Iveco SuperAV 8×8: Panser Amfibi Pilihan Korps Marinir Spanyol untuk Gantikan Piranha IIIC

Korps Marinir Spanyol (Infantería de Marina) akhirnya menentukan pilihan untuk memperkuat lini tempur amfibinya. Melalui pengumuman terbaru, Iveco SuperAV 8×8 resmi memenangkan kontrak pengadaan kendaraan tempur untuk menggantikan armada uzur MOWAG Piranha IIIC.
Baca juga: Digantikan ACV 8×8, Korps Marinir AS Resmi Pensiunkan Ranpur Amfibi AAV-P7/A1 (LVTP-7)
Keputusan itu menarik perhatian pengamat alutsista global lantaran Spanyol lebih memilih platform asal Italia tersebut dibandingkan menunggu rampungnya proyek panser domestik mereka, VCR 8×8 “Dragon”, yang hingga kini masih terjebak dalam masalah pengembangan yang pelik atau “development hell”.
Iveco SuperAV 8×8 merupakan platform kendaraan tempur amfibi yang dirancang untuk mobilitas tinggi di darat maupun laut. Kendaraan ini dibekali mesin diesel Iveco Cursor 13 bertenaga 700 hp yang dipadukan dengan transmisi otomatis tujuh percepatan. Di darat, SuperAV mampu melaju hingga kecepatan lebih dari 105 km/jam, sementara di air, dua propeler hidrolik di bagian belakang memungkinkannya berenang dengan kecepatan 6 knot (sekitar 10 km/jam).
Salah satu keunggulan utamanya adalah desain lambung berbentuk “V” yang dipatenkan untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap ledakan ranjau dan IED. SuperAV memiliki kapasitas angkut hingga 13 personel (3 kru + 10 pasukan infanteri) dengan total bobot tempur mencapai 28,5 ton.
Yang paling krusial bagi marinir adalah kemampuannya melakukan peluncuran dan pemulihan (launch and recovery) dari kapal serbu amfibi di laut lepas, bahkan dalam kondisi laut (Sea State) kategori 3.
Untuk tahap awal, Kementerian Pertahanan Spanyol dikabarkan akan mengakuisisi sekitar 34 unit Iveco SuperAV. Fokus utama pengadaan ini adalah untuk menggantikan peran Piranha IIIC yang sudah beroperasi selama dua dekade. Namun, muncul pertanyaan apakah Spanyol akan mengikuti jejak USMC (United States Marine Corps) yang memensiunkan total armada roda rantai AAV-7 (LVTP-7) mereka.

Hingga saat ini, Infantería de Marina tampaknya mengambil langkah yang lebih konservatif. Berbeda dengan USMC yang menghentikan operasional AAV-7 secara permanen pasca insiden fatal tahun 2020, Spanyol masih mempertahankan sekitar 19 unit AAV-7A1 miliknya. Prioritas Spanyol saat ini adalah mengganti Piranha IIIC yang tidak memiliki kemampuan renang di laut lepas dengan SuperAV yang lebih adaptif.
Meskipun SuperAV (yang menjadi basis ACV di AS) secara teknis mampu menggantikan peran AAV-7, Spanyol kemungkinan besar akan menerapkan transisi bertahap, di mana armada roda rantai tetap dipertahankan selama masih layak jalan untuk mendukung pendaratan gelombang pertama.
BAE Systems Kirim Unit Uji Ranpur Amfibi ACV-30 dengan Turret Protector RT-20 ke Korps Marinir AS
Perlu diketahui bahwa Infantería de Marina Spanyol merupakan bagian integral dari Angkatan Laut Spanyol (Armada Española). Sebagai salah satu satuan marinir tertua di dunia yang masih aktif, keputusan untuk mengadopsi SuperAV menjadi tonggak sejarah penting.
Secara taktis, langkah ini akan meningkatkan interoperabilitas dengan sekutu NATO, terutama dengan Amerika Serikat yang telah mengoperasikan platform serupa dalam jumlah besar. (Gilang Perdana)
Ranpur Amfibi ARV 30mm Korps Marinir AS Sukses Validasi Pertempuran Laut ke Darat


