Rudal NSM Sukses Diluncurkan dari Platform MARS 3 8×8 – Kini Menjadi Rudal Pertahanan Pantai Eropa

Tiga perusahaan pertahanan kampiun, KNDS Deutschland (Jerman), Elbit Systems (Israel), dan Kongsberg (Norwegia) mengumumkan telah berhasil melakukan uji tembak langsung pertama rudal anti kapal Naval Strike Missile (NSM) dari MARS 3 rocket artillery system. Perusahaan-perusahaan tersebut menyatakan bahwa uji coba tersebut mengonfirmasi kemampuan MARS 3 untuk meluncurkan NSM yang meluncur di atas permukaan laut.

Baca juga: Pesanan Meroket, Kongsberg Tingkatkan Kapasitas Produksi Rudal Jelajah Anti Kapal NSM

Uji coba tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk memperluas penggunaan operasional MARS 3 di luar peran untuk serangan darat (permukaan) tradisional. Dengan mengintegrasikan NSM, sistem pada MARS 3 tersebut memperoleh kemampuan untuk menyerang target di permukaan laut dari jarak jauh, mengubahnya menjadi solusi pertahanan pantai (coastal defense missile system) dan anti kapal yang fleksibel.

MARS 3 adalah new Multi-domain Rocket Artillery System yang dikembangkan oleh KNDS Deutschland dan diproduksi, dipertahankan, dan disiapkan di Eropa. Sistem ini merupakan bagian dari keluarga MLRS (Multiple Launch Rocket System) dan dirancang untuk beroperasi di seluruh misi serangan darat dan laut.

Sistem generasi baru ini menanggapi secara langsung permintaan negara-negara NATO akan platform artileri roket yang modern, fleksibel, dan otonom yang dapat beradaptasi dengan lingkungan tempur yang terus berkembang dan misi multidomain.

Genjot Kemampuan Artileri Medan, Belanda Datangkan Self Propelled PULS dari Elbit Systems Israel

MARS 3 bukan hanya evolusi strategis dari arsitektur PULS dari Elbit Systems, tetapi juga produk Eropa yang sepenuhnya dikonfigurasi untuk kompatibilitas digital, kemandirian logistik, dan integrasi ke dalam ekosistem dukungan tembakan NATO.

Peluncur MARS 3 sepenuhnya otonom, dilengkapi dengan sistem akuisisi target otomatis untuk memastikan ketersediaan sesuai permintaan untuk misi penembakan. Kemampuan tembak dan larinya (shoot and scoot) memungkinkannya untuk dengan cepat mengubah posisi setelah penembakan, mendukung mobilitas tinggi dalam skenario pertempuran yang dinamis.

MARS 3 tidak bergantung pada kendaraan dan amunisi, sehingga dapat dipasang pada berbagai platform dan menembakkan berbagai jenis roket dan rudal. Fleksibilitas ini menjembatani kesenjangan antara artileri konvensional dan sistem rudal jelajah jarak jauh.

Mobilitas MARS 3 dicapai melalui sasis kendaraan beroda Iveco Trakker 8×8 dari Italia, yang menghasilkan bobot tempur di bawah 40 ton, mesin berkekuatan 540 tenaga kuda, dan kecepatan jalan maksimum 90 km per jam.

Untuk operasi darat, MARS 3 dapat mengerahkan berbagai macam amunisi, seperti roket Accular 122 mm menawarkan dukungan jarak pendek dengan akurasi tinggi hingga 35 km, sementara Accular 160 mm memperluas kemampuan ini hingga sekitar 40 km.

Untuk serangan presisi jarak menengah, roket berpemandu EXTRA mencapai jarak hingga 150 km dengan circular error probable (CEP) di bawah 10 meter. Pada batas atas kemampuan serangan daratnya, rudal kuasi-balistik Predator Hawk dapat menyerang target yang dibentengi atau bernilai tinggi pada jarak hingga 300 km, menawarkan opsi serangan strategis yang mendalam dengan presisi yang luar biasa.

Sementara untuk sasaran di atas permukaan laut, adopsi rudal NSM memperluas cakupan operasional sistem secara signifikan dengan menggabungkan kemampuan serangan anti kapal dan pesisir langsung ke dalam perangkat artileri.

NSM, yang dikembangkan oleh Kongsberg Defence & Aerospace, adalah rudal berkecepatan subsonik tinggi yang meluncur di laut dan dilengkapi dengan hulu ledak fragmentasi seberat 125 kg, navigasi inersia berbantuan GPS, pencocokan kontur medan – terrain contour matching (TERCOM), altimeter laser, dan pencari inframerah pencitraan pasif (IIR) untuk panduan terminal otonom.

[the_ad id=”77299″]

Dirancang untuk menyerang kapal angkatan laut dan target berbasis darat, integrasi NSM ke dalam MARS 3 mengubah rudal anti kapal tradisional menjadi senjata pertahanan pesisir berbasis darat yang layak diperhitungkan. (Gilang Perdana)

Thales dan Kongsberg Luncurkan StrikeMaster Coastal Defence System, Berharap Menang Tender dari Departemen Pertahanan Australia

One Comment