Tidak seperti misi Rafale ke Indonesia pada Maret 2015, yang terdiri dari satu Rafale C (single seat) dan satu Rafale B (tandem seat), pada Misi Pegasus 2018 dan Pegasus 2022 yang dibawa Angkatan Udara Perancis adalah satu flight yang terdiri dari tiga Rafale B. Meski yang dibawa adalah varian tandem seat yang notabene untuk fungsi latih tempur, toh aksi Rafale dalam penerbangan terjauhnya ini dapat maksimal, terutama saat latihan udara multilateral Pitch Black 2022 yang belum lama berlangsung di Darwin, Australia. (more…)
Rafale B dengan latar A400M Atlas (Indomiliter.com)
Misi Pegasus 2022 Angkatan Udara Perancis, menyiratkan bahwa kekuatan tempur udara Perancis (Armée de l’air) dapat dikerahkan secara cepat ke berbagai wilayah dunia. Faktanya, bukan perkara mudah untuk melakukan deployment kekuatan udara jarak jauh, selain performa jet tempur yang mumpuni, tak kalah penting adalah dukungan logistik, suku cadang, perbaikan sampai pasokan bahan bakar. Dan yang paling juga kesiapan awak udara dan darat dalam misi penerbangan jarak jauh. Dan Misi Pegasus 2022 dengan tujuan latihan perang udara multilateral Pitch Black 2022 (17 Agustus – 10 September 2022) di Australia, menjadi ajang pembuktian kesiapan itu. (more…)
Drone intai di kelas nano UAV Black Hornet dikabarkan telah digunakan beberapa satuan di Indonesia. Namun, yang terbaru Batalyon Perhubungan (Yonhub) TNI AD, memperlihatkan penggunaan Black Hornet dalam kegiatan Latihan Taktis Tingkat Peleton (Lattiston). Dari laman Instagram Yonhub.pushubad (9/9/2022), disebutkan jenis nano yang digunakan adalah Black Hornet versi PD-100 produksi Prox Dynamics AS, perusahaan yang berasis di Norwegia. (more…)
Setelah terbang selama 3 jam 45 menit dari Darwin, hari Minggu, 11 September 2022, telah mendarat untuk pertama kalinya pesawat tanker Airbus A330 MRTT (Multirole Tanker Transport) di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, pada pukul 16:12 WIB. Airbus A330 MRTT yang tiba di Jakarta adalah milik Angkatan Udara Perancis (Armée de l’Air) dengan nomer registrasi F-UJCK. (more…)
Wahana udara berawak tercepat di dunia, masih dipegang oleh North America X-15 yang mampu melesat di level hipersonik Mach 6.72 (7.274 km per jam). Namun, X-15 berstatus prototipe, sementara wahana udara yang berstatus operasional tercepat di dunia dipegang oleh pesawat intai Lockheed SR-71 Blackbird yang mampu menembus kecepatan Mach 3.4 (4.023 km per jam). Dan berbicara tentang debut SR-71, maka banyak yang lupa akan sosok kembaran pesawat ini, yakni Lockheed A-12. (more…)
Soal ketajiran, Negeri di Timur Tengah ini tak usah diragukan lagi, salah satunya bisa diperlihatkan dari belanja alutsistanya yang membuat iri banyak negara. Sebut saja, Uni Emirat Arab (UEA) telah memesan 80 unit Dassault Rafale F4, varian tertinggi dari keluarga jet tempur Rafale, senilai 14 miliar euro (US$19 miliar). Dan masih dalam konteks orderan alutsista dalam jumlah jumbo, UEA diwartakan berencana untuk membeli 120 unit drone tempur (UCAV) buatan Turki, Bayraktar TB2. (more…)
Gangguan berupa jamming pada pesawat militer sudah jamak terjadi, salah satu kasus yang banyak dialami adalah jamming pada sinyal GPS (Global Positioning System). Dengan jamming pada sinyal GPS, bukan saja panduan navigasi pesawat yang menjadi kacau, melainkan sistem senjata yang berpemandu akses GPS, seperti rudal jelajah udara ke permukaan juga bisa dibuat malfungsi, atau minimal presisinya pada sasaran akan menurun. (more…)
Setelah sebelumnya Angkatan Udara Ukraina mengonfirmasi keberhasilan dalam integrasi dan peluncuran rudal anti radiasi (anti radar) – AGM-88 HARM (High-speed Anti-Radiation Missile) dari jet tempur MiG-29 Fulcrum. Kini beredar foto di media sosial yang membuat geger dunia persilatan, yakni penampakan Su-27 Flanker milik Ukraina yang menggotong rudal AGM-88 HARM. Ini mengejutkan, lantaran ini mengindikasikan sudah dua tipe jet tempur berketeknologi Soviet yang bisa meluncurkan rudal canggih buatan Amerika Serikat. (more…)
Bagi Cina, Amerika Serikat ibarat ‘dibenci tapi dirindu’, pasalnya Cina menjadikan AS sebagai benchmark untuk pencapaian keunggulan produksi alutistanya. Ditambah dengan harapan untuk mendulang potensi ekspor, tak sedikit desain persenjataan asal AS dan negara Barat yang dicontek Cina. Meski ada perbedaan spesifikasi, tetap saja dengan mudah orang melihatnya sebagai produk copy paste. Salah satu yang terbaru adalah Rainbow CH/FH-901 suicide drone. (more…)
F-35B Lightning II, bisa lepas landas vertikal seperti Harrier.
Terlibat dalam latihan tempur udara multilateal Pitch Black 2022 di Australia Utara, membawa penyegaran strategi bagi Angkatan Udara Singapura. Mendapat kesempatan untuk berlatih erat dengan awak penempur stealth F-35A (Australia) dan F-35B (Korps Marinir AS), rupanya mempengaruhi obsesi AU Singapura pada jet tempur masa depannya. Selain telah mengorder empat unit F-35B SVTOL yang mulai diterima tahun 2026, rupanya Singapura punya keinginan untuk bisa memiliki varian lain dari F-35. (more…)