Demi Interoperabilitas dengan Australia, Selandia Baru Dikabarkan Minat pada Fregat Mogami Class

Mengikuti jejak Australia yang mengakuisisi 11 unit fregat Mogami class dari Jepang, maka Selandia Baru, sebagai negara sekutu yang tergabung dalam pakta pertahanan ANZUS (Australia, New Zealand, United States Security Treaty), rupanya juga kepincut dengan fregat Mogami class.
Kabar itu pertama kali dilaporkan oleh media Jepang, Kyodo News, yang menyebut Selandia Baru tertarik pada fregat Mogami class (atau versi yang ditingkatkan, yang disebut “New FFM”) milik Jepang. Minat ini muncul setelah Australia memilih versi yang lebih besar dari kapal ini (sering disebut sebagai turunan Mogami yang ditingkatkan) untuk program General Purpose Frigate/GPF) mereka pada Agustus 2025.
Minat Selandia Baru terungkap setelah pembicaraan pertahanan tingkat tinggi baru-baru ini di Tokyo, yang terjadi sekitar 20-22 Oktober 2025. Minat tersebut secara resmi dikonfirmasi oleh Laksamana Muda Garin Golding, Kepala Angkatan Laut Selandia Baru (Royal New Zealand Navy/RNZN), dalam pertemuan dengan Menteri Pertahanan Jepang, Gen Nakatani.
Selandia Baru saat ini sedang mencari pengganti untuk dua unit fregat ANZAC class mereka yang sudah tua pada pertengahan tahun 2030-an. Kesamaan desain dengan Australia menawarkan potensi besar untuk skala ekonomi, pelatihan bersama, dan interoperabilitas logistik di antara kedua negara yang tergabung dalam pakta pertahanan ANZUS.

Selandia Baru dilaporkan tertarik pada versi “New FFM” yang ditingkatkan, yang mencakup penambahan sistem peluncur vertikal (Vertical Launch System/VLS) hingga 32 sel, radar yang ditingkatkan, dan sistem tempur yang lebih canggih—sebuah konfigurasi yang serupa dengan yang akan diakuisisi oleh Australia.
Meskipun Australia dan Selandia Baru merujuk pada desain dasar yang sama (Fregat Mogami class Jepang), ada perbedaan mendasar antara model yang dipilih oleh Australia dan yang saat ini menarik perhatian Selandia Baru, terutama karena program Australia melibatkan modifikasi signifikan.
Mitsubishi Luncurkan JS Mogami, Heavy Frigate Impian Warganet Indonesia
Australia memilih desain Mogami yang telah dimodifikasi secara substansial dan diperbesar dari versi Jepang yang beroperasi saat ini. Mogami Australia punya berat lebih besar dengan bobot sekitar 4.000 hingga 5.000 ton (lebih besar dari Mogami asli 5.500 ton beban penuh) untuk menambah ruang sistem tempur dan bahan bakar.
Mogami class Australia dilengkapi 32 cell Mk 41 VLS (sistem peluncur vertikal), ini merupakan peningkatan besar dari 16 cell yang direncanakan untuk Mogami asli Jepang. Mogami untuk Australia juga akan menggunakan radar canggih yang disempurnakan (kemungkinan AESA atau radar array fase aktif elektronik yang ditingkatkan).
Tujuan akuisisi Mogami class oleh Angkatan Laut Australia adalah membangun kapal tempur serbaguna (General Purpose Frigate) dengan daya tembak yang jauh lebih kuat, menempatkannya di antara korvet dan fregat anti udara (Hunter class).
Sementara Selandia Baru tertarik pada “New FFM” atau versi ekspor Mogami yang telah ditingkatkan, yang cenderung memiliki spesifikasi lebih dekat ke versi peningkatan Jepang (FFM Batch 2) atau versi Australia, tetapi kemungkinan akan lebih sederhana atau lebih kecil dari desain Australia.
Ukuran kemungkinan sedikit lebih kecil atau mengikuti ukuran Mogami full load (sekitar 5.500 ton) dengan bobot sekitar 4.000 ton seperti yang sedang dipertimbangkan untuk penggantian fregat ANZAC class.

Selandia minat pada konfigurasi dengan 32 cell Mk 41 VLS (sama dengan keinginan Australia), lepas dari itu, interoperabilitas dengan Australia. Minat utama Selandia Baru adalah memaksimalkan pelatihan, pemeliharaan, dan rantai pasokan yang sama dengan Australia, yang akan menjadi operator Mogami terbesar di luar Jepang.
Sejauh ini, Selandia Baru masih dalam tahap penjajakan, tetapi motivasi utamanya adalah menyelaraskan platform mereka dengan Australia untuk efisiensi biaya dan logistik, sehingga kemungkinan besar mereka akan mencari varian Mogami New FFM yang serupa dengan pesanan Canberra. (Gilang Perdana)
Australia Pensiunkan HMAS ANZAC (FFH 150) – Frigat Canggih dengan Usia Masih Tergolong ‘Muda’
Related Posts
-
Uji Interoperabilitas, Jet Tempur Rafale-M Beroperasi dari Kapal Induk AS USS George HW Bush
2 Comments | Dec 5, 2022 -
Indonesia dan Malaysia Disebut Minat Pada Rudal Jelajah Supersonik Brahmos ALCM untuk Sukhoi Su-30
4 Comments | Dec 30, 2024 -
RSS Impeccable (Invincible Class) – Kapal Selam Tercanggih di Asia Tenggara Telah Tiba di Singapura
13 Comments | Jul 22, 2023 -
JS Nomi (Awaji Class) Komisioning, Kapal Pemburu Ranjau dengan Lambung ‘Fiber Reinforced Plastic’
No Comments | Mar 15, 2025



Negosiasi RI-Jepang terkait frigate Mogami class ini tidak menemukan titik terang, Aussie dan ‘next’ NZ kok mudah banget jalan mereka ya? 😩