Tawaran Kontroversial: Jerman Jual MBT Leopard 2A6 dan IFV Marder 1A5 Bekas kepada Brasil di Tengah Isu Biaya dan Politik

Dalam upaya memodernisasi armada lapis baja, Angkatan Darat Brasil (Exército Brasileiro) telah menunjukkan minat serius terhadap Main Battle Tank (MBT) Leopard 2A6 dan Infantry Fighting Vehicle (IFV) Marder 1A5 bekas dari Bundeswehr Jerman. Namun, tawaran ini datang dengan membawa beban politik dan ekonomi yang kompleks, mulai dari isu biaya refurbishment yang tinggi hingga dinamika hubungan yang sempat tegang antara Jerman dan Brasil.

Baca juga: Suku Cadang ‘Diborong’ untuk Ukraina, Brasil Kesulitan Modernisasi MBT Leopard 1A5BR

Seperti dikutip dari surat kabar Jerman (Der Spiegel, Bild), tawaran yang disampaikan Jerman, melalui industri pertahanannya, mencakup sekitar 65 unit MBT Leopard 2A6 dan 78 unit IFV Marder 1A5. Akuisisi ini bertujuan untuk menggantikan armada Leopard 1A5 Brasil yang semakin menua.

Leopard 2A6 akan menjadi lompatan signifikan dalam kapabilitas tempur Brasil, menawarkan perlindungan dan daya tembak yang jauh lebih unggul daripada pendahulunya. Sementara Marder akan memberikan peningkatan substansial pada kemampuan infanteri mekanis Brasil.

Paket yang ditawarkan ke Brasil adalah unit yang telah dipensiunkan (decommissioned) dari Bundeswehr (Angkatan Bersenjata Jerman), yang memerlukan restorasi ekstensif (refurbishment) sebelum dapat dikirim.

Impor Suku Cadang Seret, Brasil Berencana Produksi Secara Lokal Suku Cadang MBT Leopard 1A5

Sumber-sumber pertahanan Eropa mengindikasikan bahwa harga unit bekas ini dinilai sangat tinggi, dengan perkiraan biaya mencapai €10 hingga €15 juta per unit (tergantung model) hanya untuk unit dasarnya. Biaya ini belum termasuk dukungan suku cadang, pelatihan, dan pemeliharaan jangka panjang, yang berpotensi melipatgandakan total biaya program.

Ada spekulasi kuat bahwa peralatan yang sama ini pernah dipertimbangkan atau bahkan ditawarkan kepada Ukraina untuk mendukung upaya perang mereka.

Setelah Isu Embargo, Brasil Akhirnya Kirim Batch Perdana APC Guarani 6×6 ke Filipina

Namun, Ukraina diduga menolak tawaran tersebut karena kondisi teknis barang yang tidak memenuhi syarat operasional mendesak dan biaya yang dinilai terlalu tinggi untuk unit yang membutuhkan perbaikan besar. Jika hal ini benar, tawaran kepada Brasil menjadi cara Jerman untuk melikuidasi stok peralatan bekas yang sulit dijual di tengah konflik Eropa.

Negosiasi ini tidak berjalan di ruang hampa; hubungan Jerman dan Brasil sebelumnya mengalami pasang surut yang memengaruhi keputusan ekspor senjata.

Selama masa jabatan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, hubungan memanas karena Jerman dan Uni Eropa mengkritik keras kebijakan Brasil terkait deforestasi di Amazon. Ketegangan ini sempat menyebabkan Jerman menerapkan kebijakan yang lebih ketat atau menangguhkan izin ekspor senjata ke Brasil.

Jerman Pasok MBT Leopard 2A6 Ukraina dengan DM53 A1, Amunisi Sabot Paling Kuat

Tidak itu saja, ketegangan diplomatik semakin diperburuk oleh kebijakan Brasil yang menolak mengekspor amunisi 35mm yang diproduksi oleh perusahaan lokal CBC. Amunisi ini sangat penting untuk sistem pertahanan udara Gepard buatan Jerman yang telah dipasok ke Ukraina.

Penolakan Brasil didasarkan pada kebijakan netralitas dan larangan ekspor senjata ke zona konflik aktif, namun hal itu menimbulkan frustrasi besar di Berlin.

Kontroversi ini menempatkan setiap kesepakatan senjata dengan Brasil di bawah pengawasan ketat. Persetujuan akhir dari Berlin tidak hanya didasarkan pada keuntungan industri, tetapi juga pada kepatuhan Brasil terhadap standar lingkungan dan kebijakan luar negeri yang sejalan dengan nilai-nilai Eropa.

Meskipun tawaran Jerman memenuhi kebutuhan strategis Brasil untuk memodernisasi armadanya dengan platform yang sudah dikenal, tantangan utama bagi Brasíl adalah menimbang antara peningkatan kapabilitas dan biaya finansial yang besar untuk refurbishment, di tengah sensitivitas geopolitik yang terus membayangi kesepakatan tersebut. (Gilang Perdana)

Setelah ‘Dibedah’, Kata Ahli Tank Rusia: “Tidak ada yang Istimewa dari MBT Leopard 2A6 Jerman”