TKMS Jerman “All-Out”: Tandingi Tawaran Korea Selatan di Proyek Kapal Selam Kanada

Persaingan dalam Canadian Patrol Submarine Project (CPSP) semakin memanas. ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS), raksasa galangan kapal asal Jerman, dilaporkan tidak tinggal diam menghadapi tawaran masif dari Korea Selatan. Untuk memenangkan kontrak pengadaan 12 kapal selam senilai US$12 miliar (sekitar Rp190 triliun), TKMS kini meluncurkan strategi yang disebut sebagai “paket ekonomi luas” yang melampaui sekadar penjualan alutsista.

Baca juga: Aliansi Tiga Negara: Hanwha dan Babcock Tawarkan Kapal Selam KSS-III Senilai US$42 Miliar untuk Kanada

Sebelumnya, aliansi Korea Selatan melalui Hanwha Ocean dan HD Hyundai telah mencuri perhatian dengan menawarkan kapal selam kelas KSS-III Batch-II yang dikenal memiliki teknologi baterai Lithium-ion canggih. Namun, TKMS yang mengusung kapal selam Type 212CD (Common Design) kini membalas dengan tawaran yang sangat menggiurkan bagi pemerintah Kanada.

Menurut CEO TKMS, Oliver Burkhard, perusahaan sedang dalam pembicaraan intensif dengan perusahaan-perusahaan Jerman dan Norwegia untuk menyusun paket investasi bernilai miliaran dolar. Paket ini mencakup kerja sama di sektor-sektor strategis seperti logam tanah jarang (rare earths) dan pertambangan, kecerdasan buatan (AI), produksi baterai otomotif dan teknologi luar angkasa (bekerja sama dengan startup Jerman, Isar Aerospace).

TKMS menekankan bahwa Type 212CD bukan sekadar kapal selam baru, melainkan platform yang sudah diadopsi oleh Jerman dan Norwegia. Hal ini menawarkan keuntungan luar biasa bagi Kanada dalam hal interoperabilitas NATO.

TKMS Teken Kontrak Torpedo Terbesar: DM2A5 Siap Jadi “Predator” Digital di Kapal Selam Type 212CD

Dengan desain lambung berbentuk “diamond” untuk membelokkan sonar aktif (stealth tingkat tinggi) dan sistem propulsi Air-Independent Propulsion (AIP) yang sangat senyap, Type 212CD dirancang khusus untuk operasi jangka panjang di perairan Arktik yang ekstrem—wilayah yang menjadi prioritas kedaulatan utama Kanada.

TKMS juga telah mulai memperkuat cengkeramannya di industri domestik Kanada. Baru-baru ini, mereka menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan manufaktur Kanada, Marmen, untuk memproduksi bagian-bagian kapal selam secara lokal di Quebec. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan ratusan lapangan kerja berketerampilan tinggi dan memastikan transfer teknologi langsung ke Kanada.

Italia dan Jerman Berkolaborasi Tawarkan Kapal Selam dari Basis U212 NFS Untuk Filipina

Proyek CPSP ini sangat krusial bagi Kanada untuk menggantikan armada kapal selam Victoria class yang sudah menua. Dengan garis pantai terpanjang di dunia, Kanada membutuhkan setidaknya 12 kapal selam untuk menjaga kedaulatan di tiga samudra (Atlantik, Pasifik, dan Arktik).

Mengingat TKMS saat ini menguasai sekitar 70% armada kapal selam konvensional NATO, dukungan dari Kementerian Ekonomi dan Pertahanan Jerman memberikan bobot politik yang besar. Keputusan final dari pemerintah Kanada diharapkan akan keluar pada tahun 2026, dan persaingan antara teknologi Jerman yang teruji di NATO vs efisiensi produksi massal Korea Selatan dipastikan akan menjadi drama pengadaan militer terbesar dekade ini. (Bayu Pamungkas)

Kapal Selam Type 212A Jerman Mengalami Kebocoran, Penyebab Diduga Berasal dari Tabung Torpedo

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *