Terobosan Maritim Cina: Type 076, Kapal Induk Amfibi Pertama di Dunia dengan Ketapel Elektromagnetik (EMALS)

Setelah kapal induk Type 003 Fujian resmi beroperasi, maka sorotan atas keunggulan teknologi penerbangan Angkatan Laut Cina beralih ke kapal serbu amfibi – LHD (Landing Helicopter Dock) Type 075 Sichuan. Setelah kapal pertamanya diluncurkan pada akhir Desember 2024, maka fokus perhatian tertumpu pada adopsi teknologi electromagnetic catapult – EMALS (Electromagnetic Aircraft Launch System) yang juga disertakan pada kapal induk helikopter ini.
Baca juga: Ikon Baru Kekuatan Maritim Asia, Kapal Induk Fujian Resmi Beroperasi
Laporan intelijen dan analis pertahanan mengonfirmasi sebuah revolusi dalam desain kapal perang Cina, yang merupakan terobosan strategis global karena teknologi EMALS tidak lagi menjadi domain eksklusif pada kapal induk utama seperti Type 003 Fujian, melainkan telah diintegrasikan ke dalam kapal pendarat amfibi seberat 50.000 ton.
Secara tradisional, LHA/LHD dirancang untuk membawa helikopter, mendaratkan pasukan, dan beroperasi dengan pesawat Vertical Take-Off and Landing (VTOL) atau Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL), seperti F-35B milik AS.
Namun, Type 076 mengubah paradigma tersebut. Integrasi EMALS menunjukkan bahwa Cina merancang Type 076 dengan peran ganda, yaitu peran amfibi tradisional, seperti mengangkut marinir dan helikopter, dan peran serangan udara canggih, persisnya berfungsi sebagai drone carrier yang mampu meluncurkan pesawat tak berawak bersayap tetap yang berukuran besar.
We have the First Exclusive videos about the PLAN🇨🇳Type 076 Sichuan Amphibious Helicopter Landing Dock, AKA China’s Mini EMALS Carrier, Second ship in PLAN to be equipped with EMALS technology, displacing at 50,000 tons, larger than Charles De Gaulle, Superior to America-class! pic.twitter.com/P0q2f6ygia
— PLA Military Updates (@PLA_MilitaryUpd) November 14, 2025
Pemasangan EMALS di Type 076 bukan untuk meluncurkan jet tempur berawak yang besar, karena Type 076 tidak memiliki fasilitas hanggar atau dek penerbangan yang memadai untuk operasi jet konvensional). EMALS pada Type 075 dibutuhkan untuk meluncurkan UCAV Berat (Unmanned Combat Aerial Vehicles), drone tempur yang besar memerlukan kecepatan peluncuran tinggi dan daya dorong besar.
Dengan bantuan EMALS, drone dapat lepas landas dengan muatan senjata dan bahan bakar yang jauh lebih berat daripada jika dilepaskan dengan daya sendiri atau dari kapal yang lebih kecil. Ini memperluas jangkauan pengintaian, peperangan elektronik, dan serangan presisi untuk mendukung operasi pendaratan amfibi.
The Type 076 Heads out for Maiden Sea Trials
🔷The Amphibious Ship Features a Dual-island Superstructure
🔷EMALS & EM Arresting Systems
🔷Fixed-Wing Aircraft–Capable
🔷The Trial Mission Primarily Test the Reliability & Stability of the Sichuan’s Propulsion and Electrical Systems pic.twitter.com/NmOep6V01I— David Wang (@DavidWangPLA) November 14, 2025
EMALS di Type 076 Sichuan kemungkinan adalah versi yang lebih ringkas, menggunakan komponen solid-state yang lebih kecil, dan mungkin menggunakan sistem penyimpanan energi yang lebih minimalis dibandingkan dengan kebutuhan kapal induk utama.
Keputusan untuk memasang EMALS pada Type 076 adalah bukti nyata dari dua capaian besar industri pertahanan Cina, yang mampu memproduksi dan menstandarisasi EMALS secara massal. Memindahkan EMALS dari kapal induk utama ke kelas kapal kedua menunjukkan bahwa Cina telah mengatasi hambatan teknis dan industrial yang membatasi teknologi tersebut.
Saat ini, tidak ada satu pun LHD atau LHA Angkatan Laut Barat (termasuk kapal AS seperti kelas Wasp atau America) yang dilengkapi dengan sistem ketapel elektromagnetik. Ini memberikan Cina keunggulan taktis yang signifikan dalam proyeksi kekuatan di kawasan Indo-Pasifik, memungkinkan mereka untuk meluncurkan serangan udara canggih dari platform amfibi.
Berdasarkan timeline peluncuran akhir 2024, kapal pertama Type 076 yang berkemampuan EMALS ini diharapkan untuk komisioning dan secara resmi bergabung dengan Angkatan Laut Cina (PLAN) sekitar akhir 2026 atau awal 2027. Saat ini Type 076 Sichuan telah memulai tahapan sea trial. (Gilang Perdana)
Kapal Induk Cina Pecundangi F-35C, Luncurkan Jet Tempur Siluman Shenyang J-35 dengan Sistem EMALS



China, apa aja dipasang EMALS, mungkin ntar pangkalan militer mereka di pulau-pulau kecil di LCS bakalan dipasang EMALS juga kali ya. Hhhhhhhhhh
“Integrasi EMALS menunjukkan bahwa Cina merancang Type 076 dengan peran ganda, yaitu peran amfibi tradisional, seperti mengangkut marinir dan helikopter, dan peran serangan udara canggih, persisnya berfungsi sebagai drone carrier yang mampu meluncurkan pesawat tak berawak bersayap tetap yang berukuran besar.”
Karena mengubah paradigma kapal LHA/LHD tradisional, Type 076 akankah menjadi kapal Landing Drone Assault Dock (LDAD) karena trennya saat ini adalah drone carrier? 🤔
“Saat ini, tidak ada satu pun LHD atau LHA Angkatan Laut Barat (termasuk kapal AS seperti kelas Wasp atau America) yang dilengkapi dengan sistem ketapel elektromagnetik. Ini memberikan Cina keunggulan taktis yang signifikan dalam proyeksi kekuatan di kawasan Indo-Pasifik, memungkinkan mereka untuk meluncurkan serangan udara canggih dari platform amfibi.”
Apabila dilihat dari perspektif kita, walaupun calon kapal LHD besutan PT PAL yang berbasis Juan Carlos I class dengan panjang 243 meter yang direncanakan tetap mengadopsi ski-jump deck (Short Take-off But Arrested Recovery – STOBAR) untuk dapat meluncurkan drone bersenjata Bayraktar TB3 dari atas geladak nantinya masih tetap mumpuni untuk gelar OMP (operasi amfibi, serangan udara presisi) dan OMSP baik diproyeksikan ke berbagai titik di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara bahkan Oceania, tak kalah pamor di kawasan Indo-Pasifik meski Tiongkok punya keunggulan taktis dengan Type 076 👍