Iran Punya “Kheibar Shekan” – Rudal Balistik Jarak Menengah Penantang Sistem Hanud David’s Sling Israel

Selain rudal Fateh-110, pada serangan Pasukan Pengawal Revolusioner Iran (IRGC) ke markas Mossad di Erbil Kurdistan Irak, pada Senin malam, 15 Januari 2024, disebut juga melibatkan aksi rudal balistik lain yang punya jangkauan lebih jauh. Bila Fateh-110 adalah rudal balistik jarak pendek dengan jangkauan 250 km, maka kabarnya ada peran Kheibar Shekan, yakni rudal balistik jarak menegah (medium-range ballistic missile).

Baca juga: Iran Serang Markas Mossad di Erbil (Irak) dengan Rudal Balistik Fateh-110

Mampu melesat di rentang kecepatan Mach 4 – 5, Kheibar Shekan yang baru diproduksi pada tahun 2022, punya jarak jangkau hingga 1.450 km. Dengan bobot 4,5 ton, Kheibar Shekan adalah jenis rudal balistik berbahan bakar padat (solid fuel engine). Body rudal Kheibar Shekan terbuat dari bahan komposit yang sama dengan rudal Raad-500. Hulu ledaknya merupakan jenis bahan peledak yang cepat dan intens.

Kheibar Shekan dalam fase terminal mendekat sasaran memiliki kemampuan manuver untuk melewati perisai rudal hanud lawan. Fitur penting dari rudal Kheibar Shekan adalah desainnya yang optimal, yang bobotnya sepertiga lebih ringan dibandingkan model serupa, dan waktu persiapan serta penembakannya dikurangi menjadi seperenam.

Kheibar Shekan memiliki panjang 10,5 meter, diameter 80 sentimeter, dengan hulu ledak 500 kilogram. Hulu ledaknya mengadopsi teknologi maneuverable reentry vehicle (MaRV), yang bermanuver ketika memasuki atmosfer bumi dengan bantuan ujung sayap, yang mengurangi energi kinetik dan kecepatan selama manuver.

Oleh karena itu, pada saat hulu ledak mengenai sasaran, tidak ada tanda-tanda terbakarnya balok dan melelehnya hulu ledak, sehingga memungkinkan dilakukannya manuver berat untuk menetralisir pertahanan udara musuh. Kecepatan hulu ledak pada saat tumbukan diperkirakan mencapai Mach 2 hingga 3.

Konfigurasi hulu ledak rudal Kheibar Shekan bertipe Tri Conic yang digunakan untuk menjaga kestabilan hulu ledak saat melakukan manuver berat. Besarnya gaya hambat pada konfigurasi ini sedikit lebih tinggi, namun hal ini dilakukan untuk mencapai kemampuan manuver. Oleh karena itu, perancang rudal ini, dengan melakukan kompromi teknis, lebih memilih kemampuan manuver daripada meningkatkan gaya hambat.

Dengan kerakter di atas, kuat dugaan Kheibar Shekan memang dipersiapkan untuk secara efektif melintasi penghalang pertahanan rudal di udara, yang merupakan karakteristik sistem hanud David’s Sling besutan Israel dan Patriot dari Amerika Serikat.

Baca juga: Resmi Jadi Anggota NATO, Finlandia Borong David’s Sling Untuk Hadapi Serangan Rudal Rusia

Kecepatan tinggi rudal Kheibar Shekan sebelum meninggalkan atmosfer bumi mencapai kecepatan di atas Mach 4–5, sebelum meninggalkan atmosfer. Akselerasi tinggi tersebut sangat mengurangi efek perlambatan akibat gaya gravitasi bumi, yang pada akhirnya menyebabkan peningkatan jangkauan rudal.

Kheibar Shekan memiliki kemampuan untuk menggunakan berbagai macam peluncur. Peluncur yang digunakan saat ini dipasang pada sasis truk 10 roda, yang juga dapat disamarkan sebagai kendaraan komersial. (Bayu Pamungkas)

5 Comments