
Setelah fregat KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321- PPA (Pattugliatore Polivalente d’Altura) Paolo Thaon di Revel class, maka Fregat Merah Putih (FMP) yang saat ini tengah dibangun oleh PT PAL Indonesia, bakal menjadi jenis kapal perang kedua TNI AL yang dilengkapi radar Active Electronically Scanned Array (AESA) dengan antena sudut tetap. (more…)

Kemampuan Shoot-and-Scoot, yakni mampu menembakkan amunisi pertama dalam waktu kurang dari 30 detik dan dapat segera bergerak untuk menghindari tembakan balasan (counter-battery fire), menjadi ciri khas dari self propelled howitzer (SPH) beroda ban seperti CAESAR (Perancis) dan Archer (Swedia). Berangkat dari keunggulan kemampuan tersebut, Turki pun punya solusi tersendiri yang dapat dipenuhi oleh industri pertahanan dalam negeri. (more…)

Baykar Makina terbilang vendor dirgantara yang gercep, setelah sukses menguji penerbangan perdana prototipe ketiga (PT-3) Bayraktar Kizilelma pada 25 September 2025, maka pada 6 Oktober lalu, Baykar Makina kembali mengumunmkan pencapaiannya baru terkait sistem senjata pada drone tempur (UCAV) Kizilelma. (more…)

Selain menjadi kapal perang TNI AL yang dipasangi rudal anti kapal Atmaca buatan Roketsan, Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M KRI Belati 622, juga menjadi kapal perang pertama TNI AL yang mengadopsi radar CENK 200-N buatan Aselsan. Ditempatkan pada puncak menara KRI Belati 622, bagaimana kemampuan radar produksi Turki ini? dan apa kaitannya dengan operasional rudal Atmaca? (more…)

Menuju integrasi sebagai bagian dari sistem senjata pada fregat TCG Istanbul (F-515) – Istanbul/Istif class, pengembangan rudal pertahanan udara jarak jauh, Siper-1D (naval/sea based) terus digeber Turki. (more…)

Aselsan, perusahaan pertahanan terbesar Turki, pada 27 Agustus 2025, mengumumkan dimulainya investasi industri pertahanan untuk memperkuat infrastruktur produksi massal bagi teknologi inovatif. Merayakan hari jadinya yang ke-50 tahun, Aselsam merayakan tonggak bersejarah dengan upacara peletakan batu pertama Oğulbey Technology Base, pembukaan sejumlah fasilitas produksi dan riset baru, serta pengiriman perdana sistem hanud (pertahanan udara) Steel Dome. (more…)

Dalam joint sail dan Maritime Partnership Exercise (MPX) 2025 bersama Angkatan Laut India, untuk pertama kalinya Angkatan Laut Filipina memperkenakan jenis senjata baru pada kapal perang permukaan. Jenis senjata yang dimaksud adalah kanon laras ganda Gokdeniz kaliber 35 mm di fregat BRP Miguel Malvar (FFG-06), sekaligus memperkenalkan jenis CIWS (Close In Weapon System) pertama yang diadopsi Angkatan Laut Filipina. (more…)

Lantaran bakal diakuisisi oleh Indonesia, debut rudal pertahanan udara (hanud) buatan Turki ini selalu mendapat sorotan netizen dalam pengembangannya. Persisnya, pada 30 Juli 2025, Aselsan dan Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan penyelesaian serial production acceptance tests pada rudal Siper, yang artinya rudal siap produksi massal dan operasional rutin sudah bisa dimulai segera. (more…)

Aselsan, perusahaan pertahanan dan elektronik dari Turki, pada 4 Juli 2025, mengumumkan telah menuntaskan pengujian Sistem Penanggulangan Inframerah Terarah atau Directed Infrared Countermeasure (DIRCM) System Yildirim 100. Pengujian dilakukan dengan menangkis rudal berpemandu inframerah akfif yang dilengkapi hulu ledak. (more…)

Kinerja jet tempur tak bisa dilepaskan dari bekal persenjataan yang dibawanya, terlebih pada jet tempur generasi kelima, maka kehadiran amunisi atau persenjataan berkualitas dan presisisi tinggi menjadi melekat di dalamnya. Pada jet tempur KAAN produksi Turkish Aerospace Industries (TAI), pemenuhan sistem senjata produksi dalam negeri adalah prioritas, dan pada Paris Airshow 2025, ditampilkan paket senjata andalan yang akan melengkapi KAAN. (more…)