Spesifikasi Misterius, Korea Utara Tampilkan ‘Copy-an’ M142 HIMARS dalam Parade Militer di Pyongyang

Kemasyuran M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) rupanya telah memikat perhatian Kim Jong Un. Namun, karena sulit untuk memperoleh HIMARS yang notabene buatan AS, maka Korea Utara kemudian mengembangkan dan memproduksi self propelled MLRS (Multiple Launch Rocket System) yang tampilannya sepintas mirip HIMARS.
Dalam parade militer besar memperingati 80 Tahun Partai Buruh yang diselenggarakan pada 11 Oktober 2025 di Pyongyang, Korea Utara memamerkan self propelled MLRS baru yang oleh para pengamat pertahanan dinilai memiliki kemiripan yang mencolok dengan M142 HIMARS.
Self propelled MLRS beroda ini, yang pertama kali terlihat meluncur di Lapangan Kim Il Sung, memiliki konfigurasi enam roda dan struktur pod modular yang sama dengan M142 HIMARS. Hal ini langsung dianalisa oleh para pengamat pertahanan Barat yang menganggapnya sebagai tantangan langsung terhadap dominasi AS.
Lantaran tidak ada spesifikasi yang didapat dari ‘copy-an’ HIMARS ini, maka para analis berpendapat bahwa HIMARS ‘kw’ ini bisa jadi merupakan adaptasi taktis dari rudal KN-23 atau Hwasong-11, dengan ukuran yang diperkecil dan berpotensi dioptimalkan untuk serangan presisi bergerak. Integrasi rudal semacam itu ke dalam format peluncur beroda merupakan pergeseran penting dalam doktrin Korea Utara.

Hal itu menyiratkan semakin ditekankannya kecepatan, fleksibilitas, dan kemampuan bertahan hidup, fitur-fitur yang telah lama dikaitkan dengan sistem artileri roket gaya Barat.
Army Recognition menyebut self propelled MLRS ini lebih dari sekadar kemiripan yang dangkal dengan HIMARS. Tata letak pod, kabin berlapis baja, dan orientasi penembakannya mengingatkan pada sistem M142 HIMARS dari Lockheed Martin. Namun, versi Korea Utara ini tampaknya tidak dilengkapi kendali tembakan digital canggih, navigasi satelit, atau sistem pengisian ulang otomatis.
Perusahaan Cina Luncurkan Replika Kendaraan Peluncur M142 HIMARS
Meskipun demikian, replikasi yang disengaja ini mengirimkan pesan strategis yang kuat, memproyeksikan ambisi teknis dan kemandirian domestik sekaligus berusaha meniru kemampuan pasukan AS.
Perkembangan ini sejalan dengan praktik rekayasa balik sistem persenjataan asing yang telah lama dilakukan Korea Utara. Dari rudal SCUD Soviet hingga desain rudal jelajah yang serupa dengan yang digunakan Rusia, Pyongyang secara rutin memadukan inovasi dalam negeri dengan pola asing.
Meskipun detail tentang perangkat lunak kendali tembakan, profil mobilitas, atau akurasi rudal sistem baru ini masih terbatas, kemunculan kendaraan serupa HIMARS ini menggarisbawahi upaya berkelanjutan Korea Utara untuk menerjunkan platform serang yang lebih lincah dan berdaya tahan.
Secara strategis, penerapan sistem semacam itu dapat menimbulkan tantangan tambahan bagi perencanaan pertahanan gabungan AS-Korea Selatan, terutama jika dipadukan dengan amunisi berpemandu presisi yang lebih baik di masa mendatang. (Bayu Pamungkas)
Prototipe Self Propelled MLRS dari Bandung, Tampilkan Desain ‘Kawin Silang’ Anoa-HIMARS



“Perkembangan ini sejalan dengan praktik rekayasa balik sistem persenjataan asing yang telah lama dilakukan Korea Utara. Dari rudal SCUD Soviet hingga desain rudal jelajah yang serupa dengan yang digunakan Rusia, Pyongyang secara rutin memadukan inovasi dalam negeri dengan pola asing.”
Mulai dari Scud-B hingga Hwasong-20 adalah wujud dari kebijakan Songun Chongji atau ‘militer-utama’ Korea Utara yang menjadi pilar utama ideologi Juche (kemandirian) yang secara konsisten memprioritaskan pengembangan teknologi pertahanan dalam negeri walau faktanya kemampuan militer konvensional dan peringkat teknologi secara keseluruhan masih memiliki keterbatasan yang signifikan