Tag: RAAF

Australia Akuisisi MC-55A Peregrine, Sang “Konduktor” Peperangan Elektronika

Angkatan Udara Australia telah memiliki seabreg alutsista kelas atas, sebut  dari jet tempur F-35A Lightning II, pesawat intai AEW&C E-7A Wedgetail, EA-18G Growler, pesawat intai maritime P-8A Poseidons, dan  drone intai HALE (High Altitide Long Endurance) Northrop Grumman MQ-4C Triton. Yang disebut di atas adalah etalase utama AU Australia (RAAF), terkhusus dalam meladeni perang elektronika (electronic warfare), maka selain Amerika Serikat, nyaris di kawasan tiada yang sepadan menandingi kedigdayaan militer Negeri Kangguru tersebut. (more…)

Northtrop Grumman MQ-4C Triton: Drone Intai Maritim HALE, Pengganti P-3C Orion Australia

Pada tahun 2023, AU Australia (RAAF) mulai akan mengoperasikan drone intai dengan kualifikasi HALE (High Altitude Long Endurance). Persisnya pada pertengahan 2023, dijadwalkan unit perdana MQ-4C Triton produksi Notrhrop Grumman akan tiba di Lanud Edinburgh, Adelaide, South Australia. Sementara operasional penuh dari total enam unit MQ-4C Triton yang dipesan diperkirakan akan tuntas pada tahun 2025. (more…)

Pensiunkan F-16 di 2030, Singapura Bersiap Akuisisi F-35 Lightning II Joint Strike Fighter

Tarik ulurnya proses pengadaan jet tempur Sukhoi Su-35 mungkin membuat sebagian netizen di Republik ini menjadi jengah, belum juga tuntas mengenai produk yang akan dibarter dengan pihak Rusia, masalah lain muncul terkait ancaman sanksi dari Amerika Serikat jika Indonesia tetap mengakuisisi Su-35. Sementara Indonesia masih bergelut di zona tak menentu, sebaliknya angkatan udara negara tetangga kian terlihat kuat dan berotot. (more…)

Dari Total Pesanan 72 Unit, AU Australia Telah Terima Dua F-35A Perdana

AUAustralia (RAAF) kian kekar posturnya, setelah Senin (10/12) kemarin telah mendarat gelombang perdana Joint Strike Fighter yang terdiri dari 2 unit F-35A Lightning II. Dengan dikawal empat unit F/A-18 Hornet, kedua jet tempur siluman buatan Lockheed Martin tersebut mendarat di Lanud Williamtown, sebelah utara Sydney di Negara Bagian New South Wales. (more…)

Unjuk Kebolehan di Pitch Black 2018, TNI AU Kirim 8 Unit F-16 C/D Block52ID Ke Australia

Di matra laut, latihan gabungan (latgab) multilateral paling kondang adalah RIMPAC (Rim of Pacific) yang digelar Armada Pasifik, Amerika Serikat. Sementara di matra udara, latgab multilateral yang terbesar di kawasan Asia Pasifik adalah Pitch Black, ajang dua tahunan yang diselenggarakan AU Australia (RAAF) di Kawasan Utara Negeri Kangguru tersebut. Indonesia yang sejak Pitch Black 2012 selalu mengutus jet tempurnya, kini di Pitch Black 2018 kembali akan mengirimkan jet tempur andalannya, bahkan dalam jumlah yang besar. (more…)

Meski Motorola SLAMMR Out of Service, Boeing 737 2X9 Intai Strategis TNI AU Masih Punya Taji

Meski sudah tergolong tua, Keberadaan radar intai Motorola SLAMMR (Side Looking Airborne Modular Multi Mission Radar) pada tiga unit Boeing 737 2X9 Skadron Udara 5, nyatanya masih membuat negara lain penasaran. Kabarnya pihak AU Australia (RAAF) getol mencari tahu seperti apa kemampuan SLAMMR yang sesungguhnya. Antara Indonesia dan Australia pernah menggelar Latma (Latihan Bersama) Albatros Ausindo pada 2012 di Lanud Darwin. Jika RAAF mengerahkan pesawat intai AP-3C Orion, maka dari TNI AU yang dikerahkan adalah pesawat intai strategis Boeing 737 2X9. (more…)

TNI AU Dalami Kemampuan MRTT, Australia Siap Datangkan KC-30A Ke Indonesia

Walau hingga kini belum ada kabar mengenai kontrak pengadaan pesawat tanker multi role untuk TNI AU, namun TNI AU terus melakukan upaya persiapan agar kelak dapat mengawaki alutsista baru tersebut dengan baik. Seperti pada 6-7 Februari 2018, pihak AU Australia (RAAF) dan TNI AU menyelenggarakan program pelatihan Air to Air Refuelling Subject Matter Expert Exchange (AAR SMEE) di Jakarta. RAAF tergolong senior dan mitra terdekat dalam penggunaan pesawat tanker di kawasan, lantaran Negeri Kangguru ini telah mengoperasikan MRTT (Multi Role Tanker Transport) sejak Juni 2011. (more…)

Ruang Udara ‘Terbatas,’ Singapura Justru Punya Banyak Pesawat Tanker, Inilah Alasannya!

Sesaat setelah lepas landas dari Lanud Paya Lebar, bagi jet tempur tercanggih di Asia Tenggara F-15SG, dengan kecepatan penuh hanya butuh waktu kurang dari satu menit untuk keluar dari teritori udara Singapura. Hal ini menyiratkan betapa terbatasnya ruang udara Singapura. Toh dengan kondisi keterbatasan ruang udara, komposisi interceptor Negara Kota ini sulit ditandingi negara tetangganya, selain F-15SG, masih ada F-16 C/D Block52+. Yang jika digabung, kedua jet tempur tersebut berjumlah tak kurang dari 90 unit. (more…)