Proyek Pengadaan Kapal Selam Patroli Kanada (Canadian Patrol Submarine Project/CPSP) akhirnya mencapai babak krusial yang mengejutkan industri pertahanan global. Pemerintah Kanada secara resmi telah menunjuk galangan kapal asal Jerman, ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS), sebagai preferred supplier (pemasok pilihan) untuk menyediakan hingga 12 unit kapal selam canggih HDW Type 212CD (Common Design). (more…)
Dinamika mengejutkan melanda kancah industri pertahanan Eropa setelah Pemerintah Jerman secara resmi mengumumkan pembatalan total megaproyek pembangunan armada fregat F126 (Niedersachsen class). Seperti yang pernah diulas sebelumnya oleh Indomiliter.com, F126 Class awalnya diproyeksikan menjadi kapal perang terbesar Angkatan Laut Jerman (Deutsche Marine) sejak era Perang Dunia II dengan rencana pembangunan enam unit kapal. (more…)
Kompetisi pengadaan alutsista kelas berat kini tidak hanya terjadi di balik pintu ruang rapat dan lobi yang tertutup. Raksasa galangan kapal Korea Selatan, Hanwha Ocean, secara mengejutkan meluncurkan strategi pemasaran massal (mass marketing) yang sangat agresif di ruang-ruang publik Kanada. (more…)
Ketika raksasa otomotif atau teknologi Eropa melantai di bursa saham, publik dunia biasanya langsung heboh. Namun, ketika ThyssenKrupp resmi memisahkan (spin-off) divisi sistem pertahanan laut legendarisnya, ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS), pada Oktober 2025 lalu, langkah tersebut berlangsung sunyi dan luput dari perhatian sebagian besar investor global. (more…)
Sebuah plot twist terbesar dalam sejarah industri pertahanan modern global saat ini tengah berlangsung sengit di Kanada. Korea Selatan, sebuah negara yang pada medio 1980-an baru belajar dasar-dasar merancang bangun kapal selam dari galangan kapal legendaris Jerman, HDW (kini bernama ThyssenKrupp Marine Systems – TKMS), lewat perakitan lisensi kapal selam kelas Jangbogo (Type 209), kini berbalik arah menjadi rival paling mematikan bagi sang guru. (more…)
Persaingan dalam perebutan kontrak raksasa Canadian Patrol Submarine Project (CPSP) kini memasuki babak baru yang semakin sengit menjelang pengumuman keputusan final yang dijadwalkan sebelum akhir Juni 2026 ini. Program pengadaan hingga 12 unit kapal selam konvensional berteknologi diesel-elektrik bernilai hingga 60 miliar dolar Kanada ini telah mengerucut pada pertarungan dua raksasa industri galangan global, yaitu Hanwha Ocean dari Korea Selatan dengan KSS-III Batch-II melawan ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS) dari Jerman yang mengusung Type 212CD (Common Design). (more…)
Raksasa industri pertahanan Jerman, thyssenkrupp Marine Systems (TKMS), melalui anak usahanya Atlas Elektronik, secara resmi mengamankan kontrak pengadaan torpedo berat terbesar dalam sejarah perusahaan. (more…)
Tertuang dalam dokumen strategi maritim “Marine 2035+”, Angkatan Laut Jerman (Deutsche Marine) memiliki misi jangka panjang untuk memperluas kemampuannya jauh melampaui perairan regional (Green Water Navy). Dan salah satu elemen peningkatan kekuatan adalah dengan membangun delapan unit fregat kelas berat, yang dari aspek persenjataan dan bobot sudah menyamai destroyer. (more…)
Papanikolis (S 120), salah satu Type 214 milik AL Yunani.
Setelah pertama kali digagas sebagai bagian dari rencana jangka panjang Angkatan Laut India pada akhir tahun 1990-an, Project 75I, yang bertujuan membangun enam kapal selam diesel-elektrik yang dilengkapi dengan sistem Air Independent Propulsion (AIP), akhirnya telah menetapkan pihak pemenang tender, yakni platform kapal selam Jerman, Type 214 yang diusung ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS). (more…)
Bersamaan dengan peresmian nama kapal selam Israel INS Drakon di Kiel, Jerman pada 12 November 2024, galangan Thyssenkrupp Marine Systems (TKMS) mengumumkan dimulainya pembangunan unit perdana kapal selam Dakar class pesanan Angkatan Laut Israel. (more…)