
Raksasa industri pertahanan Jerman, thyssenkrupp Marine Systems (TKMS), melalui anak usahanya Atlas Elektronik, secara resmi mengamankan kontrak pengadaan torpedo berat terbesar dalam sejarah perusahaan. (more…)

Raksasa industri pertahanan Jerman, thyssenkrupp Marine Systems (TKMS), melalui anak usahanya Atlas Elektronik, secara resmi mengamankan kontrak pengadaan torpedo berat terbesar dalam sejarah perusahaan. (more…)

Pada artikel sebelum ini, diwartakan Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) akan diperkuat dengan dua drone bawah laut atau Autonomous Underwater Vehicle (AUV) Hugin produksi Kongsberg Discovery, dari tipe Endurance dan Superior. Terkhusus pada Hugin Endurance, drone bawah laut ini punya daya tahan beroperasi selama 15 hari dengan kedalaman selam hingga 6.000 meter. (more…)

Bagi Taiwan, kapal selam Hai Kun yang belum lama ini diluncurkan adalah alutsista super strategis. Lantaran statusnya, informasi tentang spesifikasi kapal selam ini dijaga rapat. Sempat adanya dugaan kebocoran data dan informasi tentang Hai Kun dan langsung mendapat perhatian besar dari otoritas keamanan Taiwan. Setidaknya informasi tentang Hai Kun masih berstatus super rahasia hingga operasional Hai Kun pada tahun 2025 dikukuhkan oleh Angkatan Laut Taiwan. (more…)

Tampilan kapal selam diesel listrik ini terasa oldskul dalam konteks zaman ini, namun kapal selam Sinpo class milik Korea Utara, belum lama ini berhasil membetot perhatian dunia, pasalnya pada 14 Maret 2023 lalu, salah satu Sinpo class – 8.24 Yongung, dikabarkan berhasil meluncurkan dua rudal jelajah di lepas pantai Teluk Kyongpho di Laut Timur. (more…)

Kerap dijuluki sebagai “siluman bawah air,” eksistensi kapal selam tak jarang dikaitkan dengan operasi khusus dari pasukan elite. Mengandalkan kesenyapan tingkat tinggi, maka kapal selam efektif untuk menjalankan misi seperti infilitasi. Dan bicara seputar infiltrasi, sejarah peperangan mencatat bahwa sosok kapal selam mini (midget submarine) selalu diandalkan untuk tujuan ini. Bila umumnya, pasukan elite harus ‘nebeng’ kapal selam konvensional untuk misi-misi khusus, tapi lain halnya dengan Spetsnaz, pasukan elite Rusia ini ternyata pernah punya kapal selam khusus. (more…)

Meski bukan kelas destroyer, kodrat kapal perang ini adalah sebagai pemburu dan penghancur kapal selam, namun karena fungsi utamanya tak dapat berjalan sebagaimana mestinya, sosok kapal perang ini di Indonesia kemudian beralih peran sebagai kapal patroli. Yang dimaksud disini adalah Kronshtadt Class Submarine Chaser, jenis kapal perang yang tersisa sebagai ‘buah’ dari kampanye Operasi Trikora. (more…)

Tak butuh waktu berbulan-bulan, sejak KRI Nagapasa 403 diserahterimakan ke TNI AL pada 2 Agustus lalu di Okpo, Korea Selatan, kapal selam Type 209/1400 itu kemudian dilayarkan ke Tanah Air, dan kini kurang dari empat minggu, tepatnya hari ini (28/8/2017), KRI Nagapasa 403 telah resmi tiba dan merapat di Dermaga Ujung Koarmatim, basis pangkalan terbesar dan terkuat TNI AL yang berada di Surabaya, Jawa Timur. (more…)

Merujuk ke Minimum Essential Force (MEF), harapan untuk menjodohkan rudal anti kapal sebagai sistem senjata di kapal selam Nagapasa Class terasa amat berat. Namun, tahukah Anda, bahwa di tahun 1962 justru ada kapal selam milik Indonesia yang pernah melontarkan rudal anti kapal, bahkan kelasnya jauh diatas UGM-84 Harpoon atau SM39 Exocet, yakni sosok alutista yang masuk segmen rudal jelajah (cruise missile) SS-N-3c Shaddock. Kapal selam yang dimaksud adalah KRI (d/h RI) Alugoro 406, salah satu dari 12 unit kapal selam Whiskey Class yang didatangkan dari Uni Soviet dalam kampanye Operasi Trikora. Bukan sebatas dibeli, tapi rudal berbobot 5 ton ini bahkan pernah diuji tembak. (more…)

Meski kecil kemungkinan untuk diakuisisi Indonesia, rudal anti kapal sejatinya dapat saja diluncurkan dari kapal selam Type 209/1400 Nagapasa Class TNI AL. Rasanya lumrah ketika armada kapal selam terbaru tiba di Tanah Air, akan muncul harapan dari masyarakat agar kapal selam andalan Korps Hiu Kencana dapat dipersenjatai secara layak. Selain bekal torpedo yang sifatnya mutlak, pengadaan rudal anti kapal juga layak diperhitungkan, mengingat negara tetangga pun sudah mengoperasikan rudal anti kapal pada kapal selam Scorpene Class. (more…)

Di artikel kami pada 28 Juni 2015 telah disinggung tentang potensi akuisisi torpedo Black Shark guna melengkapi kehadiran tiga unit kapal selam Type 209/1400 Nagapasa Class (aka – Changbogo Class), pasalnya pengadaan torpedo heavy weight sudah menjadi agenda belanja dalam MEF (Minimum Essential Force) Tahap I periode 2009 – 2014. Namun hingga berakhirnya MEF I dan masuk ke MEF II, belum juga terdengar jenis torpedo baru yang akan melengkapi Nagapasa Class. Namun kini tanda-tanda Black Shark akan dimiliki TNI AL mulai santer terdengar. (more…)