Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Denmark Pilih SAMP/T NG: Perisai Langit Eropa Berbasis Radar Ground Fire Resmi Memulai Debut Ekspor

Pemerintah Denmark secara resmi telah menjatuhkan pilihan pada sistem pertahanan udara jarak jauh SAMP/T NG (Next Generation) untuk memperkuat kedaulatan ruang udaranya. Langkah strategis ini menempatkan Denmark sebagai negara ketiga di dunia, sekaligus pelanggan ekspor pertama, yang bergabung dalam komunitas pengguna SAMP/T NG setelah Perancis dan Italia.

Baca juga: Solusi Pertahanan Udara Interim, Denmark Sewa Sistem Hanud NASAMS dari Norwegia

Keputusan ini diambil untuk menghadapi dinamika ancaman udara modern yang kian kompleks, dengan jadwal pengiriman unit perdana yang direncanakan akan dimulai pada tahun 2028 di bawah pengawasan organisasi kerja sama persenjataan Eropa, OCCAR (Organisation Conjointe de Coopération en matière d’Armement).

Inti dari keunggulan sistem yang dipilih Denmark ini terletak pada integrasi radar Ground Fire 300 besutan Thales. Radar berbasis teknologi Active Electronically Scanned Antenna (AESA) digital ini mampu menyapu target dalam radius hingga 400 kilometer dengan cakupan panoramik 360 derajat.

Ground Fire 300 didesain khusus untuk beroperasi di lingkungan ekstrem, mulai dari wilayah maritim yang penuh gangguan sinyal hingga medan pegunungan yang menantang. Dengan kecepatan pembaruan data hanya satu detik, radar ini mampu mendeteksi, mengklasifikasi, dan melacak berbagai spektrum ancaman secara simultan, mulai dari drone kecil, pesawat tempur siluman, hingga rudal balistik berkecepatan tinggi.

Denmark Batalkan Rencana Pengadaan Sistem Hanud Barak MX dari Israel, Klaim Karena Alasan ‘Teknis’

Kekuatan pemukul sistem SAMP/T NG Denmark akan bertumpu pada keluarga rudal Aster, khususnya varian Aster 30 B1 dan Aster 30 B1NT (New Technology). Thales memainkan peran krusial dengan menyuplai komponen homing seeker yang merupakan otak di balik akurasi tinggi rudal tersebut dalam mengejar target.

Keseluruhan sistem ini terintegrasi dalam ekosistem SkyDefender yang memanfaatkan kecerdasan buatan melalui akselerator cortAIx untuk memberikan perlindungan multi-domain. Teknologi ini memastikan integrasi data yang cepat dan aman, memungkinkan operator mengambil keputusan krusial dalam hitungan detik di tengah tekanan pertempuran yang intens.

SkyDefender: Jawaban ‘Instan’ Thales untuk Tandingi Ambisi Golden Dome Milik Donald Trump

Dari sisi komando, SAMP/T NG dilengkapi dengan Engagement Module generasi terbaru (ME-NG) yang dikembangkan bersama oleh Thales dan MBDA. Modul ini berfungsi sebagai pusat kendali yang memiliki arsitektur terbuka, sehingga menjamin interoperabilitas penuh dengan sistem pertahanan negara-negara NATO lainnya.

Selain kecanggihan teknis, faktor mobilitas menjadi nilai tawar utama bagi militer Denmark. Sistem ini dirancang untuk dapat digelar dan dipindahkan dalam waktu yang sangat singkat, sebuah kemampuan vital untuk menjaga survivabilitas baterai pertahanan udara dari serangan balasan lawan di medan tugas.

MBDA Kirim Batch Perdana Rudal Hanud Aster Series Pesanan OCCAR – Gabungan Perancis dan Italia

Kehadiran Denmark dalam program ini juga membawa keuntungan berupa peningkatan kapasitas produksi sistem persenjataan tersebut di tingkat regional. Dengan dukungan penuh dari Eurosam sebagai kontraktor utama, Denmark akan mendapatkan manfaat dari basis pengalaman operasional yang telah dikumpulkan oleh militer Perancis dan Italia di berbagai medan tugas nyata.

Investasi besar ini tidak hanya sekadar pembelian alutsista, namun merupakan kontribusi nyata Denmark terhadap penguatan benteng pertahanan kolektif Eropa dan aliansi NATO di masa depan. (Haryo Adjie)

Mengenal Aster, Satu-satunya Rudal Pertahanan Udara (Hanud) Produksi Eropa dengan Ku Seeker