RBE-2XG: Radar AESA Generasi Terbaru Berbasis GaN, Bakal Jadi Kunci Keunggulan Rafale F5

Meski prototipenya baru akan terbang perdana pada tahun 2030, namun nama Rafale F5 (Super Rafale) telah menjadi fokus perhatian, khususnya pasca varian F4 yang kini tengah menjalani fase produksi akan berganti pada saatnya. Di antara yang menjadi sorotan pada Rafale F5 adalah kemampuan radarnya, yang disebutkan bakal mengalami lompatan besar dengan adopsi RBE-2XG, yang akan diproduksi oleh Thales.

Baca juga: Keunggulan Rafale B F4: Bukan Sekadar Latih Tempur, Inilah Spesialis Serangan Jarak Jauh

RBE-2XG adalah penerus dari radar RBE-2 AA (Active Electronically Scanned Array/AESA) yang saat ini digunakan pada Rafale. Pengembangan radar ini merupakan bagian integral dari standar F5, yang diharapkan mulai dioperasikan pada awal hingga pertengahan tahun 2030-an. Perubahan teknologi terbesar dan paling signifikan yang diwakili oleh akhiran “XG” (yang mungkin berarti eXtended Generation atau eXtended Gain) adalah transisi dari material semikonduktor lama ke yang baru.

Pada Rafale saat ini, digunakan radar AESA RBE-2 AA, yang menggunakan teknologi semikonduktor Gallium Arsenide (GaAs) yang baik untuk akuisisi target dan pelacakan. Sementara pada Rafale F5 akan menggunakan radar AESA generasi terbaru RBE-2XG dengan teknologi Gallium Nitride (GaN), yang jauh lebih unggul karena menghasilkan daya output yang jauh lebih tinggi dan efisiensi termal yang lebih baik.

Adopi GaN membawa pengaruh pada peningkatan jangkauan, dengan daya yang lebih tinggi dari GaN akan memperpanjang jangkauan deteksi radar RBE-2XG secara dramatis, memungkinkan Rafale untuk mendeteksi ancaman dari jarak yang jauh lebih jauh. Diperkirakan peningkatan jangkauan deteksi 50 persen atau lebih dibandingkan RBE-2 AA.

Sebagai catatan, jangkauan deteksi maksimum untuk radar RBE-2 AA (Active Electronically Scanned Array), yang terpasang pada Rafale standar F3-R dan F4, diperkirakan berada di kisaran 130 – 140 km.

Peningkatan daya output juga membantu radar “menembus” upaya Electronic Countermeasures (ECM) musuh, meningkatkan ketahanan terhadap jamming. Selain itu, memungkinkan penggunaan radar secara simultan untuk fungsi serangan, mapping beresolusi tinggi (Synthetic Aperture Radar/SAR), dan peperangan elektronik.

Perancis Resmi Memulai Program Pengembangan Rafale F5 “Super Rafale” dan Loyal Wingman (UCAV)

Ukuran fisik antena (aperture) kemungkinan akan tetap sama agar muat di hidung Rafale, tetapi kepadatan modul dan kekuatannya akan meningkat.

Secara keseluruhan, RBE-2XG berfungsi sebagai mata dan telinga yang sangat kuat yang diperlukan Rafale F5 untuk beroperasi di lingkungan tempur yang sangat jenuh di tahun 2030-an, di mana dominasi informasi sangat penting.

Standar Rafale F5 tidak hanya berfokus pada radar, tetapi juga mencakup peningkatan stealth dengan fitur pengurangan penampang radar (RCS) yang ditingkatkan. Ditambah kemampuan untuk mengontrol dan mengarahkan segerombolan drone pendamping tempur (Loyal Wingmen)—sebuah kemampuan yang sangat bergantung pada kemampuan networking dan sensor jarak jauh RBE-2XG. Dan yang akan menjadi kejutan adalah persenjataan baru, terutama integrasi rudal udara-ke-udara generasi berikutnya. (Gilang Perdana)

Saat Rafale F5 “Super Rafale” Meluncur, Perancis Bakal Punya ASN4G – Rudal Jelajah Hipersonik Berhulu Ledak Nuklir