RAAF Australia Perkuat EA-18G Growler dengan Pod AN/ALQ-249: Sistem Pengacau Radar Tercanggih di Dunia

Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force – RAAF) baru saja menunjukkan lompatan besar dalam kemampuan perang elektroniknya. Sebuah jet tempur EA-18G Growler milik No. 6 Squadron tertangkap kamera sedang beroperasi dari Pangkalan RAAF Williamtown dengan membawa persenjataan rahasia terbaru, pod Next-Generation Jammer-Medium Band (NGJ-MB) AN/ALQ-249.
Kemunculan perdana sistem ini di langit Australia menandai dimulainya era baru bagi RAAF sebagai satu-satunya operator Growler di luar Amerika Serikat yang memiliki akses ke teknologi pengacau sinyal paling canggih milik Pentagon.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tensi global, di mana EA-18G Growler telah membuktikan perannya sebagai “pembuka jalan” dalam berbagai operasi militer AS, termasuk saat melumpuhkan radar pertahanan udara lawan sebelum serangan udara utama dimulai di Venezuela.
Foto tersebut, yang dipublikasikan di situs web fotografi penerbangan pada Desember 2025, menunjukkan sebuah pesawat RAAF Growler (nomor seri A46-304) yang dilengkapi dengan dua pod NGJ-MB di titik tumpu bawah sayap tengahnya, menggantikan pod jammer AN/ALQ-99 yang sudah tua yang biasanya dibawa di posisi tersebut. Namun, satu pod AN/ALQ-99 yang dikonfigurasi untuk serangan pita rendah tetap terpasang pada titik tumpu tengah di bawah badan pesawat.

Pod AN/ALQ-249 (NGJ-MB) dikembangkan oleh raksasa pertahanan asal AS, Raytheon (RTX). Sistem ini dirancang untuk menggantikan pod ALQ-99 yang sudah menua dan digunakan sejak era Perang Vietnam. Berbeda dengan pendahulunya yang bersifat analog, NGJ-MB adalah sistem sepenuhnya digital yang menggunakan teknologi Active Electronically Scanned Array (AESA) berbasis Gallium Nitride (GaN).
AN/ALQ-249 mampu memancarkan sinyal gangguan (jamming) dari jarak yang jauh lebih aman, di luar jangkauan rudal pertahanan udara musuh. Serangan multi-target dapat dilakukan berkat teknologi AESA, pod ini dapat menyerang dan membutakan banyak radar lawan secara bersamaan dengan presisi tinggi.

AN/ALQ-249 dapat memproses informasi spektrum elektromagnetik dalam hitungan milidetik untuk menetralisir ancaman radar canggih maupun sistem komunikasi lawan. Perangkat lunaknya dapat diperbarui dengan cepat untuk menghadapi jenis ancaman baru yang muncul di medan tempur.
Australia terlibat aktif dalam program pengembangan NGJ-MB melalui kesepakatan kerja sama (Cooperative Development) dengan Angkatan Laut AS (US Navy) sejak tahun 2017.
Berdasarkan laporan terbaru, AS telah memberikan kontrak lanjutan senilai US$580 juta (sekitar Rp9 triliun) kepada Raytheon pada Mei 2025 untuk produksi pod AN/ALQ-249. Kontrak ini mencakup pengadaan unit untuk US Navy dan juga paket pod khusus untuk RAAF Australia. Nilai investasi Australia dalam proyek pengembangan ini sendiri mencapai sekitar US$185,9 juta.
AL AS Tuntaskan Uji Coba Jammer Pod Terbaru untuk EA-18G Growler
Saat ini, RAAF mengoperasikan 12 unit EA-18G Growler yang bermarkas di RAAF Base Amberley. Sebelumnya, Australia memesan 12 unit, namun satu unit hancur akibat kebakaran mesin pada 2018 di AS. Australia kemudian memesan kembali satu unit pengganti dari lini produksi Boeing untuk memastikan jumlah armada tetap di angka 12 unit guna menjaga kesiapan tempur mereka di kawasan Indo-Pasifik.
Dengan dipasangnya AN/ALQ-249, Growler Australia kini memiliki kemampuan untuk “membutakan” sistem pertahanan udara paling modern sekalipun, termasuk sistem rudal jarak jauh buatan Rusia atau Cina.
Dalam skenario pertempuran modern, Growler tidak hanya bertugas melindungi jet tempur F-35A atau Super Hornet Australia, tetapi juga bertindak sebagai pusat intelijen elektronik yang mampu memetakan seluruh posisi musuh tanpa pernah tertangkap oleh radar lawan. Kehadiran pod NGJ-MB di Williamtown adalah sinyal kuat bahwa Australia kini memiliki salah satu “payung elektronik” terkuat di dunia. (Gilang Perdana)
Related Posts
-
Di Hari Valentine, AS dan Rusia Sama-sama Luncurkan Roket ke Luar Angkasa, Bawa Satelit dengan Misi Rahasia
No Comments | Feb 15, 2024 -
Bakal Jadi Rudal Jelajah Masa Depan TNI AD, Avibras AV-TM 300 Masuk Fase Produksi di 2021
8 Comments | Oct 2, 2019 -
Dilengkapi Teknologi AIP, Cina Mulai Bangun Kapal Selam S26T Pesanan Thailand
14 Comments | Sep 16, 2019 -
Bofors 40 MK4: Generasi Canggih Meriam Kaliber Sedang TNI AL
20 Comments | May 28, 2015



Kemampuan pernika tetangga selatan kita superior (salah satu anak emas AS di kawasan Indo-Pasifik) alamat bakal keteteran kita ngadepin mereka walau punya Rafale F4, KF-21 Block 2 dan KAAN tapi masih minus AEW&C 😢
Tetangga makin jauh aja kecanggihannya, mimpi sih Indonesia bisa punya Growler, realistisnya punya AEWCS aja masih aja ganggu milih nambah pespur, entah apa maksud kebijakannya, entah nunggu pengembangan dari CN-235 atau gmna.