Shahed Drone SeriesKlik di Atas

HAVA SOJ Menampakkan Diri: Pesawat Perang Elektronik Turki Mulai Mengangkasa

Industri pertahanan Turki kembali menunjukkan taringnya dengan memamerkan salah satu aset paling rahasia dan strategis: HAVA SOJ (juga dikenal dengan sebutan ASOJ 23-A). Pesawat dengan sistem Stand-Off Jammer (SOJ) jarak jauh ini tertangkap kamera tengah melakukan uji terbang di fasilitas Turkish Aerospace Industries (TAI) di Ankara pada 1 Maret 2026.

Baca juga: Airbus Ingin Garap A400M Menjadi Pesawat Jammer (EW) Jarak Jauh yang Hemat Biaya

Penampakan ini bukan sekadar kebetulan. Sebelumnya, pada 20 Februari 2026, dua unit pesawat berbasis jet bisnis Bombardier Global 6000 ini terlacak secara live melalui data penerbangan dengan call sign ‘THS42’ dan ‘THS41’. Kehadiran mereka di udara menandai fase krusial dalam kampanye pengujian dan sertifikasi sebelum diserahkan kepada Angkatan Udara Turki (Türk Hava Kuvvetleri – TurAF).

Program HAVA SOJ—di mana kata ‘Hava’ berarti ‘Udara’—merupakan proyek prestisius yang melibatkan empat unit pesawat. Jet Bombardier Global 6000 ini diakuisisi antara tahun 2019 hingga 2020. Salah satu unit dengan nomor serial 9855 tercatat tiba di fasilitas TAI untuk proses konversi sejak Maret 2019, disusul oleh unit bernomor serial 9854.

Proyek ini merupakan kolaborasi raksasa antara TAI, yang bertanggung jawab atas modifikasi struktur dan integrasi platform, serta Aselsan, yang mengembangkan “otak” serangan elektroniknya. Konversi ini merupakan bagian dari proyek sistem peperangan elektronik senilai US$18,9 juta yang ditandatangani pada tahun 2020.

Melalui kerja sama ini, jet bisnis yang elegan tersebut kini dilengkapi dengan fairing besar berbentuk serupa kano di bawah lambung, antena berbentuk kubah (dorsal dome) di sepanjang punggung, serta deretan antena bilah yang tersebar di sekujur badan pesawat.

Meskipun Aselsan belum merinci spesifikasi teknis muatan elektroniknya, para analis pertahanan menyebut peran HAVA SOJ setara dengan platform elit dunia seperti EC-37B Compass Call milik Amerika Serikat, Archange milik Perancis, atau MC-55A Peregrine dari Australia.

EC-37B Compass Call – Pesawat Spesialis Peperangan Elektronika Terbaru USAF, Pengganti EC-130H

Sebagai platform tempur spektrum elektromagnetik, HAVA SOJ memiliki misi utama:

Stand-Off Jamming: Melumpuhkan radar pertahanan udara dan sistem komunikasi musuh dari jarak aman (di luar jangkauan rudal lawan).

SIGINT (Signal Intelligence): Mengumpulkan dan menganalisis intelijen sinyal secara real-time untuk memetakan kekuatan lawan.

Perisai Udara: Mendukung operasi jet tempur kawan dengan menciptakan gangguan yang membuat koordinasi tempur musuh menjadi kacau balau.

Dengan rencana pengiriman empat unit yang dimulai pada tahun 2026, TurAF akan memiliki kemampuan otonom dalam peperangan elektronik yang jarang dimiliki negara lain. Keberhasilan Turki membangun sistem ini dengan sumber daya nasional mengurangi ketergantungan pada teknologi Barat sekaligus memberikan fleksibilitas strategis di kawasan Mediterania dan sekitarnya.

HAVA SOJ bukan hanya sebuah pesawat; ia adalah bukti bahwa Turki kini mampu bertarung di “medan tempur tak kasat mata”. Melalui data yang dikumpulkan di setiap penerbangan uji coba, sistem ini terus disempurnakan untuk menjadi hantu digital yang siap membutakan mata setiap ancaman yang mendekati kedaulatan Turki. (Gilang Perdana)

Mata-mata Elektronik Baru RAAF: Australia Resmi Terima Unit Perdana MC-55A Peregrine

Zona IDNGGsekumpul fakta