Kabar mengenai potensi akuisisi kapal induk eks ITS Giuseppe Garibaldi oleh Indonesia membawa angin segar bagi modernisasi kekuatan laut TNI AL, terutama karena kapal ini tidak terikat pada batasan ketat regulasi ITAR (International Traffic in Arms Regulations) Amerika Serikat. (more…)
Jepang baru saja mengejutkan dunia militer dengan memamerkan kemampuan rudal jelajah anti-kapal generasi terbarunya. Dalam sebuah rekaman video resmi yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Jepang ewat Acquisition Technology & Logistics Agency (ATLA), rudal yang saat ini dikenal sebagai “New SSM” (New Surface to Ship Missile) terlihat melakukan manuver barrel roll atau berputar spiral saat terbang menuju target. (more…)
Industri pertahanan Turki kembali mencatatkan pencapaian signifikan melalui perusahaan teknologi pertahanan terkemuka mereka, Aselsan. Dalam sebuah rilis video terbaru, sistem pertahanan udara jarak dekat (Close-In Weapon System/CIWS) Gokdeniz sukses menjalani uji tembak langsung (live-firing) di atas fregat terbaru angkatan laut Turki, TCG Istanbul (F-515). (more…)
Dalam joint sail dan Maritime Partnership Exercise (MPX) 2025 bersama Angkatan Laut India, untuk pertama kalinya Angkatan Laut Filipina memperkenakan jenis senjata baru pada kapal perang permukaan. Jenis senjata yang dimaksud adalah kanon laras ganda Gokdeniz kaliber 35 mm di fregat BRP Miguel Malvar (FFG-06), sekaligus memperkenalkan jenis CIWS (Close In Weapon System) pertama yang diadopsi Angkatan Laut Filipina. (more…)
Meski efektivitasnya dalam pertempuran masih perlu dibuktikan, namun konvergensi kanon reaksi cepat pada kapal perang, yang dipindahkan ke platform kendaraan bergerak di darat, menarik untuk dicermati. Setelah yang dilakukan militer Libya pada kanon AK-230, kini kanon reaksi cepat yang lebih baru dan modern, AK-630M dikabarkan tengah dikembangkan untuk sistem pertahanan udara (hanud) mobile di darat. (more…)
Dengan kecepatan tembakan yang tinggi, kanon reaksi cepat multi-laras (gatling gun) seperti Phalanx, Goalkeeper dan Norinco Type 730, diklaim mampu menetralisir serangan rudal jelajah anti kapal yang melesat di level high subsonic. Namun, apakah kanon CIWS (Close In Weapon System) tersebut sanggup untuk mencegat serangan rudal jelajah hipersonik? (more…)
Setelah melakukan pelayaran jarak jauhnya ke Jepang, termasuk melintasi Selat Taiwan, misi pelayan jarak jauh Angkatan Laut Jerman ke Indo Pasifik, yang terdiri dari frigat Baden-Württemberg class (Type 125), yakni F222 Baden-Württemberg, dan kapal pendukung tempur (tanker) A1412 Frankfurt Am Main – Berlin class (Type 702), kini berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, mulai dari tanggal 26 sampai 29 September 2024. (more…)
Untuk pertama kalinya kanon reaksi cepat – Close In Weapon System (CIWS) Phalanx beraksi dalam krisis yang sedang membara di Laut Merah. Persisnya kapal perusak berpeluru kendali USS Gravely (DDG 107) – Arleigh Burke Class dilaporkan pada hari Selasa (30/1/2024), telah menembak jatuh rudal jelajah anti kapal yang diluncurkan Houthi. (more…)
Frigat Jose Rizal Class – BRP Jose Rizal dan BRP Antonio Luna, buatan Hyundai Heavy Industries adalah flagship bagi Angkatan Laut Filipina. Mengadopsi desain semi stealth, Jose Rizal class dibekali dengan sistem senjata yang tercanggih untuk kelas kapal perang Filipina, termasuk rudal anti kapal, rudal hanud jarak pendek (Mistral) dan helikopter anti kapal selam. Namun, ada yang kurang, Jose Rizal class belum dibekali kanon reaksi cepat – Close In Weapon System (CIWS). (more…)
Senjata airsoft tentu sudah dikenal banyak orang, peminat airsoft gun terus menjamur dengan beragan pilihan senapan serbu. Namun, pernahkah terbayang, bahwa kanon reaksi cepat – Close In Weapon System (CIWS) Phalanx kaliber 20 mm yang biasa ditempatkan di kapal perang, diciptakan dalam wujud airsoft? (more…)