg
Hoho
Pre contract agreement rupanya nih. Kemhan, TNI, Bumnis dan vendor. Mudah mudahan lanjut seperti yang lainnya. Jangan seperti RBS23 Bamse yang sudah pre contract agreement akhirnya batal karena permintaan Saab sendiri tapi ada hikmahnya Rusia tak lagi menawarkan Pantsir
Tradisi pengadaan ala era reformasi yaitu FBNW alias nyicil pastinya gitu lho!!
Yang menarik adalah dengan alokasi anggaran yang kini diturunkan dimana hull + CMS + sensor + Naval gun 127 mm dengan USD 390 juta kini turun ke 360 juta dimana sebelumnya kombinasi APAR + Smart L berganti jadi TRS4D + MSSR2000 dan kini alokasi arsenal yang sebelumnya USD 280-290 juta kini turun jadi 240-260 juta dimana sebelumnya diagendakan 2 CIWS Millenium+ 32 cells Mk41 VLS berisi kombo ESSM + Asroc + NSM sekarang bakalan diisi apa nantinya. Rencana lama saja tanpa SAM jarak jauh seperti Aster 30 & SM2
Yang pasti ga bakal se komplit versi denmarknya deh om, apalagi soal MK 41 VLS.
Cuma 32 bijik, kurang banget bagi kapal sebongsor itu, padahal tempatnya masi ada dan bisa dipakai sampai 96 biji VLS.
Kita lihat aja apakah raytheon punya tawaran terbaik darioada Thales dengan Sylvernya?.
Tapi apa dibolehin sama AS diisi VLS MK41 dan jeroannya rudal buatan AS?
Arsenal senilai usd 260 juta kemungkinan :
32 VL Mica
RIM-116 Rolling Air Missile isi 21 rudal kecil di belakang.
Oerlikon Millenium 1 unit di depan
Oto Melara 127 mm sebagai main gun
4 exocet
2 triple tube 324 mm
Tuh kaan pada bingung ,gak dikasih rudalne ama as, Makanya ntung, kan udah di saranin pilih Gorshkov strong bingiits, dapet kaliber,sam jarak jauh, palma, canon besar, Malah ngeyel,
Haaddeeeeuuuhh..😂
Salam pens catsaa…🕺💃😀
@andrey raja ratu ngawur dunia akhirat
Harga Gorshkov USD 1,5 miliar. 2 Gorshkov bisa dapat 5 Iver
Ketahuan katak dalam tempurung
@ayam jago
Biasanya yg menyebabkan Pre agrement contrat di batalin apa bung?
Baru tau kalau dulu kita hampir akuisisi Bamse buat Arhanud kah? Kalah sama Nasams??
Untuk sensor menggunakan TRS4D + MSSR 2000 apakah lebih inferior bung dbanding kombinasi Apar + Smart L?
Nasams buat TNI AU sedangkan Bamse buat TNI AD
Saab memutuskan menghentikan produksi Bamse beralih ke Iris T. Iris T ditawarkan sebagai pengganti Bamse tapi ditolak TNI AD.
SAMnya jan MICA doang plis :v
Diatas MICA harganya mahal apalagi sekarang diterpa krisis akibat Covid 19
Sekarang gpp MICA, tapi kedepannya jan nambah MICA lg
ah paling nanti bawanya MICA sama EXOCET iver rasa PKR
Tak masalah, saya bangga, karena made-in Indonesia, hasil anak bangsa, apa karyamu ??
Made in Indonesia? Rakit in Indonesia mungkin maksudnya.
Kalo kejar jargon karya anak bangsa doang nanti kayak esemka, ada pabriknya tapi tak berguna. Ini kapal mau mempertahankan satu negara, jangan main-main hanya mengejar rasa overpride karya anak bangsa. Ubah pikiran itu seharusnya atau sewajarnya kita bisa bukan akhirnya kita bisa.
hah made in indonesia …. HALU lo kebanyakan micin …TOT nya belum tentu dapat 50% Bokir
Coba terjemahkan Made-in Indonesia itu apa ?……coba kamu buka HP Xiaomi dan Samsungmu disitu tertulis apa ?
Aammiinnnn….
Semoga lancar…
Cepat selesai…
Dan nambah lagi….
semoga walaupun cuma dua unit, persenjataan dan sensornya kelas kakap dan full,,
Royal Danish malah baru punya 3 unit di kelas iver,minimal bisa bikin tetangga resek ga selonong boy lagi
Semoga lancar..
Dapat ilmu lagi nnti bisa buat destroyer model LPD dng model iver hehe
Armament nya mudah2an sesuai dan lengkap. Ada SAM jarak jauh, jarak sedang.
Yang penting berfungsi dengan baik dulu, yang lainnya menyusul tidak masalah, karena mudah, tergantung keuangan negara
Aku suka disain Iver Huitfeldt, basisnya support ship dari kelas Absalon, gabungan fregat-LPD-LST, kapal Multirole satu kapal tapi bisa untuk hampir semuanya, kemungkinan PT. PAL sangat tertarik dengan disainnya, disamping harganya yang cukup terjangkau dibanding sekelasnya yang lain, lebih maju dari SIGMA DAMEN
Semoga senjata nya tidak seperti saudara saudara nya yang sudah melaut di indonesia,ketengan alias tidak lengkap
Disesuaikan dengan kondisi keuangan negara, masalah senjata bukan urgensi, karena bisa dilengkapi kelak, yang penting jadi dulu dan berfungsi dengan baik, Berbanggalah dengan karya bangsa sendiri, bukan malah bangga dengan barang milik negara lain
Logikanya kalau ketemu china masak cuma pakai canon,ibaratnya body udah gede berotot senjatanya cuma pentungan hansip,musuhnya pakai bazooka
Memangnya selama ini TNI-AL pernah menggunakan rudalnya untuk menyerang kapal perang negara lain ?
Tolong kasih tahu saya, kapan ? dan dimana ?
Yang bilang Indonesia serang pakai rudal siapa bung,saya cuma menekankan,bahwa bada besar berotot tapi pakai pentungan hansip,itu cuma sindiran,maksud saya,armada china di LCS itu semuanya selain berotot senjata nya juga ngeri ngeri sedap,masa iya kita cuma mengandalkan badan besar saja sedangkan musuh senjatanya lengkap
Spt kebiasaan pengadaan alutsista kita yg tangung. Biasanya sistem sensor dan senjata akan lbh inferior di banding milik tetangga.
Sensornya menurutku paling maju di asia tenggara
https://www.indomiliter.com/terma-terpilih-sebagai-pemasok-combat-management-system-dan-sistem-radar-di-frigat-iver-huitfeldt-class/
Soal Senjata belum ditentukan, jangan pesismistik dengan bangsa sendiri, tapi malah bangga dengan negara lain, hilangkan jauh-jauh mainset racun seperti itu
dengan adanya sistem Stanflex penambahan perangkat sensor,weapon dll sangat mudah di masa depan tinggal duitnya saja 😀