Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Rusia Modernisasi Artileri: Self-Propelled Howitzer 2S19M2 Msta-S Dilengkapi Sangkar dan Perangkat EW

Mengikuti model proteksi ala Main Battle Tank (MBT), alutsista artileri medan (armed) self propelled howitzer 2S19M2 Msta-S 152 mm keluaran terbaru yang digunakan Angkatan Darat Rusia, terlihat dilengkapi proteksi sangar improvisasi (improvised protective cages) dan perlengkapan peperangan elektronik (electronic warfare/EW).

Baca juga: Rusia Tampilkan Varian Terbaru IFV BMP-1AM Basurmanin yang Dibekali Proteksi ERA dan Cage Armor

Adopsi sangkar pelindung improvisasi dan antena peperangan elektronik pada self propelled howitzer dipasang guna meningkatkan kemampuan bertahan artileri Rusia di medan perang. Dari foto-foto yang beredar di media sosial, 2S19M2 Msta-S dengan proteksi cage telah digelar oleh pasukan Rusia di arah Pokrovsk.

Pemasangan proteksi sangar dirancang untuk memberikan perlindungan pasif terhadap serangan drone kamikaze FPV, yang menjadi ancaman serius bagi sistem artileri Rusia yang beroperasi dalam jangkauan serangan Ukraina.

Selain itu, unit-unit artileri Rusia telah memasang antena yang terhubung ke sistem peperangan elektronik di atas sangkar. Antena jammer ini dirancang untuk mengganggu jalur pemanduan dan komunikasi drone Ukraina. Bersama-sama, kedua lapisan perlindungan tersebut — pasif dan aktif — menggambarkan adaptasi Rusia terhadap ancaman drone yang telah menjadi salah satu ciri khas perang di Ukraina.

Pelindung sangkar mencerminkan tren yang lebih luas di seluruh platform lapis baja dan artileri Rusia, dengan tank, senjata gerak sendiri, dan sistem pertahanan udara yang ditutupi dengan struktur udara darurat. Modifikasi ini dimaksudkan untuk mengatasi sudut serang ke bawah yang digunakan oleh loitering munition dan drone First Person View (FPV).

Meskipun terlihat sederhana, modifikasi ini merupakan langkah berbiaya rendah untuk memberikan setidaknya sebagian perlindungan terhadap bahan peledak dari drone kamikaze.

Msta-S dengan kaliber 155 mm dirancang guna menghancurkan baterai artileri dan mortir, kelompok tank, pos komando serta pos pengintaian lawan. Msta-S sudah dilengkapi dengan komunikasi canggih, navigasi satelit dan surveillance systems.

Msta-S – Self Propelled Howitzer Baru Rusia dengan Munisi Standar NATO

Dalam operasionalnya, Msta-S SP turut dibekali kemampuan automated fire control dan pengintaian udara lewat drone Orlan-10E. Dibangun dari sasis MBT T-80, Msta-S dengan bobot 43 ton, punya panjang 12,42 meter, lebar 3,38 meter dan tinggi 2,98 meter. Diawaki oleh lima kru, jarak jelajah Msta-S hingga 500 km dengan kecepatan maksimum di jalan raya 60 km per jam.

Msta-S diproduksi oleh Uraltransmash dan mengadopsi kaliber yang umum di dunia artileri berat (155 mm). Dari spesifikasi, kubah (tuuret) Msta-S dapat diputar 360 derajat laksana Main Battle Tank, sementara gerakan elevasi laras mulai dari -4 sampai maksimal 70 derajat.

Dengan proyektil HE (High Explosive), jarak tembak proyektilnya bisa mencapai 30 km, dan bila menggunakan proyektil base-bleed HE, jarak tembak bisa digenjot sampai 41 km. Dalam sekali jalan, kubah howtizer dapat dimuati sampai 45 butir munisi. Secara teori, dalam satu menit dapat dilakukan 6 – 8 kali penembakan. (Gilang Perdana)

Tangkal Serangan Drone, Israel Belajar dari Rusia, Pasang “Cope Cages” di Atas Kubah MBT Merkava