Update Krisis IranKlik di Atas

Jelang Pensiun, ITS Giuseppe Garibaldi Ukir Sejarah Lewat Pentas Opera Pertama di Atas Kapal Perang

Dunia militer dan seni pertunjukan tingkat tinggi jarang sekali bertemu dalam satu panggung yang sama, namun pada musim panas 2024, sebuah peristiwa luar biasa terjadi di kota pelabuhan Taranto, Italia. ITS Giuseppe Garibaldi (C 551), kapal induk legendaris yang kini santer disebut sebagai calon flagship masa depan TNI AL, mencatatkan sejarah unik yang tak terlupakan.

Baca juga: Jejak Sejarah ITS Giuseppe Garibaldi: Mengapa Calon Kapal Induk Indonesia Ini Menyandang Gelar Cruiser?

Pada 12 Juli 2024, dek penerbangan kapal induk ini disulap menjadi gedung opera terbuka yang megah untuk mementaskan karya agung Giacomo Puccini, “Madama Butterfly”.

Gagasan ambisius ini lahir dari kolaborasi antara Taranto Opera Festival dengan Marina Militare (Angkatan Laut Italia). Penyelenggara ingin menciptakan pengalaman teatrikal yang tak terlupakan dengan memanfaatkan struktur baja raksasa kapal perang sebagai latar belakang alami yang dramatis.

Pemilihan ITS Garibaldi bukan tanpa alasan; selain nilai historisnya sebagai kapal induk pertama yang dibangun di Italia pasca-Perang Dunia II, area dek datar yang biasanya digunakan oleh jet Harrier dan helikopter mampu menampung panggung orkestra dan dekorasi panggung yang rumit. Bagi komunitas seni, mementaskan kisah tragis Cio-Cio San yang berlatar belakang kerinduan akan sosok pelaut di atas kapal perang sejati memberikan kedalaman emosional yang sangat relevan.

Pertunjukan ini diselenggarakan tepat pada malam hari, mulai pukul 21.00 waktu setempat, untuk menciptakan atmosfer magis dengan bantuan tata cahaya lampu panggung yang kontras dengan gelapnya laut Mediterania. Peristiwa ini dilaksanakan tepat sebelum ITS Garibaldi dipensiunkan secara resmi, menjadikannya sebuah “lagu perpisahan” (swan song) yang elegan bagi sang raksasa baja.

Dek penerbangan tersebut dipenuhi oleh sekitar 600 penonton, yang terdiri dari tamu undangan VIP, pejabat militer, serta masyarakat umum yang beruntung mendapatkan tiket untuk menyaksikan pertunjukan opera pertama di dunia yang digelar di atas kapal induk operasional.

Gantikan ITS Giuseppe Garibaldi, Italia Resmikan ITS Trieste – Kapal Induk Serbu Amfibi dengan Desain ‘Twin Island’

Jalannya opera di bawah langit malam Taranto digambarkan sangat memukau. Suara sopran yang melengking indah berpadu dengan akustik unik dari struktur menara komando (island) kapal yang menjulang tinggi sebagai latar belakang. Bagi para undangan dan kru kapal yang hadir, pementasan “Madama Butterfly” ini bukan sekadar hiburan, melainkan penghormatan terakhir yang puitis bagi masa bakti panjang Giuseppe Garibaldi di Italia.

Peristiwa bersejarah itu sekaligus meninggalkan jejak prestisius pada kapal tersebut sebelum akhirnya bersiap berpindah tangan dan memulai babak baru dalam pengabdiannya di perairan Indonesia. (Gilang Perdana)

Kapal Induk Italia eks ITS Giuseppe Garibaldi Bawa Teknologi Propulsi COGAG, Ini Plus Minusnya!

3 Comments