Turki Umumkan Tahap Penerimaan Akhir Rudal Hanud Jarak Jauh Siper (Hisar-U)

Lantaran bakal diakuisisi oleh Indonesia, debut rudal pertahanan udara (hanud) buatan Turki ini selalu mendapat sorotan netizen dalam pengembangannya. Persisnya, pada 30 Juli 2025, Aselsan dan Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan penyelesaian serial production acceptance tests pada rudal Siper, yang artinya rudal siap produksi massal dan operasional rutin sudah bisa dimulai segera.

Baca juga: Turki Uji Coba Peluncuran Siper, Rudal Hanud Jarak Jauh dengan Jarak Tembak 100 Km

Dalam rekam jejaknya, Siper telah berhasil melewati uji akhir (final test) pada 13 Mei 2023 dan sistem Siper Product-1 (Block-1) telah masuk ke dalam inventaris militer Turki sejak November 2024 dan mulai digunakan sebagai bagian dari pertahanan udara nasional. Sebelumnya pada Maret 2024, Aselsan menyatakan bahwa Siper akan siap operasional di bawah komando Angkatan Udara Turki pada akhir tahun 2024.

Pada final test 13 Mei 2023, Siper Block‑1 (dulunya Hisar‑U) menyelesaikan final test pengembangan dengan serangan presisi ke target jarak jauh (~>100 km) menggunakan versi rudal berbasis Hisar-O yang diperkuat booster.

Berlanjut pada 15 Desember 2023, Aselsan, Roketsan, dan Tubitak Sage menandatangani kontrak senilai lebih dari US$1,5 miliar dengan Angkatan Darat dan Udara Turki untuk produksi massal Siper dan sistem Hisar (Block-1 hingga Block-3) selama periode 2025–2029.

Akhir Tahun Ini, Rudal Hanud Jarak Jauh Siper Perkuat Komando Pertahanan Udara Turki

Uji terima produksi massal (Serial Production Acceptance Test) yang diumumkan pada 30 Juli 2025, menjadi tahap penerimaan akhir sebelum diserahkan secara operasional penuh ke Angkatan Bersenjata Turki. Uji ini dilakukan terhadap rudal hasil produksi massal, bukan prototipe lagi.

Jangkauan Siper dibagi ke dalam tiga varian block, Siper Block‑1: > 100 km, altitud intercept hingga ~20–30 km, Siper Block-2 ~150 km, dan Siper Block-3  180 km dengan kemampuan anti-rudal balistik (target balistik).

Kemampuan sistem Siper mencakup pelacakan multi-target multi-radar (>100 target), dengan keterlibatan simultan hingga 10 target per baterai, integrasi dengan link data network (untuk sinkronisasi dengan sistem radar dan komando pusat) dan peluncuran vertikal dan oblique, sistem radar kontrol tembakan, command post, dan peluncur mobile (6 rudal per peluncur).

Rudal Siper (juga dikenal sebagai Hisar-U) adalah sistem pertahanan udara jarak jauh yang diklaim setara dengan sistem seperti Patriot dan S-400.

Aselsan ALP‑300G – Radar Hanud 3D (Early Warning dan Tracking) Jarak Jauh dengan Teknologi AESA

Rudal Siper punya kecepatan sekitar Mach 4 dan jangkauan efektif hingga 100 km (Siper Block-1) dan ketinggian intersepsi hingga 30 km. Dengan sistem pemandu inersial dan radar aktif (active radar homing), Siper dipercata dapat menghancurkan jet tempur, rudal jelajah, drone, dan rudal balistik jarak pendek.

Bagian dari Steel Dome
Siper adalah sistem yang akan menutup lapisan paling atas (upper layer) dari Steel Dome. Bisa disebut Siper adalah tulang punggung lapisan atas Steel Dome. Tanpa Siper (Hisar-U), Steel Dome tidak memiliki perlindungan jarak jauh untuk menghadapi ancaman rudal jelajah dan rudal balistik.

Pada Indo Defence 2022, Indonesia telah sepakat membeli sistem pertahanan udara Trisula, yang merupakan versi lokal dari keluarga Hisar Turki, termasuk versi jarak menengah (Trisula‑O) dan jarak jauh (Trisula‑U atau Hisar‑U). Trisula-U adalah setara dengan Hisar‑U (Block‑1), yang saat ini masih dalam tahap prototipe/pengembangan di Turki dan diharapkan masuk layanan pada 2025–2026 di Turki sebelum diproduksi untuk Indonesia.

Proyek Trisula Air Defense System menggunakan chassis Tatra 8×8 (Ceko) yang dilengkapi radar dari Excalibur Army dan sistem rudal dari Roketsan/Aselsan. (Gilang Perdana)

Trisula Air Defence System – Sistem Hanud Rudal ‘Cita Rasa’ Indonesia, Integrasikan Teknologi Turki dan Ceko

2 Comments