Raih Restu Konsorsium Eurofighter, Turki Negosiasi Pembelian Jet Tempur Typhoon Bekas dari Qatar

Meski bangga tengah mengembangkan jet tempur generasi kelima KAAN, namun Angkatan Udara Turki ibarat ‘orang bingung’ dalam pengadaan jet tempur. Turki pada bulan Juli 2025 telah menandatangani nota kesepahaman awal untuk membeli 40 jet Eurofighter dari Inggris, namun, negosiasi harga dan persyaratan akhir masih berjalan, dan Ankara menilai tawaran awal Inggris terlalu mahal.

Baca juga: Inggris Pensiunkan Sebagai Besar Armada Eurofighter Typhoon Tranche 1, Sisakan Satu Flight di Falkland

Bahkan jika kesepakatan dengan Inggris tercapai, pengiriman diperkirakan memakan waktu bertahun-tahun, sementara kebutuhan Turki mendesak.

Seperti dikutip Middle East Eye (7/10/2025), Turki disebut sedang membahas kesepakatan dengan Qatar untuk mengakuisisi jet tempur Eurofighter Typhoon bekas pakai sebagai solusi untuk mengisi kesenjangan kekuatan udara mereka. Langkah ini diambil karena armada jet F-16 Turki yang semakin menua dan kebutuhan mendesak akan pesawat tempur modern sebelum jet generasi kelima buatan domestik mereka, KAAN, siap beroperasi pada awal tahun 2030-an.

Sebaliknya, Qatar dapat memberikan solusi yang lebih cepat karena negara tersebut telah mengoperasikan 24 unit Eurofighter Typhoon Tranche 3A. Sumber regional menyebutkan bahwa kesepakatan antara Turki dan Qatar hampir tercapai, meskipun negosiasi masih berlangsung.

‘Pertanda Semakin Dekat’, Dua Jet Tempur Eurofighter Typhoon Mendarat di Ankara

Menteri Pertahanan Turki, Yasar Guler, dan Komandan Angkatan Udara, Jenderal Ziya Cemal Kadioglu, dilaporkan berada di Doha pada hari Selasa (7 Oktober 2025) untuk membahas potensi akuisisi jet tersebut. Menteri Pertahanan Turki kemudian mengonfirmasi bahwa Guler telah bertemu dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Qatar, Saoud bin Abdulrahman Al Thani.

Meski ada titik terang dari Qatar, namun setiap penjualan jet tempur ini memerlukan persetujuan dari Konsorsium Eurofighter, yang meliputi Inggris, Jerman, Italia, dan Spanyol. Sumber regional menyatakan bahwa konsorsium tersebut mendukung kesepakatan ini karena melihat Turki sebagai calon pembeli besar, yang di masa depan mungkin mencari peningkatan (upgrade) dan unit tambahan jet Tranche 4 yang dilengkapi sistem radar canggih.

Padahal Punya Jet Tempur Rafale, F-15QA dan Eurofighter Typhoon, Tapi Qatar Tak Berkutik Menghadapi Serangan Udara Israel

Pencarian alternatif ini muncul setelah Turki didepak dari program jet tempur F-35 Lightning II AS pada tahun 2019, menyusul keputusannya mengakuisisi sistem pertahanan udara (hanud) S-400 buatan Rusia. Insiden ini membuat Ankara menghadapi bayang-bayang kekurangan jet tempur modern.

Meskipun Angkatan Udara Turki bersedia mengakuisisi pesawat apa pun yang tersedia (termasuk F-16, Eurofighter, atau bahkan F-35), beberapa tokoh kunci dalam lembaga pengadaan pertahanan Turki berpendapat bahwa Ankara seharusnya lebih selektif. Mereka menyarankan Turki untuk fokus memodernisasi armada F-16 yang sudah ada dengan teknologi domestik yang sedang dikembangkan, daripada berinvestasi pada akuisisi “solusi sementara” yang mahal menjelang masuknya KAAN. (Gilang Perdana)

Gawat! Kongres AS Blokir Mesin GE F110 KAAN, Pesanan Jet Tempur Stealth Indonesia Terancam Molor

6 Comments