Update Krisis IranKlik di Atas

Senat Italia Restui Hibah Garibaldi ke Indonesia: Era Baru Kapal Induk TNI AL Dimulai!

Tepat pada 24 Maret 2026, parlemen Italia melalui komisi pertahanannya memberikan lampu hijau bagi pemindahan kepemilikan kapal induk eks ITS Giuseppe Garibaldi ke Indonesia. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari kerja sama strategis yang lebih luas antara Roma dan Jakarta di kawasan Indo-Pasifik.

Baca juga: Jejak Sejarah ITS Giuseppe Garibaldi: Mengapa Calon Kapal Induk Indonesia Ini Menyandang Gelar Cruiser?

Bagi Indonesia, hadirnya Garibaldi bukan sekadar menambah jumlah kapal di dermaga, melainkan lompatan teknologi untuk memiliki platform komando dan kendali udara di tengah samudra.

Meskipun unit kapal diberikan secara cuma-cuma (hibah), Indonesia tetap harus merogoh kocek cukup dalam untuk memastikan kapal ini siap tempur dan sesuai dengan standar kebutuhan TNI AL. Berdasarkan berbagai laporan industri pertahanan, anggaran yang disiapkan Indonesia untuk proyek ini diperkirakan mencapai US$450 juta (sekitar Rp7,2 triliun).

Anggaran besar tersebut dialokasikan untuk beberapa pos penting, seperti retrofit dan modernisasi, lantaran Garibaldi ang telah berusia 40 tahun memerlukan pembaruan pada sistem manajemen platform terintegrasi (IPMS), sensor, hingga sistem avionik agar kompatibel dengan alutsista modern. Kocek lain yang harus dikeluarkan adalah untuk pelatihan awak, mengoperasikan kapal induk membutuhkan keahlian khusus yang belum dimiliki secara luas oleh personel TNI AL. Pelatihan ini mencakup operasional dek terbang, manajemen hanggar, hingga navigasi kapal induk.

Jelang Pensiun, ITS Giuseppe Garibaldi Ukir Sejarah Lewat Pentas Opera Pertama di Atas Kapal Perang

Dan yang pasti biaya pelayaran ke Indonesia, menggerakkan kapal seberat 14.000 ton dari Italia menuju perairan Nusantara membutuhkan biaya logistik dan bahan bakar yang signifikan, serta pengawalan selama perjalanan lintas samudra.

Satu hal yang menjadi perhatian para pengamat adalah biaya operasional tahunan. Saat masih dioperasikan oleh Angkatan Laut Italia (Marina Militare), biaya perawatan minimal untuk menjaga kapal ini dalam status cadangan saja mencapai sekitar €5 juta per tahun hanya untuk energi dan keamanan dasar.

Namun, ketika dalam status operasional penuh (tanpa menghitung biaya unit udara seperti jet Harrier atau helikopter), biaya operasionalnya melonjak drastis. Sebagai perbandingan, pada penugasan NATO tahun 2011, biaya yang dihabiskan mencapai €80 juta untuk satu periode penempatan panjang.

Kapal Induk Italia eks ITS Giuseppe Garibaldi Bawa Teknologi Propulsi COGAG, Ini Plus Minusnya!

Para analis memperkirakan Indonesia setidaknya perlu menyiapkan dana sekitar US$50–80 juta per tahun hanya untuk biaya bahan bakar, perawatan rutin, logistik awak, dan dukungan teknis harian agar Garibaldi tetap bisa berlayar secara aktif.

Dibuat oleh Fincantieri dan diluncurkan pada 1983, Garibaldi adalah kapal induk bertipe STOVL (Short Take-Off and Vertical Landing). Dengan panjang 180,2 meter dan kecepatan maksimal 30 knot, kapal ini memiliki kemampuan manuver yang luar biasa untuk ukurannya.

ITS Giuseppe Garibaldi, Satu-satunya Kapal Induk Barat yang Dibekali Rudal Anti Kapal

Keunggulan utamanya terletak pada fleksibilitasnya, meski Indonesia kemungkinan besar tidak akan mengoperasikan jet tempur dari deknya dalam waktu dekat, Garibaldi sangat ideal berfungsi sebagai Pusat Komando dan Kendali (C2), menjadi markas bergerak untuk koordinasi operasi gabungan. Selain itu, Garibaldi dicanangkan sebagai kapal induk helikopter dan drone, yaitu mendukung operasi anti-kapal selam (ASW) dan pengintaian menggunakan UAV. Kapasitas logistik dan fasilitas medisnya sangat mumpuni untuk bantuan bencana alam di pelosok Nusantara.

TNI AL menargetkan kapal ini bisa tiba di Indonesia sebelum 5 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 TNI. Kehadirannya akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari sedikit negara di Asia, bersaing dengan Cina, India, dan Thailand, yang mengoperasikan kapal dengan dek terbang penuh. (Bayu Pamungkas)

Bebas Regulasi ITAR, Intip Kecanggihan Meriam CIWS 40L70 DARDO di Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi

6 Comments