Aliansi Tiga Negara: Hanwha dan Babcock Tawarkan Kapal Selam KSS-III Senilai US$42 Miliar untuk Kanada

Hanwha Ocean (d/h Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering/DSME) bersama raksasa pertahanan asal Inggris, Babcock International, secara resmi mengusulkan model kerja sama trilateral antara Korea Selatan, Inggris, dan Kanada. Tawaran ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk memenangkan kontrak raksasa Canadian Patrol Submarine Project (CPSP) senilai 60 miliar dolar Kanada atau sekitar US$43 miliar (Rp675 triliun).

Baca juga: Ingin Masuk Peringkat Empat Besar Eksportir Senjata Global, Korea Selatan Fokus Tawarkan Kapal Selam ke Kanada, Filipina dan Polandia

Seperti dikutip The Korea Times (20/1/2026), proyek ini bertujuan untuk menggantikan armada kapal selam Victoria class milik Angkatan Laut Kanada dengan 12 unit kapal selam patroli baru yang lebih canggih. Jika berhasil, kesepakatan ini akan menjadi kontrak ekspor tunggal terbesar dalam sejarah industri pertahanan Korea Selatan.

Aliansi ini menawarkan pembagian peran yang strategis untuk menarik minat pemerintah Kanada, yaitu Hanwha Ocean (Korea Selatan) akan memasok platform kapal selam KSS-III (Dosan Ahn Changho class) yang sudah terbukti operasional di Angkatan Laut Korea Selatan. Kapal selam ini dilengkapi dengan teknologi baterai lithium-ion dan sistem Air-Independent Propulsion (AIP) untuk masa selam yang lebih lama.

Sementara, Babcock International (Inggris) akan bertanggung jawab atas sistem subsistem kunci, termasuk sistem peluncuran senjata dan tabung torpedo, serta dukungan siklus hidup jangka panjang, dan Babcock Canada akan memimpin lokalisasi proyek di Kanada, mencakup pemeliharaan, perbaikan, pemeriksaan (Maintenance, Repair, and Overhaul – MRO), serta pelatihan tenaga kerja lokal.

Eoh Sung-chul, president of Hanwha Ocean’s naval ship business, menegaskan bahwa CPSP bukan sekadar pengiriman platform kapal selam. “Kemitraan ini bertujuan membangun kapabilitas industri jangka panjang dan lapangan kerja terampil di Kanada,” ujarnya.

Proposal ini sangat menekankan pada konsep “Sovereign Sustainment”, yaitu kemampuan Kanada untuk mengoperasikan dan merawat armada kapal selamnya secara mandiri di dalam negeri. Selain itu, aliansi ini juga didukung oleh perusahaan besar Korea lainnya seperti Korean Air dan Hyundai Motor, yang siap berinvestasi di berbagai sektor industri Kanada sebagai bagian dari imbal dagang (offset).

Korea Selatan Tawarkan Kapal Selam KSS-III Dosan Ahn Changho Class ke Australia, Siap Kirim dalam 7 Tahun!

Saat ini, Hanwha Ocean bersaing ketat dengan perusahaan pertahanan asal Jerman, ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS), yang telah terpilih sebagai salah satu dari dua pemasok terkualifikasi oleh pemerintah Kanada.

Pihak Hanwha mengklaim memiliki jadwal pengiriman tercepat di dunia. Jika kontrak ditandatangani pada tahun 2026, Hanwha mampu mengirimkan empat kapal selam pertama pada tahun 2035 untuk menggantikan armada lama, dan menyelesaikan seluruh 12 unit pada tahun 2043.

Kemitraan ini tidak hanya memperkuat keamanan maritim Kanada di wilayah Atlantik dan Pasifik, tetapi juga memastikan integrasi operasi yang mulus dengan sekutu NATO dan mitra di kawasan Indo-Pasifik. Dengan dukungan teknologi baterai lithium terbaru, KSS-III dianggap sangat ideal untuk beroperasi di perairan ekstrem seperti wilayah Arktik.

DSME Korea Selatan Mulai Bangun Kapal Selam Terbaru KSS-III Batch II (Jang Bogo Class) – 80 Persen Komponen Produksi Dalam Negeri

KSS-III (Dosan Ahn Changho class)
Kapal selam yang menjadi ujung tombak tawaran Hanwha Ocean untuk Kanada adalah KSS-III (Dosan Ahn Changho class). Secara spesifikasi, kapal selam diesel-elektrik ini memiliki bobot sekitar 3.000 hingga 3.600 ton dengan panjang mencapai 83 hingga 89 meter, menjadikannya salah satu kapal selam non-nuklir terbesar di dunia.

Keunggulan utamanya terletak pada sistem navigasi dan daya tahan di bawah air yang luar biasa berkat penggunaan teknologi baterai lithium-ion generasi terbaru serta sistem Air-Independent Propulsion (AIP). Kombinasi ini memungkinkan KSS-III menyelam lebih lama dan bergerak jauh lebih senyap dibandingkan kapal selam diesel konvensional, sebuah kemampuan krusial untuk beroperasi secara rahasia di perairan luas seperti Arktik dan Pasifik.

ROKS Jang Yeong-sil (SS-087): Kapal Selam Non-Nuklir Korea Selatan dengan 10 VLS dan Rudal Balistik Jarak Pendek (Hyunmoo 4-4)

Dari sisi persenjataan, KSS-III membawa lompatan besar bagi kapal selam kelas serang dengan adanya sistem Vertical Launching System (VLS). Fitur ini memungkinkannya meluncurkan rudal balistik kapal selam (SLBM) varian Hyunmoo serta rudal jelajah strategis, sebuah kapabilitas yang sangat jarang dimiliki oleh kapal selam non-nuklir.

Selain itu, kapal ini dilengkapi dengan enam tabung peluncur torpedo 533 mm untuk menghadapi ancaman kapal permukaan maupun kapal selam lawan. Saat ini, KSS-III bukan sekadar konsep di atas kertas; Korea Selatan telah resmi mengoperasikan tiga unit pertama, yakni ROKS Dosan Ahn Changho (SS-083), ROKS Ahn Mu (SS-085), dan ROKS Shin Chae-ho (SS-086). Keberhasilan operasional unit-unit ini di Angkatan Laut Korea Selatan menjadi bukti nyata akan keandalan dan kesiapan tempur platform tersebut untuk diadopsi oleh angkatan laut negara lain, termasuk Kanada. (Bayu Pamungkas)

Kapal Selam Tercanggih Korea Selatan: KSS-III (Jangbogo III) Gunakan Konsol Kemudi dan Penyelaman dari Perancis

5 Comments