
Sistem hanud titik berbasis MANPADS (Man Portable Air Defence System) menawarkan keunggulan pada sisi fleksibilitas deployment dan biaya operasional. Sementara, minusnya basis MANPADS mentok pada doktrin SHORAD (Short Range Air Defence). Rudal-rudal di kelas MANPADS memang punya kecepatan supersonic, namun jarak jangkau yang ditawarkan terbatas, bahkan cenderung diklasifikasikan sebagai VSHORAD (Very Short Range Air Defence). (more…)

Tanpa banyak publikasi, TNI AD lewat Politeknik Kodiklatad telah mengembangkan teknologi ban tanpa udara atau airless tire. Pengembangan ban unik ini didasari atas kebanyakan ranpur dan rantis TNI AD masih menggunakan ban dengan bantalan udara, baik ban konvensional maupun tipe ban run flat tire. Dalam dinamika pertempuran, sudah barang tentu model ban dengan bantalan udara akan mengundang kerawanan dalam operasi. (more…)

Kilas balik pertengahan tahun 2016, saat itu diwartakan Korps Marinir akan mengakuisisi alutsista jenis self propelled (swagerak) mortar system 2S31 Vena. Yakni sistem senjata berwujud tank dengan laras mortir 2A51 gun kaliber 120 mm. Namun, seiring berjalan waktu, belum terdengar kelanjutan rencana pengadaan tersebut. Dan baru-baru ini, malah tersiar kabar bahwa Indonesia tertarik untuk mengakuisisi ranpur lapis baja Sprut-SDM1. (more…)

Dalam jagad alutsista TNI, nama MLRS (Multiple Launch Rocket System) RM70 Grad dan Vampire miliki Resimen Artileri Korps Marinir jelas punya tempat tersendiri, maklum dengan diluncurkannya 40 roket kaliber 122 mm secara salvo, maka sasaran seluas 3 hektar akan luluh lantak dari jarak 20 km. Dengan daya gempur yang tinggi, beberapa orang menjuliki RM70 sebagai alutsista paling lethal dalam dunia artileri di Indonesia. (more…)

Teknologi peluncur roket, khususnya pada segmen MLRS (Multiple Launcher Rocket System) pelan-pelan telah dikuasasi, meski masih dalam koridor prototipe, peluncur roket FFAR (Folding Fin Aerial Rocket ) 2,75 Inchi kaliber 7 0mm towed (tarik) dan peluncur roket balistik R-Han 122B versi self propelled dengan platform truk telah dirilis ke hadapan publik. Namun, peluncur roket dengan teknologi mekanika elektronik (mekatronik) terbilang masih langka dalam penelitian litbang pertahanan. (more…)

Nama senjata yang satu ini jelas tak populer di jagad alutsista Tanah Air, tapi tahukah Anda, bahwa kanon buatan Perancis ini selama puluhan tahun telah menjadi senjata utama pada pesawat tempur Douglas A-4E/H Skyhawk TNI AU. Dan setelah A-4 Skyhawk TNI AU beristirahat dalam damai, kini ada kabar yang kembali mengingatkan kita akan masa kejayaan Skyhawk di Indonesia. Persisnya DEFA 552 kaliber 30 mm yang terpasang sebagai kanon internal di eks A-4 Skyhawk TNI AU akan ‘dihidupkan’ kembali. (more…)

Bila tiada aral melintang, pada tahun 2020 pengembangan prototipe rudal jelajah Petir yang digarap PT Sari Bahari dan Balitbang Kementerian Pertahanan akan memasuki babak akhir. Hal tersebut ditandai dengan rencana desain dan pengembangan prototipe rudal Petir generasi keempat. Dibandingkan prototipe Petir generasi ketiga yang tengah diuji coba, maka Petir generasi keempat akan dibuat dengan beragam penyempurnaan yang signifikan. (more…)

Ada yang berdeda dari peran drone copter ini, wujudnya memang sebuah hexa copter biasa dengan enam unit vertical propeller. Namun rancangan drone berwarna hijau tua ini cukup mengerikan, pasalnya wahana yang disebut Rotary Wing UAV ini digadang mampu menghancurkan kendaraan tempur lapis baja ringan. (more…)

Sosoknya yang tampil beda memang langsung membetot perhatian jagad netizen, apalagi truk dengan desain futuristik ini seperti dijelaskan mengemban peran sebagai self propelled MLRS (Multiple Launcher Rocket System). Tampak Muka sebagai panser Anoa, sementara tampak bagian tengah dan bagian peluncur desainnya laksana M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) yang digunakan AD Singapura. Tak pelak ransus (kendaraan khusus) yang disebut sebagai Kendaraan Peluncur Roket MLRS R-Han 122B ini menarik perhatian pada awal Februari 2018 lalu. (more…)

Kilas balik ke tahun 2014, Dislitbang TNI AD dan PT Fin Komodo pernah meluncurkan rantis buggy Komodo KIT 250AT. Dan masih berupa rantis model buggy, kedua institusi tersebut kembali merilis rantis baru yang disebut ULV 1000. Dibanding Komodo KIT 250AT yang hanya menggunakan dua seat (kursi), maka ULV 1000 nampak lebih besar ukurannya, rantis dengan rangka tubular ini dilengkapi empat kursi. (more…)