Kanon CIWS Gokdeniz Uji Tembak Langsung (Live Firing) di Atas Fregat TCG Istanbul (F-515)

Industri pertahanan Turki kembali mencatatkan pencapaian signifikan melalui perusahaan teknologi pertahanan terkemuka mereka, Aselsan. Dalam sebuah rilis video terbaru, sistem pertahanan udara jarak dekat (Close-In Weapon System/CIWS) Gokdeniz sukses menjalani uji tembak langsung (live-firing) di atas fregat terbaru angkatan laut Turki, TCG Istanbul (F-515).
Uji coba yang diumumkan pada 9 Januari 2016 bukan sekadar rutinitas, melainkan pembuktian final bahwa sistem kanon reaksi cepat ini mampu melenyapkan ancaman rudal anti-kapal dan drone dengan presisi tinggi di lingkungan laut yang dinamis.
Berdasarkan video dan rilis dari Aselsan, mereka menggunakan drone target udara yang mampu terbang rendah di atas permukaan laut (sea-skimming). Hal ini dilakukan untuk menguji kemampuan radar Gokdeniz dalam membedakan antara target kecil yang bergerak cepat dengan gangguan pantulan ombak laut (sea clutter).
Pertanyaan menarik seputar uji coba tembak ini, mengapa Aselsan baru merilis video uji tembak resmi dari kapal perang Turki sekarang, padahal sistem Gokdeniz sudah lama dipasarkan, dipasang pada berbagai kapal, bahkan sudah memperkuat kapal perang terbaru Filipina (korvet Miguel Malvar class)?
ASELSAN GÖKDENİZ YHSS yeni atışlı testini TCG İstanbul fırkateyni üzerinde gerçekleştirdi. pic.twitter.com/SzGemWs3cp
— Avionot (@avionot) January 9, 2026
Ada beberapa alasan strategis di balik langkah ini, sebut saja validasi pada platform “baku”. TCG Istanbul adalah kapal pertama dari fregat-I class Turki yang merupakan platform orisinal buatan dalam negeri secara penuh. Publikasi ini bertujuan menunjukkan bahwa Gokdeniz telah mencapai “Maturitas Sistem” yang sempurna ketika diintegrasikan dengan sistem manajemen tempur (CMS) Adevent milik Turki sendiri. Ini adalah pesan kepada pasar global bahwa sistem ini sudah battle-ready di tingkat tertinggi.
Selama beberapa tahun terakhir, Aselsan fokus pada penyempurnaan algoritma radar dan pelacakan target. Mempublikasikan rekaman uji coba sebelum sistem mencapai efisiensi 100% dapat mengekspos karakteristik teknis yang ingin dirahasiakan dari kompetitor.
Aselsan Gokdeniz – Kanon CIWS Laras Ganda untuk Hanud di Kapal Perang
Gokdeniz dirancang untuk menjadi baris pertahanan terakhir (last line of defense) sebuah kapal perang dengan mengandalkan sistem senjata laras ganda berupa kanon kaliber 35 mm dengan jarak tembak efektif 4.000 meter. Kanon Gokdeniz memiliki kecepatan tembak sangat tinggi (1.100 proyektil per menit). Ini memberikan kerapatan peluru yang luar biasa di udara untuk menjatuhkan ancaman yang mendekat dengan kecepatan supersonik.
Adiosi amunisi pintar (Airburst Ammunition/ATOM) menjadi rahasia Gokdeniz. Sistem ini menggunakan amunisi berfragmentasi yang dapat diprogram. Saat peluru mendekati target, peluru tersebut meledak dan menciptakan “awan” partikel tungsten yang sangat padat, memastikan target (seperti rudal kecil atau drone) hancur meskipun tidak terkena hantaman langsung. Bahkan kanon ini punya kemampuan penggantian tipe munisi, antara munisi HEI dan ATOM secara otomatis lewat Automatic Linkless Ammunition Feed Mechanism (ALAFM).

Gokdeniz dilengkapi dengan radar pencarian, radar pelacak, dan sensor elektro-optik (E/O) sendiri yang terpasang pada kubah meriamnya. Hal ini memungkinkannya beroperasi secara mandiri bahkan jika sistem radar utama kapal mengalami gangguan. Selain mampu menghancurkan rudal anti-kapal, Gokdeniz sangat efektif melawan ancaman asimetris seperti drone bunuh diri (kamikaze drones) dan kapal cepat kecil yang sering menjadi ancaman di wilayah perairan sempit.
Keberhasilan uji tembak di TCG Istanbul ini menegaskan posisi Turki sebagai salah satu dari sedikit negara di dunia yang mampu memproduksi sistem CIWS mandiri yang setara dengan Phalanx milik AS atau Goalkeeper milik Belanda. Dalam spesifikasi yang dilampirkan Aselsan, Gokdeniz digambarkan mampu beroperasi efektif sampai level sea state 5 (ketinggian gelombang 2,5 sampai 4 meter) berkat teknologi stabilized gun turret.
Bagi negara-negara pengguna seperti Filipina, publikasi ini memberikan kepastian bahwa investasi mereka pada teknologi Aselsan adalah keputusan yang tepat untuk melindungi aset maritim mereka dari ancaman modern yang kian kompleks. (Gilang Perdana)
Indonesia Tandatangani Kesepakatan Akuisisi Dua Unit Fregat (Istif/Istanbul) Class



Istanbul class update min jadinya dibeli kagak oleh Konoha?
Update juga vls di kapal ppa mau di isi rudal aster series atau rudal turkie?