Gagal Airdrop! Rantis URO VAMTAC Terjun Bebas dari Ketinggian 300 Meter, Kondisinya Bikin Elus Dada

Sebuah insiden yang menjadi viral di media sosial menunjukkan detik-detik menegangkan kegagalan prosedur airdrop kargo berat yang melibatkan kendaraan taktis (rantis) URO VAMTAC milik Angkatan Darat Spanyol. Peristiwa ini terjadi dalam latihan Brigade Lintas Udara (Brigada ‘Almogávares’ VI de Paracaidistas/BRIPAC) di lapangan tembak dan manuver Uceda, Guadalajara, Spanyol.
Berdasarkan rekaman video, rantis seharga kurang lebih 600.000 Euro (setara Rp12,21 miliar) tersebut terlihat terlepas dari tali penahan parasut utamanya sesaat setelah keluar dari pintu rampa pesawat angkut, menyebabkan kendaraan tersebut terjun bebas (free fall) dari ketinggian sekitar 300 meter. Meskipun parasut utama terlihat mengembang sempurna di udara, rantis tersebut justru meluncur kencang tanpa hambatan menuju permukaan tanah.
Insiden ini terjadi dalam simulasi penerjunan dari pesawat angkut berat, yang diduga dari jenis Airbus A400M Atlas. Dalam teknik penerjunan airdrop, kargo berat seperti kendaraan diletakkan di atas palet khusus dan ditarik keluar menggunakan parasut ekstraktor kecil sebelum parasut utama yang besar terbuka.
Namun, laporan awal mengindikasikan adanya kesalahan pada proses rigging atau pengikatan beban ke sistem parasut. Foto-foto dampak kemudian memperlihatkan konsekuensi mengerikan dari hantaman tersebut, rantis URO VAMTAC itu tidak hancur berkeping-keping, melainkan mengalami kondisi gepeng (total loss) akibat kompresi ekstrem saat menghantam tanah dengan kecepatan tinggi.
Seluruh struktur badan kendaraan terlihat rata dan tidak mungkin untuk diperbaiki kembali, meskipun beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Spanish paratroopers destroyed a €600,000 armored vehicle during an exercise
During an airdrop of a URO VAMTAC from an aircraft, a rigging error occurred — the vehicle detached from the line and fell from a height of about 300 meters.
The incident involved the BRIPAC parachute… pic.twitter.com/YUjzODEbRz
— NEXTA (@nexta_tv) April 23, 2026
🪖 Accidente en la BRIPAC: lanzan en paracaídas un vehículo VAMTAC de 600.000 euros y queda hecho trizas.
Un vehículo VAMTAC (Vehículo de Alta Movilidad Táctico) del Ejército de Tierra valorado, en su mejor versión, en unos 600.000 euros quedó hecho trizas y literalmente… pic.twitter.com/TO1PV2zQTw
— Tribuna Digital7 (@TribunaLibreES) April 22, 2026
Profil rantis yang hancur tersebut adalah URO VAMTAC (Vehículo de Alta Movilidad Táctico), kendaraan taktis 4×4 produksi UROVESA yang merupakan tulang punggung mobilitas satuan khusus Spanyol.
Secara teknis, VAMTAC adalah rantis dengan kemampuan all-terrain luar biasa, ditenagai mesin diesel turbocharged 188 hp hingga 218 hp yang modular untuk dipasangi berbagai lapisan proteksi balistik. Bagi publik pertahanan Indonesia, sosok URO VAMTAC sebenarnya cukup akrab karena juga memperkuat jajaran Satuan Arhanud TNI AD.
VAMTAC ST5 4×4 RAPIDRanger: Rantis Pengusung Rudal Starstreak RCWS Arhanud TNI AD
Di Indonesia, URO VAMTAC digunakan sebagai platform kendaraan peluncur untuk sistem rudal pertahanan udara (hanud) jarak dekat Starstreak RapidRanger. Insiden ini menjadi pengingat berharga mengenai betapa tingginya risiko operasional dan perlunya ketelitian ekstrem dalam setiap prosedur pengikatan alutsista berat untuk penerjunan udara. (Gilang Perdana)
Terjun Bebas dari Ketinggian 1.500 Meter, Begini Penampakan Ranpur BMD-1 Rusia


