Kerja sama pertahanan antara India dan Rusia kembali memasuki babak baru yang ambisius. Mengikuti kesuksesan kolaborasi jangka panjang, kedua negara kini tengah mengeksplorasi model perakitan lokal untuk rudal sistem pertahanan udara (hanud) S-400 Triumf. Langkah ini diambil seiring dengan rencana India untuk menambah kekuatan pertahanan langitnya secara signifikan. (more…)
Dua raksasa pertahanan Turki, Aselsan dan Roketsan, secara resmi mengumumkan keberhasilan uji penerimaan akhir untuk pengiriman baterai sistem pertahanan udara (hanud) dan rudal jarak jauh Siper Product-1. Pengujian krusial ini dilaksanakan di Pusat Pengujian Sinop, Turki bagian utara, dan menjadi bukti kesiapan operasional sistem hanud asli buatan dalam negeri tersebut. (more…)
Hisar-O diluncurkan dari platform truk Mercedes Benz Zetros.
Bila negosiasi berhasil dituntaskan, maka Bangladesh akan menjadi pembeli ekspor kedua keluarga rudal hanud Hisar (dan pertama untuk paket Siper/Long-Range) setelah Indonesia. (more…)
Menuju integrasi sebagai bagian dari sistem senjata pada fregat TCG Istanbul (F-515) – Istanbul/Istif class, pengembangan rudal pertahanan udara jarak jauh, Siper-1D (naval/sea based) terus digeber Turki. (more…)
Anomali kembali terjadi dalam dunia alutsista, kali kabar datang dari Negeri Ottoman, setelah Rusia disebut telah menghubungi Turki untuk membeli kembali (repurchasing) sistem pertahanan udara (hanud) S-400 Triumph yang dijualnya ke Ankara pada tahun 2019. Permintaan tersebut dilaporkan muncul saat Turki mengembangkan sistem hanud terintegrasi lokal “Steel Dome” yang memanfaatkan kemampuan domestik. (more…)
Lantaran bakal diakuisisi oleh Indonesia, debut rudal pertahanan udara (hanud) buatan Turki ini selalu mendapat sorotan netizen dalam pengembangannya. Persisnya, pada 30 Juli 2025, Aselsan dan Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan penyelesaian serial production acceptance tests pada rudal Siper, yang artinya rudal siap produksi massal dan operasional rutin sudah bisa dimulai segera. (more…)
Punya ancaman berperang dengan militer terkuat di Timur Tengah, ditambah pelajaran dari apa yang dialami Iran ketika hanudnya dibuat tak berdaya saat menghadapi serangan udara dari Israel, maka Mesir untuk perlu meracik komposisi sistem rudal pertahanan udara (hanud) yang berbeda, dan setidaknya dapat membuat Tel Aviv segan. (more…)
Meski 99 persen impor senjata Israel berasal dari Amerika Serikat dan Jerman, namun, Jerman justru punya ‘ketergantungan’ jenis alutsista drone dan rudal pertahanan udara (hanud) jarak jauh dari Israel, selain juga dari AS. (more…)
Sebagai negara Adikuasa, AS melalui Angkatan Udaranya tiada henti ‘melengkapi’ koleksi armadanya. Salah satu yang paling visioner dan memungkinkan AS untuk bertahan dan menggempur musuh adalah rencana pengadaan rudal pertahanan udara (hanud) yang mampu menargetkan musuh dari jarak yang sangat jauh. Diklaim, rudal hanud ini mampu menghantam target dari jarak lebih dari 1.600 km. (more…)
Penambahan proteksi lapis baja lazim diterapkan pada kendaraan tempur (ranpur) dan kendaraan taktis (rantis), namun agak jarang terdengar kendaraan khusus (ransus) pada sistem peluncur rudal hanud jarak jauh sampai dibekali lapisan proteksi, maklum unit hanud strategis biasanya ditempatkan agak jauh dari lokasi serangan. Namun, ada yang berbeda dilakukan militer Ukraina pada sistem hanud MIM-104 Patriot. (more…)