Radar Hensoldt TRS-4D: Inilah ‘Mata Indra’ OPV 90M Raja Haji Fisabilillah Class TNI AL

Jagad radar pada kapal kombatan TNI AL akan diramaikan dengan merek baru dari Jerman, yakni TRS-4D, jenis radar AESA (Active Electronically Scanned Array) buatan Hensoldt, Jerman. TRS-4D disebut akan melengkapi ‘mata indra’ bagi korvet/OPV (Offshore Patrol Vessel) 90M “Baby SIGMA” Raja Haji Fisabilillah class yang saat ini sedang menjalani melaksanakan SAT (Sea Acceptance Test).

Baca juga: OPV 90M “Baby SIGMA” KRI Raja Haji Fisabilillah 391 Memasuki Tahap SAT (Sea Acceptance Test)

Dibangun oleh galangan PT Daya Radar Utama (DRU), Raja Haji Fisabilillah class terdiri dari dua unit kapal, yaitu KRI Raja Haji Fisabilillah (RHF) 391 dan KRI Lukas Rumkorem (LRK) 392.

Mengusung CMS (Combat Management System) Advent dari Havelsan, Raja Haji Fisabilillah class yang dipersenjatai rudal anti kapal Atmaca dan meram Leonardo OTO Melara 76 mm, mengandalkan TRS-4D sebagai radar utama.

TRS-4D adalah sistem radar multi-fungsi yang beroperasi pada pita frekuensi S-Band dan mewakili standar sensor permukaan generasi terbaru.TRS-4D dirancang untuk menyediakan pengawasan udara, permukaan, dan pendeteksian target yang sangat rendah (sea-skimmer).

Foto: Eko Bayu Ariefianto (Military & Defence Technology of Republik Indonesia )

Penggunaan material semikonduktor Gallium Nitride (GaN) adalah aspek yang paling inovatif dari TRS-4D. GaN memberikan keunggulan kritis dibandingkan teknologi Gallium Arsenide (GaAs) yang lebih tua. GaN dapat menangani kepadatan daya yang jauh lebih tinggi. Ini berarti setiap elemen pemancar/penerima (T/R module) pada array radar dapat menghasilkan sinyal output yang jauh lebih kuat.

Efisiensi konversi daya yang lebih baik pada GaN menghasilkan lebih sedikit panas. Ini penting untuk kapal kecil seperti OPV, karena mengurangi kebutuhan daya listrik dan sistem pendingin yang besar. Peningkatan daya output ini secara langsung meningkatkan jangkauan deteksi hingga 250 km dan resolusi radar, yang memungkinkan TRS-4D melacak target kecil, cepat, dan siluman (seperti drone atau rudal sea-skimmer) di tengah kondisi clutter (gangguan) laut yang tinggi.

Sebagai radar dengan rotating antenna, TRS-4D tidak hanya untuk permukaan; kemampuan AESA-nya memungkinkan pelacakan banyak target udara secara simultan dengan kecepatan update data yang sangat cepat. Ini adalah kemampuan yang penting jika OPV tersebut dilengkapi dengan sistem rudal pertahanan diri.

Karena ukurannya yang relatif ringkas dan persyaratan pendinginan yang efisien (berkat GaN), TRS-4D dapat diintegrasikan ke kapal yang lebih kecil seperti OPV tanpa membebani sistem daya kapal secara berlebihan, memungkinkan kapal kecil memiliki kemampuan sensor yang sebelumnya hanya dimiliki oleh kapal fregat besar. (Gilang Perdana)

Setelah KRI Raja Haji Fisabilillah 391, PT DRU Luncurkan OPV 90 KRI Lukas Rumkorem 392, “Senjata Setara Light Frigates”

4 Comments