Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Fregat Tamandaré (F200) Resmi Beroperasi, Andalkan Integrasi Rudal Anti Kapal Nasional MANSUP

Angkatan Laut Brasil resmi memasuki babak baru dalam modernisasi kekuatan maritimnya dengan melakukan komisioning unit perdana fregat Tamandaré class, yakni Tamandaré (F200), pada 24 April 2026. Kehadiran kapal perang canggih ini merupakan buah dari perjalanan panjang program strategis Proejto Tamandaré yang diinisiasi untuk menggantikan peran korvet Inhaúma class dan fregat Niterói class yang telah uzur.

Baca juga: Mesir Luncurkan Fregat MEKO A200 Pertama Produksi Dalam Negeri – ENS Sajm Al Jabbar (Al Aziz Class)

Sejarah pengembangannya dimulai ketika konsorsium Águas Azuis—yang terdiri dari ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS), Embraer Defense & Security, dan Atech—memenangkan kontrak pada tahun 2019. Proyek ini bukan sekadar pengadaan alutsista, melainkan sebuah lompatan besar bagi industri pertahanan Brasil karena proses pembangunannya dilakukan secara lokal di galangan kapal ThyssenKrupp Estaleiro Brasil Sul (tkEBS) yang berlokasi di Itajaí, Santa Catarina. Lokalisasi produksi ini memastikan transfer teknologi tinggi yang krusial bagi kedaulatan maritim negara tersebut di kawasan Atlantik Selatan.

Sesuai dengan kontrak yang berjalan, Brasil merencanakan pembangunan total empat unit fregat Tamandaré class untuk memperkuat armada mereka. Selain Tamandaré (F200) yang kini telah resmi menyandang status operasional, saat ini terdapat tiga unit lainnya yang sedang berada dalam berbagai tahapan pembangunan di galangan Itajaí.

Kapal kedua, Jerônimo de Albuquerque (F201), tengah menjalani proses instalasi sistem dan uji coba tahap lanjut, sementara unit ketiga dan keempat terus dikebut pengerjaannya guna memenuhi target pengiriman yang dijadwalkan selesai sepenuhnya pada akhir dekade ini. Investasi besar ini menunjukkan komitmen Brasil dalam membangun kekuatan Blue Water Navy yang disegani, dengan memanfaatkan basis desain MEKO A-100 besutan Jerman yang telah dimodifikasi secara ekstensif sesuai dengan kebutuhan spesifik operasional Angkatan Laut Brasil.

Secara spesifik teknis, Tamandaré class memiliki bobot perpindahan sekitar 3.500 ton dengan panjang keseluruhan mencapai 107,2 meter dan lebar 15,9 meter. Kapal ini ditenagai oleh sistem propulsi diesel-diesel (CODAD) yang terdiri dari empat mesin MAN 12V28/33D STC, memungkinkannya melaju dengan kecepatan maksimum 28 knot dan memiliki jangkauan jelajah hingga 5.000 mil laut pada kecepatan ekonomis.

Keunggulan utama dari kelas ini terletak pada desain stealth yang meminimalisir jejak radar serta penggunaan Sistem Manajemen Pertempuran (Combat Management System/CMS) Atlas ANCS yang terintegrasi dengan sensor canggih seperti radar AESA Hensoldt TRS-4D. Kombinasi ini memberikan kesadaran situasional yang luar biasa bagi kru kapal untuk menghadapi ancaman multidimensi, baik dari udara, permukaan, maupun bawah air.

Sektor persenjataan menjadi aspek paling mematikan yang diusung oleh Tamandaré (F200). Pada bagian haluan, kapal ini dipersenjatai dengan meriam utama Leonardo 76/62 mm Super Rapid yang dikenal memiliki laju tembakan tinggi. Untuk pertahanan udara, Brasil menanamkan 12 cell sistem peluncur vertikal (VLS) yang mengusung rudal Sea Ceptor (CAMM) buatan MBDA, memberikan perlindungan area terhadap ancaman jet tempur maupun rudal jelajah lawan.

MBDA Sea Ceptor – Rudal Hanud untuk Korvet Bung Tomo Class

Selain itu, terdapat kanon sekunder Rheinmetall Sea Snake 30 mm untuk pertahanan jarak dekat dan peluncur torpedo ringan untuk peperangan anti-kapal selam. Yang paling menarik perhatian dunia internasional adalah integrasi delapan rudal anti kapal MANSUP (Míssil Antinavio de Superfície) hasil pengembangan dalam negeri Brasil.

Langkah mengadopsi MANSUP membuktikan bahwa Brasil kini mampu memproduksi senjata strategis secara mandiri, mengurangi ketergantungan pada vendor asing, dan menjadikan Tamandaré class sebagai salah satu fregat paling berdaulat di belahan bumi selatan. (Gilang Perdana)

Ambisi Timur Tengah-Amerika Latin: UEA dan Brasil Garap MANSUP, Keluarga Rudal Jelajah High Subsonic

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *