
Setelah kabar proyek jet tempur KFX/IFX yang bikin geger beberapa hari lalu, warganet pemerhati alutsista kembali dibuat heboh dengan pemberitaan di salah satu harian nasional, poinnya mirip meski tidak sama, yakni terkait soal keterlambatan pembayaran, diwartakan bahwa Indonesia tak kunjung melakukan pembayaran uang muka untuk proyek pengadaan satelit militer dari Airbus Defence and Space (ADS). (more…)

Perbedaan statemen dalam rencana pengadaan alutsista rasanya kerap terjadi. Seperti dalam rencana pengadaan pesawat angkut berat untuk kebutuhan TNI AU, bila Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu pada Januari 2017 telah memutuskan untuk membeli lima unit Airbus A400M Atlas senilai US$2 miliar, maka sebaliknya dari pihak user, yakni TNI AU lewat KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan justru pihaknya akan mendatangkan C-130J Super Hercules. (more…)

Airbus Defence and Space (ADS) bisa dibilang manufaktur pesawat dan satelit yang cukup ‘terbuka’ berbagi info terkait produk yang dijajakannya. Tengok saja website airbusdefenceandspace.com, begitu menjelaskan tentang spesifikasi pesawat angkut, jet tempur, drone, sampai satelit. Terkhusus ke pesawat angkut sedang C-295, semua varian pesawat angkut yang juga digunakan Skadron Udara 2 TNI AU ini dijelaskan secara panjang lebar, kecuali C-295 varian SIGINT. (more…)

Meski statusnya belum mendapatkan kontrak pengadaan, namun Airbus A330 MRTT (Multi Role Tanker Transport) tetap punya peluang kuat untuk diakuisisi TNI AU. Selain kompetitor di segmen pesawat tanker tidak sebesar kue di lini jet tempur, identitas Airbus A330 MRTT sudah disebut oleh dua Kepala Staf Angkatan Udara, sejak era KSAU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia (Tahun 2015), dan KSAU saat ini Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, terselip nama Airbus A330 MRTT sebagai salah satu alutsista yang akan didatangkan. (more…)

Adalah wajar bila setiap manufaktur pesawat angkut taktis/strategis mengedepankan bahwa produk yang mereka tawarkan punya kemampuan plus-plus. Selain handal dari aspek permesinan, endurance, payload, dan jarak jangkau, kriteria pesawat angkut militer juga harus mampu beradaptasi pada landasan yang tidak beraspal, maklum misi militer menuntut pesawat angkut yang tangguh dan tidak ‘manja’ dalam gelar operasinya. (more…)

Setelah menjelajah lebih dari separuh putaran Bumi, pesawat angkut berat Airbus A400M milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (Royal Air Force) resmi mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma pada hari Minggu (5/3/2017) sekitar pukul 14.00 WIB. Dan sehari sesudahnya, pesawat yang tiba dari Australia ini mengundang media nasional untuk melihat dari dekat sosok pesawat bermesin empat yang kondang berkat tampil dalam film Mission Impossible 5 “Rogue Nation.” (more…)

Bukan sekali saja Airbus A400M bertandang ke Indonesia, terakhir pesawat angkut berat produksi Airbus Defence and Space (ADS) ini mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma pada 23 Maret 2015, kala itu Airbus A400M berperan sebagai pesawat pendukung dan logistik pada kunjungan dua jet tempur Rafale Angkatan Udara Perancis. Dan ada kabar terbaru, rencananya pada hari Senin depan (6/3/2016), Airbus A400M milik AU Kerajaan Inggris (Royal Air Force) akan mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma. (more…)

Selang sehari pasca pergantian posisi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), diperoleh kabar yang cukup menggembirakan seputar alutsista TNI AU. Seperti telah diberitakan sebelumnya bahwa Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu telah menjatuhkan pilihan pesawat angkut berat untuk TNI AU pada Airbus A400M Atlas. Dalam rencana belanja alutsista di MEF (Minimum Essential Force) II periode 2015 – 2019 memang sudah disiapkan alokasi pembelian tiga unit pesawat angkut berat. Namun dalam rencana MEF II belum dijelaskan apa jenis pesawat tersebut. Dan berita terbaru sudah ada titik terang tentang berapa unit Airbus A400M yang bakal diakuisisi TNI AU. (more…)

Ada kabar terbaru terkait proyek satelit komunikasi militer untuk TNI, hari ini Airbus Defence and Space (ADS) dikabarkan telah resmi menggandeng GigaSat ke dalam program kemitraan penyediaan kanal untuk layanan Skynet-nya. GigaSat akan menawarkan layanan Skynet sebagai bagian dari portofolio komunikasi mobile dan fly-away-nya kepada pasukan Tentara Nasional Indonesia yang area operasinya termasuk ke dalam kawasan Asia Pasifik. (more…)

Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI telah menunjuk Airbus Defence and Space (ADS) untuk menggarap proyek satelit militer untuk Indonesia. Dan jika tiada aral melintang, di tahun 2019 tiga unit satelit sudah rampung dan selajutnya dapat diorbitkan ke luar angkasa. Namun pertanyaanya, tipe satelit apakah yang diakuisisi untuk kebutuhan strategis pertahanan militer Indonesia? (more…)