
Setelah menanti tujuh tahun, Direktorat Kepolisian Udara (Ditpoludara) akhirnya pada 7 September 2018, resmi mendapatkan pesawat sayap tetap (fixed wing) yang kesebelas. Ditpoludara sendiri telah mengajukan pengadaan pesawat ini pada tahun 2011, dan baru pada tahun 2015 dilakukan kontrak jual beli satu unit CN-295 dan satu unit helikopter Bell 412EP yang ditandatangani pada tanggal 21 September 2015, antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI). (more…)

Setelah diwartakan sebelumnya, Airbus A400M Atlas dari AU Perancis (Armée de l’Air) yang tergabung dalam Misi Pegasus 2018, akan menerbangkan logistik ke wilayah bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dan merespon permitaan dari Pemerintah Indonesia pada 21 Agustus lalu untuk bantuan penerbangan logistik, pihak AU Perancis menanggapi dengan cepat, pada Jumat pagi (24/8), Airbus A400M Atlas dengan kode pesawat F-BRAD telah bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Bandara Internasional Lombok. (more…)

Kunjungan Menteri BUMN Rini Soewarno di Termimal Selatan, Lanud Halim Perdanakusuma pada Selasa, 21 Agustus lalu memang cukup singkat. Namun singkatnya kunjungan Menteri Rini membawa tantangan tersendiri bagi AU Perancis yang membawa pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas, dimana Airbus A400M Perancis akan melakukan misi dukungan logistik bagi korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan kapasitas payload sampai 37 ton, jelas logistik dapat didorong ke Lombok dengan lebih efektif dan efisien. (more…)

Bila tiada aral melintang, keluarga pesawat intai maritim di Indonesia akan bertambah variannya, setelah Boeing 737-2X9 , NC-212 200 dan CN-235 220 MPA (Maritime Patrol Aircraft), rencananya pada akhir November 2018, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) akan meluncurkan NC-295 MPA. Pesawat produksi Airbus Defence and Space (ADS) yang dirakit PT DI ini juga kondang dengan label “Persuader.” Dan menjadikan Indonesia sebagai negara keenam pengguna C-295 MPA setelah Chile, Portugal, Mesir, Ghana, Meksiko dan Oman. (more…)

Buntut dari terseoknya pengadaaan satelit komunikasi militer oleh Airbus Defence and Space (ADS), ternyata membawa dampak lanjutan, yakni dengan digugatnya Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI oleh Avanti Communications, perusahaan penyedia jasa satelit asal Inggris. Kemhan RI baru membayar US$13,2 juta dari total kontrak US$30 juta, atau masih menyisakan pembayaran US$16,8 juta, sehingga berakhir dengan keputusan arbitrase oleh Avanti. (more…)

Walau hingga kini belum ada kabar mengenai kontrak pengadaan pesawat tanker multi role untuk TNI AU, namun TNI AU terus melakukan upaya persiapan agar kelak dapat mengawaki alutsista baru tersebut dengan baik. Seperti pada 6-7 Februari 2018, pihak AU Australia (RAAF) dan TNI AU menyelenggarakan program pelatihan Air to Air Refuelling Subject Matter Expert Exchange (AAR SMEE) di Jakarta. RAAF tergolong senior dan mitra terdekat dalam penggunaan pesawat tanker di kawasan, lantaran Negeri Kangguru ini telah mengoperasikan MRTT (Multi Role Tanker Transport) sejak Juni 2011. (more…)

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu telah menunaikan setengah dari janjinya, pada Januari 2017 diwartakan Menhan telah menjatuhkan pilihan pesawat angkut berat pada Airbus A400M Atlas. Dan kabar tentang pengadaan Airbus A400M makin santer, setelah pilot TNI AU mulai dipersiapkan untuk menerbangkan pesawat turboprop buatan Airbus Defence and Space (ADS) ini. (more…)

Lepas dari kecanggihan perangkat yang ada di dalamnya, salah satu kunci sukses pemasaran pesawat intai maritim P-8 Poseidon dan AEW&C (Airborne Early Warning and Control System) E-7A Wedgetail adalah pemilihan platform pesawatnya. Dengan basis pesawat narrow body Boeing 737-700/800, negara pengguna akan lebih mudah dalam melakukan perawatan dan ketersediaan suku cadang yang melimpah. Tapi di pasar commercial narrow body, Boeing 737 series faktanya tak melenggang sendiri, dari Eropa ada Airbus A320 series yang populasinya juga sangat besar, termasuk di Indonesia, dan tentunya bersaing keras dengan penjualan Boeing 737. (more…)

Di Dubai AirShow 2017, Airbus Defence and Space (ADS) menampilkan pesawat C-295 versi Armed ISR (Intelligence Surveillance & Reconnaissance), karena ada embel-embel kata “armed” maka bisa dipastikan inilah gunship terbaru yang dirilis pihak ADS. Namun flashback ke tahun 2011, titisan dari senior C-295, yakni C/N-235 sudah mengangkasa sebagai gunship yang eksis di Timur Tengah, persisnya menyandang label AC-235. (more…)

Bila ruang udara (airspace) di Bumi adalah bagian dari kedaulatan suatu negara, maka berbeda dengan hukum di ruang angkasa (outer space), disitu tidak ada kedaulatan negara atas suatu wilayah di ruang angkasa. Siapa yang lebih dulu dan bisa ‘memanfaatkan’ akan memetik nilai strategis yang tak terhingga. Maka eksplorasi ruang angkasa, termasuk pengerahan satelit untuk berbagai misi seolah menjadi ajang lomba kepentingan bagi setiap negara. (more…)