Mata-mata Elektronik Baru RAAF: Australia Resmi Terima Unit Perdana MC-55A Peregrine

Setelah menanti selama lebih dari lima tahun sejak rencana akuisisi pertama kali bergulir pada 2019, Angkatan Udara Kerajaan Australia (RAAF) akhirnya resmi memasuki era baru dalam peperangan elektronik. Pada 24 Januari 2026, perusahaan pertahanan L3Harris Technologies mengonfirmasi bahwa unit pertama pesawat intelijen dan peperangan elektronik MC-55A Peregrine telah diserahterimakan oleh Angkatan Udara AS kepada RAAF di Pangkalan Udara Edinburgh, Australia Selatan.

Baca juga: Australia Akuisisi MC-55A Peregrine, Sang “Konduktor” Peperangan Elektronika

Penyerahan ini merupakan tonggak sejarah bagi proyek senilai miliaran dolar yang dijalankan melalui skema Foreign Military Sales (FMS), yang bertujuan untuk memberikan keunggulan informasi bagi Australia di tengah meningkatnya dinamika keamanan di kawasan Indo Pasifik.

Kecanggihan utama MC-55A Peregrine terletak pada integrasi sensor canggih yang ditanamkan pada platform jet bisnis Gulfstream G550 yang telah dimodifikasi secara radikal. Pesawat ini mengusung teknologi Signals Intelligence (SIGINT) dan Electronic Support Measures (ESM) mutakhir yang mampu mengendus, mengidentifikasi, serta melacak sinyal elektronik musuh dari jarak yang sangat jauh.

Tidak hanya sekadar mendengarkan radar atau komunikasi lawan, sistem misi pada Peregrine dirancang untuk melakukan pemrosesan data otomatis secara cepat, yang kemudian didistribusikan melalui jalur komunikasi satelit terenkripsi ke unit tempur lainnya. Hal ini menjadikannya sebuah pusat saraf intelijen terbang yang mampu memetakan kekuatan musuh di darat maupun laut tanpa harus berada di dalam jangkauan serangan lawan.

Selain kemampuan intelijen sinyal, Peregrine juga dibekali dengan sensor pencitraan elektro-optik dan inframerah berperforma tinggi yang memungkinkan pemantauan visual dalam kondisi cahaya rendah maupun cuaca buruk. Kapasitas ini dipadukan dengan kemampuan perang elektronik aktif yang mampu melakukan gangguan atau jamming terhadap sistem komunikasi dan radar musuh yang mencoba mengunci posisi aset sekutu.

Dengan profil terbang yang tinggi dan daya tahan di udara yang lama khas pesawat Gulfstream, MC-55A dapat menjalankan misi pengawasan secara terus-menerus di area yang luas, memberikan gambaran situasional yang sangat detail bagi komandan di lapangan dalam mengambil keputusan strategis.

Kehadiran Peregrine sekaligus memperkuat interoperabilitas antara Australia dan Amerika Serikat melalui standar sistem yang sepenuhnya kompatibel dengan teknologi NATO. Sebagai aset strategis, pesawat ini akan bekerja berdampingan dengan armada F-35A Lightning II dan EA-18G Growler milik RAAF untuk menciptakan payung perlindungan elektronik yang solid.

Seiring dengan berjalannya dukungan teknis dari L3Harris di dalam negeri Australia, MC-55A Peregrine kini bersiap menjadi instrumen utama dalam menjaga kedaulatan informasi dan memastikan supremasi udara Australia di langit Indo-Pasifik selama beberapa dekade mendatang. (Gilang Perdana)

Belum Diserahkan, MC-55A Peregrine Pesanan RAAF (Australia) Bakal Mendapatkan Upgrade EW

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *